muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi pemilahan sampah bagi siswa MI Muhammadiyah Gedongan sebagai langkah nyata membangun kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mendukung terwujudnya Sekolah Adiwiyata.
Kegiatan yang telah dilaksanakan pada Rabu (30/9/2026) ini merupakan bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) melalui program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M): Dosen-Tendik Berkontribusi bertajuk “Gerakan Sekolah Ceria: Cerdas Sains, Sehat, dan Peduli Lingkungan”.
Ketua Tim Pengabdian UMS, Anisa Dewi Rahayu, S.Si., menyampaikan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat terkait pemilahan dan penanggulangan sampah menjadi alasan utama dilaksanakannya program ini di lingkungan sekolah.
“Permasalahan sampah merupakan momok penting yang masih telaten menjadi permasalahan umum masyarakat hingga sekarang. Permasalahan ini muncul seiring dengan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah dan penanggulangannya,” ujar Anisa, Senin (12/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Anisa didampingi dosen Fakultas Farmasi UMS, apt. Wahyu Utami, M.Si., Ph.D., serta anggota tim Nindy Samira Rahmi, S.Si. Kegiatan ini juga melibatkan 13 mahasiswa Fakultas Farmasi UMS dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor.
Sesi edukasi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi visual, evaluasi pemahaman lewat pretest dan posttest, serta kuis berhadiah. Selain menerima materi teori, para siswa diajak mempraktikkan secara langsung pemilahan sampah organik dan anorganik dengan melukis wadah tempat sampah dari galon bekas.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka mampu menjelaskan perbedaan jenis sampah beserta contohnya. Pihak UMS berharap kebiasaan peduli lingkungan yang ditanamkan sejak dini ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.














