by | 12 Oct 2026 | KabarMu |

Gagas Aplikasi BATIKALIVE Berbasis AI dan AR, Mahasiswa UMS Borong Tiga Penghargaan Nasional

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Inovasi aplikasi edukasi dan wisata budaya batik berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Augmented Reality (AR) mengantarkan lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang PENA Essay Nasional 3 di Politeknik TEDC Bandung.

Melalui gagasan bertajuk “BATIKALIVE: Transformasi Edukasi dan Wisata Budaya Batik melalui Teknologi Artificial Intelligence dan Augmented Reality Berbasis Realtime Interactive System”, tim UMS sukses memboyong predikat Juara Umum 2, Gold Medal, dan Juara Favorit Poster.

Tim inovator tersebut beranggotakan Nico Dzaky Luthfan Saputra, Balqis Naila Ahmad, Cheyzha Putri Chantya, Riyan Mardanil, dan Aisyah Aminahnur Mahmudah.

Ketua tim, Nico Dzaky Luthfan Saputra, menjelaskan bahwa BATIKALIVE dirancang untuk memodernisasi cara generasi muda mempelajari sejarah, asal daerah, dan filosofi motif batik yang selama ini dinilai masih didominasi media statis seperti teks dan gambar.

“Melalui BATIKALIVE, kami ingin menghadirkan cara mengenal batik yang lebih interaktif. Pengguna dapat mempelajari nama motif, asal daerah, dan filosofi batik melalui teknologi yang dekat dengan kehidupan generasi muda,” kata Nico, Senin (12/10/2026).

Sistem BATIKALIVE mengintegrasikan AI untuk memindai serta mengenali pola motif batik secara real-time melalui kamera ponsel. Sementara itu, fitur AR dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman visual interaktif, termasuk fitur virtual try-on yang memungkinkan pengguna mencoba produk busana batik secara digital sebelum melakukan pembelian.

Aplikasi ini juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung, seperti menu Explore, Museum Virtual, sistem gamifikasi Batik Passport, Smart Tourism Map untuk pemetaan destinasi wisata budaya, hingga integrasi pasar digital (marketplace) bagi pelaku UMKM pengrajin batik lokal.

Dalam proses kompetisi, tim UMS berhasil menembus babak grand final bersama delapan tim terbaik lainnya setelah memadukan presentasi esai, pertunjukan drama singkat, dan demonstrasi prototipe di hadapan dewan juri.

Saat ini, BATIKALIVE masih dalam tahap pengembangan prototipe. Tim berencana menyempurnakan akurasi basis data motif batik terverifikasi serta menjajaki uji coba lapangan di sentra batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, dan Cirebon melalui kolaborasi dengan pengrajin, pengelola museum, dan destinasi wisata budaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait