muhammadiyakaranganyar.or.id, KERJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo memberikan pendampingan intensif dalam musyawarah penyegaran kepengurusan Takmir Masjid Al Huda Jati Malang, Desa Tawangsari. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menjaga semangat kemakmuran masjid, terutama dalam menyambut momentum Ramadan yang kian dekat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Huda Betis, Dusun Jati Malang, Desa Tawangsari, pada Sabtu malam, 31 Januari 2026. Dimulai pukul 19.30 WIB, acara ini dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan unsur pimpinan Muhammadiyah setempat.
Hadir dalam musyawarah tersebut Ketua PCM Kerjo, Budi Sambodo; Pembina Ketakmiran, Sarijo; serta perangkat desa setempat mulai dari Kepala Dusun Jati Malang, pengurus RW, hingga RT. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi yang kuat antara ormas keagamaan dengan pemangku wilayah dalam membangun pusat peradaban umat.
Dalam sambutannya, Budi Sambodo menekankan pentingnya peran masjid yang tidak hanya sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat solusi bagi problematika jamaah. Ia menegaskan bahwa masjid harus memiliki daya manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.
“Masjid adalah lembaga sentral untuk kemakmuran jamaahnya. Masjid harus makmur dan sekaligus memakmurkan. Dari masjid kita bangkit, apa pun masalah yang dihadapi jamaah, masjid harus menjadi solusinya,” ujar Budi Sambodo di hadapan para peserta rapat.
Penyegaran organisasi ini bertujuan untuk melahirkan jajaran takmir yang memiliki kreativitas tinggi dan semangat baru dalam menghidupkan syiar Islam. Melalui pengurus yang lebih segar, diharapkan program-program masjid ke depan dapat lebih inovatif dan menyentuh kebutuhan jamaah lintas generasi.
Sarijo, selaku pembina ketakmiran, memimpin proses seleksi kepemimpinan dengan mengajukan tiga kandidat potensial. Ketiga nama yang muncul untuk memimpin periode mendatang adalah Maryono, M. Azis Kohar, dan Didik. Para calon ini dinilai memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk melanjutkan estafet kepengurusan dari pengurus lama.
Musyawarah ini diharapkan menjadi titik balik bagi Masjid Al Huda Jati Malang untuk semakin aktif dalam memberdayakan umat. Dengan semangat “masjid makmur dan memakmurkan”, kepengurusan baru nantinya memiliki tugas besar untuk memastikan bahwa keberadaan masjid dirasakan manfaatnya secara ekonomi, sosial, dan spiritual oleh seluruh warga Tawangsari.















