muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Program Pengabdian Ormawa (PPO) Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menginisiasi program Smart Village Empowerment di Kampung Batik Laweyan. Langkah ini diambil guna mendorong pengelolaan lingkungan berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan keberdayaan masyarakat setempat.
Program bertajuk “Smart Village Empowerment: Revitalisasi Bank Sampah dan Pengembangan Produk Kriya Kain Perca di Kampung Batik Laweyan” tersebut dirancang usai observasi lapangan pada Mei 2026. Berdasarkan pemetaan awal, kawasan wisata tersebut menyimpan potensi besar mulai dari pengrajin kain perca, bank sampah, hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan empon-empon, yang selama ini belum terkelola secara optimal.
Untuk menguraikan kendala tersebut, tim PPO LEPMA FEB UMS merumuskan empat ruang pemberdayaan terpadu, yakni Pojok Bank Sampah Berdaya, Pojok Kreasi Perca, Pojok Eco Craft, dan Pojok Tanaman Sehat.

Ketua Pelaksana PPO LEPMA FEB UMS, Ulfiyah Mufrih, menegaskan bahwa partisipasi aktif warga merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program pengabdian ini.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut mengembangkan potensi yang mereka miliki. Harapannya, setelah masa pengabdian selesai, kegiatan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga,” ujar Ulfiyah, Minggu (4/10/2026).
Melalui Pojok Bank Sampah Berdaya, warga dibekali sarana pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah, lengkap dengan fasilitas tong sampah pilah dan komposter. Sementara Pojok Kreasi Perca dan Pojok Eco Craft memfasilitasi warga dan ibu-ibu setempat dalam mengolah sisa kain batik menjadi produk kriya bernilai ekonomis. Adapun Pojok Tanaman Sehat difokuskan pada penataan kawasan empon-empon sebagai sarana edukasi herbal.
Inisiatif ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Miraparida, salah seorang warga Laweyan, mengungkapkan bahwa pendampingan mahasiswa UMS memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi warga untuk memfungsikan kembali bank sampah di lingkungan mereka.
Sebagai langkah penjaminan keberlanjutan pasca-pendampingan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026, tim mahasiswa bersama Pemerintah Kelurahan Laweyan resmi membentuk empat kelompok penggerak warga. Kelompok tersebut meliputi Unit Pengelola Bank Sampah, Kelompok Herbal Lestari, Eco-Craft Crew, dan Komunitas Perca Berkarya.
Penanggung Jawab PPO LEPMA FEB UMS, Afinda Tantri Kusuma Wardani, menyatakan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama sejak tahap awal perencanaan.
“Program pengabdian tidak seharusnya berhenti ketika mahasiswa selesai mendampingi. Karena itu, kami mendorong terbentuknya kelompok pengelola yang nantinya dapat meneruskan kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” jelas Afinda.
Bagi LEPMA FEB UMS, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata integrasi antara keilmuan akademis di ruang kuliah dengan penyelesaian problematika sosial di lapangan.















