muhammadiyakaranganyar.or.id, JENAWI — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jenawi kembali memperkuat fondasi spiritual kadernya melalui penyelenggaraan Kajian Ahad Pagi pada Minggu (1/2/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di pusat dakwah setempat ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Arief Babier, sebagai pemateri utama.
Lautan manusia terlihat memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Tercatat, sekitar 350 jemaah yang berasal dari berbagai ranting dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Jenawi serta sekitarnya hadir dengan penuh antusiasme. Kehadiran Arief Babier menjadi magnet tersendiri bagi warga persyarikatan yang rindu akan siraman rohani yang segar dan mencerahkan.
Dalam pemaparannya, Arief mengangkat tema krusial mengenai “Fokus Agama Islam”. Ia menekankan bahwa berislam tidak boleh sekadar menjadi identitas formalitas, melainkan harus dipahami secara menyeluruh (kaffah), lurus, dan memiliki watak berkemajuan. Menurutnya, tantangan zaman menuntut umat Islam untuk lebih adaptif tanpa meninggalkan prinsip dasar akidah.

Arief menjelaskan bahwa setiap warga Muhammadiyah wajib memiliki konsistensi dalam beribadah serta memperkuat keimanan di tengah gempuran ideologi global. Ia mengingatkan agar nilai-nilai Islam selalu menjadi kompas dalam setiap tarikan napas kehidupan, baik dalam lingkup pribadi maupun sosial.
“Islam harus menjadi pedoman utama kita dalam berpikir dan bertindak. Jangan sampai kita kehilangan arah karena tidak fokus pada esensi ajaran agama yang membawa rahmat bagi semesta alam,” ujar Arief di hadapan ratusan jemaah yang menyimak dengan takzim.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dakwah Muhammadiyah di Jenawi harus terus bergerak dinamis. Ia mengapresiasi semangat jemaah yang tetap konsisten menghidupkan pengajian sebagai sarana pembinaan ruhiyah yang berkelanjutan. Arief menilai, materi yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan dorongan untuk meningkatkan kualitas keagamaan dan ke-Muhammadiyahan secara nyata.
Antusiasme jemaah terlihat dari hidupnya suasana kajian. Diskusi dan perhatian yang diberikan peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan ilmu agama masih sangat tinggi di wilayah lereng Lawu tersebut. Kajian ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan PCM Jenawi serta melahirkan kader-kader yang militan dalam menjalankan roda organisasi.
Kegiatan pun diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antarpengurus ranting. Melalui momentum ini, PCM Jenawi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program dakwah yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.















