muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR— Majelis taklim Masjid Al Mukarromah Karanganyar menggelar kajian persiapan ibadah Ramadan pada Sabtu sore (31/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dra. Kunti Bastona, Pleno PDA Karanganyar, yang menyampaikan materi seputar fikih puasa, keutamaan Ramadan, serta penguatan adab dan akhlak dalam beribadah.
Kajian diawali dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama, meliputi Surah Al-Fatihah, Al-Qari’ah, Al-‘Adiyat, dan Az-Zalzalah. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sebagai bentuk kesiapan jamaah menyambut bulan suci Ramadan yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari.
Dalam penyampaiannya, Kunti menegaskan bahwa puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ia merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai dasar perintah puasa yang bertujuan meningkatkan ketakwaan. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan mendekatkan diri kepada Allah serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kunti menjelaskan rukun puasa yang terdiri atas niat dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia juga menguraikan syarat sah puasa, seperti beragama Islam, balig, berakal, dan sehat jasmani serta rohani. “Niat itu pekerjaan hati. Ketika seseorang sudah berniat sejak malam bahwa esok akan berpuasa, maka itu sudah sah,” jelasnya.
Selain itu, Kunti menyoroti pentingnya menyegerakan pelunasan utang puasa sebelum datang Ramadan. Ia mengingatkan bahwa utang puasa wajib segera ditunaikan dan tidak boleh ditunda hingga tahun berikutnya tanpa alasan syar’i. Ia juga menyampaikan konsekuensi hukum kifarat bagi pelanggaran berat puasa, seperti hubungan suami istri di siang hari Ramadan.
Pada bagian akhir kajian, jamaah diajak mempersiapkan diri secara spiritual dengan memperbanyak sedekah, tadarus Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perbuatan. “Puasa adalah madrasah akhlak. Menahan diri dari dusta, menyakiti orang lain, dan perbuatan sia-sia merupakan bagian penting dari keberhasilan puasa,” kata Kunti.
Pengurus majelis taklim menyepakati bahwa kegiatan kajian tetap berlangsung selama bulan Ramadan dengan penyesuaian waktu. Diharapkan, pengajian rutin ini menjadi sarana thalabul ilmi sekaligus penguat ukhuwah dan spiritualitas jamaah selama Ramadan.















