muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan praktik langsung pembuatan pupuk organik vermikompos bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini bertempat di Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Mengusung pendekatan learning by doing, program ini menggandeng Komunitas Disabilitas Karya Manunggal sebagai mitra. Para peserta diajak mempraktikkan secara lengkap teknis pembuatan vermikompos hingga tahap penyemaian benih tanaman guna memberikan pengalaman sensorik dan penguatan psikologis.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa metode pelatihan dirancang secara inklusif agar dapat diikuti dengan baik oleh peserta dengan disabilitas fisik maupun mental.
“Ketika mereka berhasil menyusun media vermikompos dan memasukkan benih sendiri, ada senyum kebanggaan dan rasa percaya diri yang muncul. Itulah inti dari penguatan psikologis yang ingin kami capai melalui program HealSpace ini,” terangnya, Senin (20/7/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan di kediaman salah satu mitra, Bu Yani, memilih konsep lingkungan berbasis keluarga agar ramah dan mudah diakses. Di bawah pendampingan mahasiswa, peserta mempraktikkan pembuatan reaktor, pengaturan kelembapan media, pemberian sisa sayuran, hingga pelepasan cacing tanah sebagai agen pengurai.

Interaksi fisik dengan media tanah dan cacing tersebut difungsikan untuk menstimulasi motorik halus sekaligus memberikan efek terapeutik bagi stabilitas psikologis peserta. Selain vermikompos, tim UMS juga memberikan materi terapi hortikultura melalui pelatihan penyemaian benih sayuran dalam polybag untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab harian.
Inisiatif ini disambut positif oleh warga setempat. Yani, tuan rumah sekaligus orang tua dari anak penyandang disabilitas, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa yang memberikan ruang aktivitas produktif bagi anak-anak disabilitas.
“Anak-anak menjadi punya kegiatan yang bermanfaat, mereka terlihat sangat senang bisa memegang tanah dan belajar menanam bersama kakak-kakak mahasiswa. Ini sangat membantu perkembangan mental dan keceriaan mereka,” ungkap Yani.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menilai pelaksanaan praktik langsung di lingkungan domestik warga merupakan langkah efektif dalam menerapkan teknologi tepat guna seperti Smart-Wicking dan vermikompos. Sinergi ini diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk melanjutkan program secara mandiri secara berkelanjutan.















