by | 27 Oct 2026 | KabarMu |

Gandeng BRIN dan UTHM Malaysia, UMS Bahas Masa Depan Material Ramah Lingkungan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengembangan teknologi material ramah lingkungan melalui gelaran The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026. Agenda tahunan yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS tersebut mengusung tema “Innovate Materials, Transform Future, Together for a Sustainable World” guna menjawab tantangan global seperti transisi energi, perubahan iklim, serta ketahanan pangan dan air bersih.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Studi Teknik Mesin UMS, Prof. Agus Dwi Anggono, Ph.D., menjelaskan bahwa konferensi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin dan antarnegara. Dalam gelaran tahun ini, panitia mencatat sebanyak 29 makalah ilmiah berkualitas lolos proses peninjauan reviewer dan siap dipublikasikan melalui mitra internasional Trans Tech Publications.

“Melalui ICOAMS 2026, kami berharap pengembangan ilmu material semakin mendorong terbentuknya jejaring ilmiah internasional, membuka peluang kolaborasi penelitian lintas negara, serta menghasilkan inovasi yang aplikatif,” ujar Agus, Senin (26/10/2026).

Konferensi internasional yang dihadiri Wakil Dekan II FT UMS Wisnu Setiawan, Ph.D. ini menghadirkan dua narasumber utama. Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ir. Turnad Lenggo Ginta, Ph.D., memaparkan empat fokus pengembangan material menuju Indonesia Emas 2045, mencakup energi berkelanjutan, material ramah lingkungan, ekonomi sirkular, serta ketahanan air dan pangan. Turnad menegaskan bahwa inovasi riset harus berorientasi pada komersialisasi industri dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar capaian laboratorium.

Sementara itu, Prof. Muhammad Rasidi bin Ibrahim dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) menekankan pentingnya integrasi material generasi baru, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan manufaktur berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan teknologi masa depan harus tetap menyeimbangkan aspek efisiensi sumber daya, nilai ekonomi, dan tanggung jawab ekologis.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) ini digelar secara hibrid melalui Zoom Meeting dan sesi luring, diakhiri dengan diskusi interaktif antarpeneliti, akademisi, dan praktisi industri.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait