muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memulai tahapan pendampingan melalui agenda “Pelatihan Vermikompos 1”. Kegiatan ini memadukan edukasi pengelolaan lingkungan dengan penguatan psikologis bagi penyandang disabilitas.
Program pelatihan tahap pertama yang berfokus pada pemaparan materi teoritis tersebut diikuti oleh 20 warga difabel dari Komunitas Disabilitas Karya Manunggal. Kegiatan berlangsung di Sanggar Komunitas Karya Manunggal, Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sesi pemaparan materi dirancang untuk memberikan fondasi pemahaman mendalam mengenai konsep vermikompos, yaitu metode pembuatan pupuk organik berkualitas tinggi yang memanfaatkan cacing tanah (seperti Eisenia fetida atau Lumbricus rubellus) untuk menguraikan sisa bahan organik.
Selain menghasilkan pupuk kaya nutrisi, interaksi dengan media alam ini diperkenalkan sebagai bagian dari horticultural therapy (terapi hortikultura). Aktivitas menyentuh tanah, merawat makhluk hidup, dan mengamati proses pertumbuhan terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat stres, melatih kemampuan motorik halus, serta memberikan rasa pencapaian (sense of achievement) yang penting bagi stabilitas emosional penyandang disabilitas mental maupun fisik.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa pemahaman teori secara berkala sangat krusial agar esensi terapi dapat terserap secara optimal sebelum peserta melangkah ke tahap praktik lapangan.
“Pelatihan teori ini adalah langkah awal yang krusial. Kami mengenalkan media vermikompos bukan sekadar sebagai materi lingkungan, melainkan sebagai instrumen terapi yang ramah dan mudah dipahami. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki gambaran yang matang mengenai jenis pakan cacing, kelembapan media, hingga cara menjaga suhu sarang sebelum mereka melakukan praktik langsung,” ujar Abqory pada Jumat (17/7/2026).
Mengingat dinamika konsentrasi peserta yang bervariasi, tim HealSpace menerapkan metode penyampaian yang adaptif dan inklusif. Guna menjaga kenyamanan psikologis peserta, kegiatan diselingi dengan sesi ice breaking interaktif berupa permainan konsentrasi ringan dan senam motorik sederhana.
Langkah pendekatan ini mendapat apresiasi dari dosen pembimbing program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D. Menurutnya, kombinasi antara teori mendalam dan metode rekreatif merupakan strategi ilmiah yang tepat untuk mengoptimalkan penerimaan materi tanpa memberikan beban psikologis berlebih.
Para peserta tampak antusias selama kegiatan berlangsung, yang ditunjukkan melalui keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan mengenai perawatan cacing tanah dan pemanfaatannya untuk tanaman di sekitar sanggar.
Usai pelatihan teori ini, tim PKM-PM HealSpace UMS dijadwalkan melanjutkan program pendampingan praktik langsung. Tahapan berikutnya mencakup penyiapan wadah, pencampuran media tumbuh, dan pelepasan cacing tanah yang akan dilaksanakan di kediaman salah satu orang tua penyandang disabilitas.















