muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar pemeriksaan karies gigi gratis dan edukasi kesehatan bagi warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo. Kegiatan yang berlangsung di kantor Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta ini menyasar ancaman kerusakan gigi akibat pencemaran air tanah.
Pemeriksaan kesehatan tersebut merespons kondisi air bersih milik warga yang terkontaminasi cemaran sampah hingga memiliki kadar keasaman berkisar pH 4 dan pH 5. Angka keasaman tersebut berada jauh di bawah standar normal air minum ideal, yakni pH 6,5 hingga 8,5.

Gubernur BEM FKG UMS, Isma’il Amri Legowo, menjelaskan bahwa paparan air ber-pH asam secara berulang memicu proses demineralisasi atau pelarutan mineral penting pada email gigi. Kondisi ini membuat struktur terluar gigi rapuh, berpori, dan rentan berlubang saat terpapar bakteri.
Berdasarkan hasil deteksi dini pada rangkaian pemeriksaan, sebagian besar warga terbukti mengalami karies gigi atau gigi berlubang. Selain itu, tim medis menemukan tingkat demineralisasi email gigi yang tinggi, penumpukan karang gigi, hingga gejala awal peradangan gusi pada sejumlah warga.
Guna menekan dampak kerusakan lebih lanjut, BEM FKG UMS menyalurkan pasta gigi ber-fluoride untuk memperkuat lapisan email gigi serta memberikan penanganan pertolongan pertama pada keluhan gigi warga. Edukasi mengenai pola hidup sehat, pembatasan konsumsi makanan manis dan asam, serta pentingnya menyikat gigi teratur turut disampaikan.

Aksi sosial yang digelar pada Minggu (27/9/2026) ini merupakan bagian dari program Penelitian dan Pengabdian Organisasi Kemahasiswaan. Pihak BEM FKG UMS mendorong adanya intervensi dari pemangku kepentingan dalam penyediaan akses air bersih yang layak, sekaligus mengharapkan adanya pengawasan kesehatan berkala secara berkelanjutan di kawasan terdampak TPA Putri Cempo.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














