by | 27 Oct 2026 | KabarMu |

3 Solusi Kebakaran Hutan Garapan Mahasiswa UMS Siap Melaju ke IPITEX 2027 Bangkok

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tiga ide inovatif berbasis teknologi geospasial dan kecerdasan buatan dirancang oleh mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menjawab krisis kebakaran hutan di Indonesia. Karya tersebut dipamerkan dalam ajang Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026 di Main Hall Fakultas Geografi UMS, 23–26 Oktober 2026.

Tiga inovasi yang berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut mencakup PEATSHIELD, Our Green Guard (OG Guard), dan GeoCarbon-Audit. PEATSHIELD merupakan sistem pemantauan lahan gambut berbasis IoT, GIS, dan AI untuk mendeteksi dini risiko kebakaran di wilayah Kalimantan.

Sementara itu, OG Guard dikembangkan sebagai sistem geospasial pemantau titik panas (hotspot), pencegahan kebakaran hutan, sekaligus pendukung restorasi vegetasi. Adapun GeoCarbon-Audit berfokus pada pemantauan karbon lahan gambut secara spasial-temporal menggunakan citra satelit dan analisis data guna mengevaluasi tingkat emisi serta keberhasilan restorasi.

Gagasan ini merupakan bagian dari 12 inovasi mahasiswa yang dihadirkan untuk memberikan solusi nyata atas krisis lingkungan dan kebencanaan. Selain tiga teknologi karhutla, karya lain yang turut dipamerkan meliputi SIGAP, QUATRACK, Geo Mengajar, PLOGVENTURE, RIPALERT, DRTLG, SIAGA ROB, DIGIT, dan EcoRoute-UMS. Seluruh peserta mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri, di mana penganugerahan bagi ide unggulan telah dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026).

Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M., menyatakan bahwa GAIA 2026 diselenggarakan untuk mengasah keberanian mahasiswa dalam berinovasi dan menerapkan ilmu geografi pada persoalan kemasyarakatan.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan di masyarakat. Melalui GAIA, kami berharap lahir ide inovasi yang bisa terus dikembangkan dan bersaing di tingkat internasional,” ujar Choirul Amin, Senin (26/10/2026).

Pemenang terpilih dalam ajang ini selanjutnya akan dinominasikan untuk memperoleh dukungan pendanaan guna mewakili kampus pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2027 di Bangkok, Thailand.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait