by | 13 Oct 2026 | KabarMu |

Prodi Fisioterapi UMS Gelar Kuliah Umum Internasional, Bahas Pemantauan Cedera Otot Berbasis USG

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar kuliah umum internasional bertajuk “Advances in Muscle Imaging for Sports Physiotherapy: Evidence, Methods and Pitfalls” di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa jenjang sarjana dan magister tersebut menghadirkan narasumber dari Osmaniye Korkut Ata University, Turki, dan Tokyo Metropolitan University, Jepang, Assoc. Prof. Dr. Gokhan Yagiz. Forum ilmiah ini berfokus pada pemanfaatan teknologi ultrasonografi untuk mendukung evaluasi pemulihan cedera dan pemeriksaan struktur otot.

Dalam pemaparannya, Yagiz menjelaskan bahwa ultrasonografi dapat digunakan untuk mengamati arsitektur otot secara terperinci, termasuk panjang fasikel, sudut penasi, hingga ketebalan otot. Pengukuran tersebut membantu memberikan gambaran objektif mengenai respons dan perubahan otot selama menjalani proses latihan maupun rehabilitasi.

Berbeda dengan magnetic resonance imaging yang unggul dalam mengukur volume serta luas penampang otot secara statis, ultrasonografi memiliki keunggulan dalam merekam pergerakan otot secara langsung saat berkontraksi sewaktu seseorang bergerak, berjalan, atau berlari.

Yagiz juga mengingatkan pentingnya ketepatan prosedur pemeriksaan. Faktor-faktor seperti posisi tubuh, sudut probe, tekanan saat pemindaian, serta tingkat pengalaman pemeriksa berpengaruh besar terhadap tingkat keakuratan data dan interpretasi hasil penelitian.

Ketua Program Studi Fisioterapi UMS, Adnan Faris Naufal, S.Fis., Ftr., M.Bmd., mengungkapkan keberadaan kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman riset mahasiswa sekaligus mendorong penyediaan fasilitas pendukung di lingkungan kampus.

“Harapannya, UMS juga punya ultrasonografi untuk bisa riset, karena harapannya kita ingin jadi universitas yang riset banget,” ujar Adnan.

Dukungan senada disampaikan Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMS, Wahyu Tri Sudaryanto, S.Fis., M.K.M. Ia menilai materi mengenai metodologi penelitian dan penerapan teknologi pencitraan otot ini sangat relevan untuk membekali mahasiswa di tingkat sarjana, profesi, hingga magister dalam menghubungkan bukti ilmiah dengan praktik fisioterapi olahraga.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait