Komitmen Zero Waste UMS: Rektor Ajak Warga Kampus Hemat Energi

Komitmen Zero Waste UMS: Rektor Ajak Warga Kampus Hemat Energi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui surat edaran resmi, UMS menggalakkan gerakan Zero Waste (bebas sampah) dan hemat energi yang menyasar seluruh pimpinan unit, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Langkah strategis ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 358/U/A.7-11/V/2026 tentang Zero Waste dan Hemat Energi. Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai bentuk nyata komitmen institusi dalam menekan penggunaan plastik sekali pakai, mengoptimalkan pemilahan sampah, serta mendorong efisiensi energi di area kampus.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengimbau seluruh sivitas akademika untuk mulai membangun budaya peduli lingkungan dari aktivitas sehari-hari yang paling sederhana.

“Bapak Ibu, mari kita sama-sama mewujudkan Zero Waste Campus UMS. Dimulai dari yang sederhana dulu, selalu membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik, serta memilah dan mengolah sampah,” ujar Rektor UMS, Senin (8/6/2026).

Aturan Pengurangan Plastik dan Hemat Energi

Dalam implementasinya, seluruh warga kampus diimbau untuk meninggalkan botol plastik kemasan sekali pakai dan beralih menggunakan tumbler pribadi. Selain itu, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya juga wajib dilakukan agar proses pengolahan limbah di lingkungan kampus berjalan optimal.

Tidak hanya pengelolaan sampah, edaran ini juga mengatur tentang budaya hemat energi. Civitas academica UMS diminta untuk mematikan perangkat elektronik seperti lampu, pendingin ruangan (AC), dan komputer setelah selesai digunakan. UMS juga menganjurkan pemanfaatan sirkulasi udara dan cahaya matahari alami di dalam ruangan.

Prof. Harun menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh warga kampus, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

“Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Dengan membawa tumbler, mengurangi plastik, memilah sampah, dan menggunakan energi secara bijak, kita telah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Soroti Potensi Tumbler Jadi Limbah Baru

Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya UMS, Prof. Kussudyarsana, S.E., M.Si., Ph.D., memberikan catatan penting terkait penggunaan tumbler. Ia mengingatkan agar pembagian merchandise tumbler dalam berbagai acara kampus tidak justru menimbulkan masalah baru.

“Setiap kegiatan atau event kita sering kali memberikan merchandise berupa tumbler. Namun jika tumbler tersebut terlalu banyak dan akhirnya tidak digunakan, itu juga dapat menjadi limbah baru. Semangatnya bukan sekadar memiliki tumbler, tetapi menggunakannya secara berkelanjutan,” jelas Prof. Kussudyarsana.

Ia menekankan bahwa kunci utama dari gerakan ini adalah perubahan perilaku. Penggunaan tumbler harus dibarengi dengan kesadaran penuh untuk memotong rantai konsumsi plastik sekali pakai dan disiplin dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. (Maysali/Humas)

Siswa SMKN 1 Sidayu Gresik Gali Wawasan Perkuliahan di Fakultas Teknik UMS

Siswa SMKN 1 Sidayu Gresik Gali Wawasan Perkuliahan di Fakultas Teknik UMS

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan edukatif dari 140 siswa kelas X SMK Negeri 1 Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan yang berpusat di Ruang Seminar Pascasarjana Lantai 5 Kampus UMS ini digelar sebagai upaya mengenalan dunia pendidikan tinggi sekaligus pembekalan bagi siswa dalam merencanakan studi lanjut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Program Studi Teknik Mesin UMS, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., memaparkan profil prodi yang kini telah mengantongi akreditasi Unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dessy menekankan bahwa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah sangat penting untuk mendongkrak kompetensi dan daya saing lulusan di pasar kerja global.

“Melalui berbagai skema tersebut, UMS berupaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi siswa dari berbagai latar belakang dan potensi,” ujar Dessy Ade Pratiwi, Senin (8/6/2026).

Guna menarik minat para siswa, tim FT UMS juga membeberkan berbagai jalur seleksi masuk dan program beasiswa yang bisa dimanfaatkan. Fasilitas pembiayaan tersebut di antaranya meliputi beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, beasiswa hafiz Al-Qur’an, beasiswa kader Muhammadiyah, hingga beasiswa berbasis kreativitas digital.

Setelah pemaparan materi, agenda dilanjutkan dengan sesi campus tour ke laboratorium Teknik Mesin UMS. Di sana, para siswa diajak melihat langsung berbagai fasilitas pembelajaran dan alat praktik yang digunakan mahasiswa untuk mengasah keterampilan keteknikan.

