by | 1 Feb 2026 | Berita |

500 Jamaah Karanganyar-Sragen Hadiri Kajian Jelang Ramadan di Masjid Al Ikhlas Botok

muhammadiyakaranganyar.or.id, KERJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo bekerja sama dengan PRM Botok kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pekan pertama pada Ahad (1/2/2026). Bertempat di Komplek Pendidikan Muhammadiyah – Masjid Al Ikhlas Botok, Kerjo, kegiatan ini berhasil menarik antusiasme sekitar 500 jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

Kajian rutin yang mengusung tema persiapan menyambut ibadah puasa ini menghadirkan narasumber Ngadino, yang menjabat sebagai salah satu Pleno PDM Karanganyar. Dalam ceramahnya, Ngadino menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi bulan suci dengan merujuk pada tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah yang dijalankan bernilai maksimal di sisi Allah SWT.

Dalam pemaparannya, Ngadino mengelompokkan manusia ke dalam tiga golongan saat menghadapi kedatangan bulan Ramadan. Golongan pertama adalah mereka yang menyambutnya dengan rasa senang dan antusiasme tinggi. Kelompok ini dipastikan akan menjalankan rangkaian ibadah puasa secara optimal.

“Golongan kedua adalah yang bersikap biasa saja. Mereka ini masih tergolong lumayan karena tetap mengikuti rangkaian puasa meski tanpa gairah yang spesial,” ujar Ngadino.

Adapun golongan ketiga, menurutnya, adalah orang yang sama sekali tidak peduli dengan datangnya bulan puasa. Ia menyebut kelompok ini sebagai pribadi yang hatinya telah mati karena tidak merasakan pengaruh spiritual apa pun dari kehadiran bulan yang mulia tersebut.

Lebih lanjut, Ngadino menjelaskan bahwa kata Ramadan secara harfiah memiliki arti bulan pembakaran. Hal ini merujuk pada kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk menghapus dosa-dosa masa lalu melalui ibadah yang tulus.

“Ramadan adalah bulan yang istimewa karena semua dosa dan kejelekan manusia akan dibakar pada bulan ini. Namun, perlu diingat bahwa rangkaian puasa harus dilaksanakan sesuai syariat yang dituntunkan, jangan membuat aturan sendiri. Ikuti tuntunan Nabi SAW,” tegas Ngadino di hadapan jamaah yang memadati lokasi kajian.

Ia mengingatkan bahwa esensi puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa merupakan madrasah untuk melatih ketaatan, keikhlasan, serta pengendalian diri yang murni. Ngadino mengajak jamaah untuk menyambut “tamu agung” ini dengan hati yang lapang dan penuh kebahagiaan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman.

Kajian yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini menciptakan atmosfer yang hangat. Keunikan kajian di PCM Kerjo ini adalah tradisi sarapan pagi bersama saat jamaah baru tiba, yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah dari dua kabupaten tersebut.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dan perhatian penuh selama materi berlangsung. Dengan semangat yang mencerahkan dan menggembirakan, kajian ini diharapkan menjadi bekal spiritual yang kuat bagi masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait