muhammadiyakaranganyar.or.id, SURAKARTA – Suasana di Fakultas Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tampak berbeda pada Jumat pagi, 17 April 2026. Ruang-ruang kelas yang biasanya diisi mahasiswa, kini riuh oleh suara antusiasme puluhan siswa sekolah dasar. Sebanyak 31 siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Baturan, Colomadu, Karanganyar, hadir untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan pembelajaran koding.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dan pengabdian masyarakat dari para dosen Program Studi Informatika UMS kepada sekolah Muhammadiyah. Fokus utamanya adalah mengimplementasikan konsep deep learning bagi anak usia dini agar mereka memiliki logika berpikir yang terstruktur melalui pemrograman sederhana.
Praktik Langsung Membuat Game
Didampingi oleh dosen berpengalaman dan para mahasiswa, para siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka langsung terjun mempraktikkan cara membuat permainan (game) sederhana melalui aplikasi koding. Selain itu, keceriaan memuncak saat anak-anak diajak mencoba langsung permainan hasil karya mahasiswa informatika UMS.
Salah satu siswi kelas V, Queen Akeila, tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah berhasil menyusun baris kode pertamanya. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah dirasakan di kelas reguler.
“Kegiatan hari ini sangat seru dan menyenangkan, aku jadi tahu bagaimana cara membuat game dengan koding,” ungkap Queen Akeila dengan mata berbinar di sela-sela sesi tanya jawab.
Membangun Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Pengguna
Kepala SD Muhammadiyah PK Baturan, Hervian Prasetyo, M.Pd., yang turut mendampingi langsung jalannya kegiatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital harus dipupuk sejak dini agar anak-anak tidak tersesat di tengah arus teknologi yang begitu masif.
Hervian Prasetyo, M.Pd. menjelaskan bahwa tantangan zaman sekarang adalah ketergantungan anak terhadap gawai. Melalui pelatihan koding ini, pihak sekolah ingin menggeser paradigma siswa dari konsumen teknologi menjadi produsen.

“Anak-anak sekarang sudah akrab dengan gadget, maka dari itu kita arahkan anak untuk tidak hanya menjadi pengguna, akan tetapi bisa menjadi pencipta teknologi,” tegas Hervian Prasetyo, M.Pd.
Harapan Keberlanjutan
Program ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja. Pihak sekolah berharap kerja sama dengan Prodi Informatika UMS dapat terus berlanjut di masa depan. Tujuannya agar kelas-kelas lain juga mendapatkan kesempatan serupa untuk mencicipi dunia digital melalui koding.
Dengan pembekalan teknologi sejak dini, para siswa diharapkan memiliki pengalaman luar biasa yang mampu membentuk pola pikir kritis. Langkah kecil dari ruang laboratorium komputer ini diharapkan dapat menebar manfaat luas bagi masa depan para siswa di era digital yang kian kompetitif.
Kontributor: Puspitasari Dwi Ariyanti, S.Psi.















