by | 21 Jul 2026 | KabarMu |

Cegah Kekerasan Seksual, Tim PKM-PM UMS Terapkan Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Artemis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi Smart Body Care sebagai model edukasi proteksi diri bagi siswa tunagrahita. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) guna memperkuat perlindungan bagi anak berkebutuhan khusus.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Bima Satwika Qiyamulail bersama tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, yaitu Lutfia Zahrotul Solihah, Derlin Ilham Wahyudi, Raffa Putri Maharani, dan Aida Putri Maharani, di bawah bimbingan Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.

Program Smart Body Care telah diimplementasikan secara bertahap di SLB Negeri Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada 4–12 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krusialnya pendidikan perlindungan diri bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam memahami batasan tubuh, interaksi sosial yang sehat, serta upaya pencegahan kekerasan seksual.

“Melalui Program Smart Body Care, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan edukasi perlindungan diri dengan teknologi sensorik yang adaptif. Program ini terdiri atas lima kegiatan utama yang saling terintegrasi, yaitu Kenali Tubuhku, Sentuhan Aman, Tutur Santun, Sistem Deteksi Dini, dan Sapa Diri yang bertujuan membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah bagi siswa tunagrahita,” ujar Ketua Tim PKM-PM Artemis UMS, Bima Satwika Qiyamulail, Selasa (21/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UMS menggunakan pendekatan visual, simulasi sederhana, serta pendampingan langsung. Siswa diajarkan mengenali batasan tubuh, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, berkomunikasi dengan santun, hingga memahami tindakan darurat saat menghadapi situasi membahayakan.

Salah satu keunggulan program ini terletak pada media edukasi berbasis teknologi sensorik pada Sistem Deteksi Dini. Teknologi ini menggunakan indikator warna—hijau untuk kondisi aman, kuning untuk tanda waspada, dan merah untuk kondisi tidak aman—sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa tunagrahita. Selain itu, lewat program Sapa Diri, para siswa didorong menjadi kader proteksi diri untuk membangun budaya saling menjaga di lingkungan sekolah.

Kepala SLB Negeri Colomadu, Sri Asih Hariani, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif tim UMS tersebut.

“Kami menyambut baik program ini karena memberikan edukasi kepada siswa tentang proteksi diri. Kelima program yang ditawarkan sangat komprehensif dalam mencegah potensi kekerasan seksual. Harapannya, upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ungkap Sri Asih.

Dosen Pendamping, Siti Azizah Susilawati, menambahkan bahwa pendidikan proteksi diri bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan keterlibatan penuh seluruh ekosistem pendidikan. Pihaknya berharap model edukasi Smart Body Care ini nantinya dapat direplikasi di berbagai sekolah inklusif lainnya demi mewujudkan lingkungan belajar yang ramah disabilitas dan bebas kekerasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait