muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerapkan pembelajaran berbasis computational thinking bagi anak-anak sekolah dasar di Sanggar Bimbingan (SB) Kepong, Malaysia. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (17/9/2026) ini bertujuan memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis peserta didik melalui pendekatan inovatif abad ke-21.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) yang dinaungi oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS. Tim ini diketuai oleh Maryam, S.T., M.Eng., beranggotakan Cahyaningtyas Sekar Wahyuni, S.Kom., M.Kom., Dr. Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., dan Yanti Haryanti, S.Pd., M.A.
Pengabdian internasional tersebut mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Penggerak Belajar dalam Membangun Fondasi Computational Thinking bagi Anak melalui Media Interaktif di Sanggar Bimbingan Malaysia”.
Ketua Tim PkM-KI UMS, Maryam, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa computational thinking merupakan kemampuan berpikir mendasar untuk memahami masalah, menyusun strategi, serta menemukan solusi secara logis dan terstruktur. Ia menegaskan bahwa kemampuan ini tidak terbatas pada bidang teknologi semata, melainkan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
“Melalui pembelajaran berbasis computational thinking, anak-anak dilatih untuk berpikir sistematis, mengenali pola, serta menyelesaikan permasalahan melalui langkah-langkah yang terarah,” kata Maryam, Senin (28/9/2026).
Peserta didik di SB Kepong, yang merupakan binaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, dikenalkan dengan konsep dasar computational thinking melalui ragam aktivitas interaktif, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan tantangan pemecahan masalah yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.
Maryam menambahkan, pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengasah kemampuan analisis, kreativitas, komunikasi, hingga kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, akademisi UMS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan keterampilan abad ke-21 dan literasi digital bagi masyarakat pendidikan di tingkat internasional, khususnya bagi anak-anak dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.















