Aisyiyah, Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Colomadu bersinergi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) resmi menyelenggarakan program Pendampingan Pendirian Koperasi Syariah pada Sabtu, 6 Juni 2026. Langkah strategis yang berpusat di Ruang Seminar Lantai 8 Gedung FEB UMS ini diinisiasi sebagai upaya nyata memacu kemandirian ekonomi umat melalui penguatan lembaga keuangan mikro berbasis prinsip-prinsip syariat Islam.
Agenda krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota Aisyiyah yang merepresentasikan 11 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan 11 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah Kecamatan Colomadu. Tidak hanya itu, komitmen perluasan jaringan ekonomi ini juga diperkuat dengan kehadiran 14 Kepala Sekolah TK dan Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah, serta 7 Kepala Sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Colomadu.
Ketua PCA Colomadu, Ibu Ani Muntazmahal, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendirian koperasi syariah ini merupakan instrumen fundamental untuk membebaskan transaksi ekonomi warga dari praktik riba. Ia menggarisbawahi bahwa orientasi utama lembaga ini adalah keberkahan yang bermuara pada kemandirian finansial setiap anggota.

“Koperasi syariah diharapkan menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggota dengan prinsip keberkahan. Tujuan akhirnya bukan membuat anggota terus bergantung pada koperasi, tetapi justru mendorong mereka menjadi pribadi-pribadi yang mandiri secara ekonomi,” ujar Ani Muntazmahal secara lugas.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Harun Joko Prayitno. Dalam arahannya, Prof. Harun menekankan urgensi pengelolaan ekonomi umat yang akuntabel dan profesional. Beliau mengutip nilai spiritual sebagai fundamen etos kerja, seraya menyerukan seluruh elemen yang hadir untuk mengaktualisasikan semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional, sebagaimana pesan ‘Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya.’ Kebaikan harus terus mengalir dan memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, seluruh peserta diajak tidak hanya menjadi anggota koperasi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangannya,” tutur Rektor UMS tersebut.
Menilik aspek urgensi program, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FEB UMS, Dr. Eni Setyowati, M.E., memaparkan bahwa hingga saat ini belum ada koperasi formal yang bernaung di bawah kepemilikan PCA maupun PCM Colomadu. Ketiadaan lembaga formal inilah yang memicu FEB UMS untuk memberikan pendampingan intensif demi menyokong struktur ekonomi persyarikatan.
Guna memotivasi para peserta, Dr. Eni turut membagikan potret keberhasilan tata kelola lembaga keuangan syariah Muhammadiyah di wilayah lain. Di antaranya adalah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) AUM yang dirintis sejak tahun 1999 dan sukses mengonsolidasikan aset hingga mencapai Rp175 miliar pada tahun 2024. Inspirasi serupa datang dari BMT KCS Colomadu yang berdiri tahun 2006, di mana per tahun 2024 telah membukukan aset ekspansif sebesar Rp30 miliar.

“Keberhasilan koperasi-koperasi syariah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan yang amanah, profesional, dan berkelanjutan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” jelas Dr. Eni Setyowati.
Memasuki sesi teknis kelembagaan, dosen sekaligus pakar ekonomi FEB UMS, Rafiq Azam, S.E., M.E., membedah secara komprehensif mengenai landasan hukum, prosedur kelembagaan, serta hak dan kewajiban anggota koperasi syariah. Berdasarkan regulasi positif di Indonesia, keberadaan koperasi memiliki legitimasi kokoh yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dalam beleid tersebut, koperasi memegang tiga pilar kedudukan utama, yakni sebagai badan usaha, gerakan ekonomi rakyat, dan sarana demokrasi ekonomi.
Lebih lanjut, ia menerangkan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 yang secara spesifik menata ekosistem koperasi syariah. Nilai distingsi sekaligus keunggulan dari koperasi syariah, menurut Rafiq, terletak pada kepatuhan penuh terhadap syariat Islam yang mengedepankan nilai keadilan, amanah, dan transparansi, yang wajib dituangkan secara eksplisit di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dalam pemaparannya, Rafiq Azam merinci lima varian model usaha koperasi syariah potensial yang dapat diimplementasikan oleh PCA Colomadu ke depan, meliputi:
Koperasi Konsumen Syariah
Koperasi Produsen Syariah
Koperasi Jasa Syariah
Koperasi Pemasaran Syariah
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS)
Melalui sinergi akademis dan praktis ini, PCA Colomadu menargetkan akselerasi pembentukan struktur koperasi syariah yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Keberadaan lembaga ini diproyeksikan tidak hanya menjadi instrumen pemberdayaan internal organisasi, namun juga mampu memperkuat jejaring ekonomi Muhammadiyah-Aisyiyah guna mewujudkan tatanan masyarakat yang mandiri, berkeadilan, dan penuh keberkahan.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pembekalan internal bagi lima tim Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) yang berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang BPH Lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Rabu (3/6).
Pembekalan ini diinisiasi untuk memperkuat kesiapan para mahasiswa dalam mengelola program secara efektif, terukur, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa pelaksanaan PPK Ormawa tidak boleh sekadar mengejar target luaran administratif. Program ini harus mampu memberikan kontribusi riil yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan pembekalan ini, UMS berharap seluruh tim PPK Ormawa yang lolos pendanaan dapat mengoptimalkan pelaksanaan program, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta semakin mengharumkan nama universitas melalui kontribusi nyata dan berkelanjutan,” ujar Prof. Ihwan Susila pada Senin (8/6).
Senada dengan hal tersebut, Kasubdit Talenta Inovasi dan Prestasi UMS, Ir. Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa penguatan pemahaman tata kelola program menjadi kunci utama keberhasilan tim pelaksana di lapangan.
Strategi dan Tata Kelola Lapangan
Memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Agus Triyono, S.Sos., M.Si., materi pembekalan dipaparkan langsung oleh Ir. Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T. Para peserta menerima pembekalan komprehensif mengenai strategi pelaksanaan program, tata kelola administrasi, manajemen konflik di lapangan, hingga langkah-langkah strategis untuk mencapai target indikator keberhasilan PPK Ormawa.
Suasana pembekalan berjalan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Setiap perwakilan tim memanfaatkan ruang ini untuk memetakan potensi tantangan implementasi program serta merumuskan solusinya bersama pihak direktorat.
Menutup rangkaian acara, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PGSD FKIP UMS, Misbahqul Umam, menyampaikan apresiasinya atas ruang pembekalan ini. Menurutnya, arahan yang diberikan memberikan peta jalan yang lebih terang bagi kesiapan timnya.
“Pembekalan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan PPK Ormawa serta membantu tim dalam mempersiapkan program yang akan dijalankan,” pungkas Misbahqul. (Zein/Fika/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed., berhasil meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang ilmiah nasional. Prestasi tersebut diraih pada The 4th Indonesia Scientific Meeting in Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026 yang berlangsung di Surakarta, 10-13 Mei 2026.
Dalam forum ilmiah tahunan yang mempertemukan para dokter spesialis anestesi obstetri dan perawatan kritis kehamilan tersebut, dr. Adam sukses menyisihkan puluhan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Karya ilmiahnya terpilih sebagai salah satu finalis terbaik melalui seleksi ketat sebelum akhirnya dipresentasikan di hadapan kongres yang dihadiri oleh para klinisi, akademisi, dan guru besar.
“Awalnya peserta yang mengikuti kategori ini sekitar dua puluhan. Setelah seleksi, tersisa beberapa finalis yang kemudian melakukan presentasi. Dari situ dipilih satu karya terbaik untuk dipresentasikan di depan kongres,” jelas Adam saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2026).
Menyoroti Tren Global AI untuk Kesehatan Ibu
Penelitian yang membawa dr. Adam meraih penghargaan tersebut berjudul “Artificial Intelligence in Obstetric Critical Care: A Global Bibliometric Study of Research Trends”. Studi ini memetakan perkembangan riset kecerdasan buatan (AI) dalam bidang perawatan intensif obstetri secara global dengan metode bibliometrik menggunakan basis data Scopus yang dilanggan oleh UMS.
Dari hasil penyaringan ketat terhadap sekitar 3.000 publikasi, ditemukan 2.100 artikel relevan yang dianalisis. Hasil studi menunjukkan pemanfaatan AI dalam obstetric critical care melonjak signifikan sejak 2005, mencapai puncaknya pada 2025, dan diprediksi terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Berdasarkan pemetaan tersebut, teknologi AI paling dominan digunakan untuk memprediksi risiko dan luaran kesehatan pada kasus preeklamsia—kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang berisiko fatal. Topik ini jauh lebih banyak diteliti dibandingkan dua penyebab utama kematian ibu lainnya, yaitu perdarahan pascapersalinan dan sepsis.
“AI banyak digunakan untuk memprediksi risiko dan luaran kesehatan pada kasus preeklamsia. Data yang dianalisis meliputi usia ibu, usia kehamilan, tekanan darah, hasil laboratorium, proteinuria, hingga kemungkinan komplikasi dan lama perawatan,” terangnya.
Tantangan Kolaborasi Riset AI di Indonesia
Meskipun riset AI di bidang ini masih didominasi oleh negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Inggris, Indonesia mulai menunjukkan taji dengan mencatatkan sekitar 45 publikasi. Menurut Adam, tantangan terbesar domestik saat ini bukan hanya masalah teknologi, melainkan pembenahan ekosistem riset yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia menekankan pentingnya sinergi multisektor yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga pendanaan, industri teknologi, dan tenaga kesehatan agar inovasi AI dapat diimplementasikan secara nyata di fasilitas kesehatan.
“Harapannya, klinisi di Indonesia juga menjadi peneliti. Dengan data yang kuat dan kolaborasi yang baik, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga menjadi developer dan pengembang teknologi AI di bidang kesehatan,” pungkas Adam.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Kelompok J410K Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan Pengembangan Persyarikatan Kemuhammadiyahan (PKL-PP) di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Melalui program ini, para mahasiswa memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, dan keagamaan di tingkat akar rumput.
Rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak koordinasi awal pada Jumat (1/5/2026) ini diisi dengan berbagai program kerja strategis. Mulai dari pemetaan kondisi masyarakat, edukasi kesehatan untuk lansia, hingga pendampingan mengajar anak-anak usia dini.
Dalam bidang kesehatan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai penyakit hipertensi kepada anggota PRA Ngreden dalam pertemuan rutin di rumah Ketua PRA Ngreden, Hj. Sayekti. Materi yang dipaparkan meliputi faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Guna memberikan dampak jangka panjang, mahasiswa juga mengajak para peserta melakukan senam hipertensi bersama sebagai bentuk aktivitas fisik pencegahan penyakit tidak menular.
Sementara di sektor pendidikan, mahasiswa berfokus pada peningkatan motorik dan pengetahuan anak usia dini di Bustanul Athfal (BA) ‘Aisyiyah Ngreden 2. Edukasi diberikan melalui metode interaktif seperti praktik cuci tangan yang benar, pengenalan area privasi tubuh, permainan edukatif, serta penyusunan huruf nama.
Salah satu mahasiswa PKL-PP, Salsabila Nafisah, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui cara-cara yang menyenangkan.
“Kami berharap anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini melalui kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan,” ujar Salsabila, Senin (8/6/2026).
Selain pendidikan formal, pendampingan keagamaan juga dilakukan setiap sore di TPA Masjid Agung melalui kegiatan menyimak bacaan Iqra’ dan Al-Qur’an, pengenalan Sifat Wajib Nabi dan Rasul, serta rukun iman yang dikemas lewat media puzzle dan mewarnai.
Ketua PRA Ngreden, Hj. Sayekti, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi aktif para mahasiswa selama masa PKL-PP. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
“Kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam memberikan edukasi kesehatan dan mendampingi kegiatan belajar anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Sayekti.
Seluruh rangkaian program PKL-PP di PRA Ngreden ditutup dengan agenda silaturahmi formal bersama Ketua PRA Ngreden sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan baik selama pelaksanaan kegiatan. (Chelsy/Adi/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Sebanyak 10 kader Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berpartisipasi dalam aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan “EcoJourney: Explore Nature, Restore the Future”. Dalam agenda yang berlangsung pada Minggu-Senin (31/5–1/6/2026) tersebut, para kader melakukan penanaman pohon mangrove di kawasan Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aksi penanaman mangrove di pesisir Bantul ini ditujukan sebagai langkah konkret generasi muda dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai, mencegah abrasi, serta merespons isu-isu lingkungan global. Kegiatan EcoJourney 2026 sendiri diinisiasi oleh Relawan Kebaikan Indonesia (RKI) yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Ketua Pelaksana EcoJourney, Muhammad Naufal Daffa’ Al Habsyi, menjelaskan bahwa kegiatan ini didesain sebagai wadah kolaborasi antarorganisasi untuk membangun semangat keberlanjutan.
“EcoJourney mempertemukan peserta dari berbagai organisasi dan komunitas dalam rangka membangun semangat kolaborasi untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Naufal saat diwawancarai pada Senin (1/6/2026).
Mengenal Budaya dan Penanaman Mangrove
Rangkaian acara EcoJourney 2026 dikemas secara edukatif selama dua hari. Pada hari pertama, seluruh peserta diajak menjelajahi kawasan Malioboro, Yogyakarta. Melalui berbagai permainan kelompok, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal setempat, sekaligus melatih kerja sama tim serta kepemimpinan.
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan bergeser ke aksi lingkungan di Pantai Baros. Di lokasi ini, delegasi HW UMS bersama peserta lainnya turun langsung ke lapangan untuk menanam bibit mangrove di area pesisir.
Delegasi dari kafilah HW UMS yang terlibat dalam aksi ini meliputi Ayunda Aliyya Raihana Widyanti, Ayunda Aida Fitria, Ayunda Farisya Nisful A. Qonitatun, Ayunda Olyvia Nanda Armila, Ayunda Haura’ Yafi’atul Khansa’, Ayunda Era Halimah Sa’diyah, Rakanda Muhammad Farhah Khusna Al Athaya, Rakanda Muhammad Azibsyah, Rakanda Muhammad Fayiz Zhafran, dan Rakanda Rizky Aldiansyah.
Implementasi Nilai Kepanduan Hizbul Wathan
Ketua Kafilah HW UMS, Muhammad Azibsyah, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka dalam EcoJourney 2026 memberikan pengalaman berharga, terutama dalam memahami pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai pelestarian lingkungan, tetapi juga belajar tentang kerja sama, kepemimpinan, dan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Azibsyah. Ia berharap semangat kepedulian ini dapat terus diimplementasikan dalam setiap gerakan pengabdian Hizbul Wathan ke depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BKM RGW, Rizky Aldiansyah, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peserta. Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi seperti ini merupakan modal krusial untuk membangun gerakan sosial dan lingkungan yang berdampak luas serta berkelanjutan.
Partisipasi aktif kader HW UMS dalam agenda ini sekaligus menjadi wujud nyata dari implementasi nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan yang menekankan pentingnya kepedulian anggota terhadap kelestarian lingkungan dan kemanusiaan. (Yusuf/Humas)