muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Ngemplak, Kartasura, sukses menggelar program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan (P2M) pada Minggu (20/9/2026).
Program bertema “Usia Bertambah, Semangat Bertumbuh: Menyiapkan Perempuan Menuju Successful Aging bagi Anggota PRA Ngemplak” ini berfokus memberikan pendampingan psikologis dan edukasi kesehatan agar para lansia mampu menghadapi masa tua dengan mental yang optimal.
Narasumber kegiatan, Dewi Setyaningrum, menyampaikan bahwa kualitas hidup yang baik pada usia lanjut tidak selalu diukur dari kebebasan penuh dari penyakit fisik, melainkan bagaimana seseorang mampu beradaptasi dan menerima proses penuaan dengan ikhlas. Kualitas hidup lansia ditopang oleh empat dimensi krusial, yakni fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam pandangan Islam, pertambahan usia hendaknya dimaknai dengan peningkatan kualitas amal serta rasa syukur.

Selain penguatan spiritual, para peserta juga mendapatkan panduan praktis untuk menjaga kesehatan fisik dan mengelola stres. Langkah-langkah yang disarankan meliputi pengurangan konsumsi gula, rutin berjalan kaki santai selama 15–30 menit setiap hari, latihan relaksasi pernapasan dalam yang dipadukan dengan zikir, serta pemenuhan tidur 7–8 jam sehari dengan membatasi penggunaan gawai sebelum tidur.
Program edukasi kesehatan mental ini mendapat apresiasi positif dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kartasura. Perwakilan PCA Kartasura, Warits Luqmanatun Hakimah, menyatakan kebanggaannya atas sinergi yang terjalin karena memberikan dampak nyata bagi para anggota.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini karena memberikan dampak positif dan ruang kesehatan mental bagi anggota, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi lansia yang cerdas, mandiri, berguna, dan tidak merepotkan orang lain,” ujar Warits.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran tim pengabdi UMS yang terdiri dari Fiska Puspa Arinda, Aulia Dyah Ayu Nugrahani, Adiat Russetya Tamora, dan Farah Hanifah Nurani, serta ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Triastuti.