Dessy menambahkan, lewat kunjungan langsung ini siswa diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai sistem perkuliahan, profil fakultas, hingga mekanisme penerimaan mahasiswa baru untuk mempersiapkan masa depan akademik mereka.

Apresiasi tinggi datang dari pihak sekolah. Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Negeri 1 Sidayu, Akmaludin, S.Pd., Gr., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari civitas academica FT UMS. Menurutnya, UMS merupakan salah satu perguruan tinggi swasta bereputasi internasional yang sangat layak menjadi rujukan lulusan SMK.

“Kami ingin memberikan siswa di SMK Negeri 1 Sidayu Gresik bukan hanya pengalaman study tour ke perusahaan atau industri, tetapi juga wawasan mengenai pendidikan tinggi. Setiap tahun jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terus meningkat di sekolah kami,” pungkas Akmaludin.

Pihak sekolah berharap, pengalaman melihat atmosfer kampus secara langsung ini dapat membantu siswa kelas X dalam memetakan pilihan studi yang selaras dengan minat, bakat, serta rencana karier mereka di masa depan. (Basir/Fika/Humas)

Perkuat Sinergi PTMA, UMS Surakarta Dampingi UMC Akselerasi Guru Besar

Perkuat Sinergi PTMA, UMS Surakarta Dampingi UMC Akselerasi Guru Besar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen mendampingi para dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) untuk mengakselerasi pencapaian gelar Guru Besar. Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan silaturahmi UMS ke kampus UMC yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (6-7/6/2026).

Wakil Rektor IV UMS Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) sangat krusial untuk meningkatkan daya saing Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Oleh karena itu, UMS siap memberikan pendampingan berkelanjutan bagi dosen UMC dalam kenaikan jabatan fungsional tersebut.

“Kami mendorong dan siap mendampingi para dosen UMC dalam mengakselerasi pencapaian gelar Guru Besar. Penguatan SDM ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas institusi dan daya saing perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Em Sutrisna, Senin (8/6/2026).

Kolaborasi Akademik dan Program Konkret

Pernyataan dukungan dari pihak UMS tersebut disambut positif oleh jajaran pimpinan UMC. Pihak UMC berharap sinergi antarkampus ini dapat segera diwujudkan melalui sejumlah program konkret dalam waktu dekat.

Beberapa poin kerja sama akademik yang dibahas meliputi pendampingan publikasi ilmiah, pelaksanaan penelitian kolaboratif, serta penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi guna meningkatkan mutu lulusan dan institusi.

Pererat Keakraban Lewat Kuliner dan Bulutangkis

Selain membahas agenda formal akademik, kunjungan ini juga diisi dengan kegiatan informal untuk mempererat kebersamaan. Rombongan UMS berkesempatan mengenal kebudayaan lokal serta mencicipi kuliner khas Cirebon, seperti empal gentong dan nasi jamblang.

Suasana kekeluargaan antar-PTMA ini ditutup dengan pertandingan bulutangkis persahabatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan dari UMS dan UMC. Pertandingan tersebut digelar untuk menumbuhkan semangat sportivitas sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di luar forum resmi.

Melalui rangkaian agenda ini, kedua belah pihak berharap hubungan kelembagaan antara UMS dan UMC semakin kuat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Kelulusan Siswa SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar Diwarnai Seni Jawa

Kelulusan Siswa SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar Diwarnai Seni Jawa

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar resmi melepas seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 melalui kegiatan Akhirussanah pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut dipusatkan di Joglo SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar sebagai bentuk syukur atas rampungnya masa belajar siswa selama tiga tahun.

Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Karanganyar, Joko Purwanto, M.Si., jajaran kepala sekolah, dewan guru, karyawan, serta orang tua atau wali murid kelas IX.

Apresiasi dan Pesan untuk Lulusan

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Karanganyar, Joko Purwanto, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan dan capaian prestasi para siswa selama menempuh studi di sekolah tersebut. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur setelah lulus.

“Para lulusan agar senantiasa menjaga akhlak, meningkatkan semangat belajar, serta membawa nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Joko Purwanto di hadapan tamu undangan, Sabtu (6/6/2026).

Suasana haru mulai menyelimuti Joglo sekolah saat perwakilan adik kelas menyampaikan pesan, kesan, dan ucapan terima kasih atas teladan yang diberikan oleh kakak kelas mereka. Banyak siswa kelas IX tampak emosional saat mengenang kembali perjalanan akademis dan kebersamaan mereka.

Pentas Karawitan dan Tari Tradisional

Selain prosesi inti akhirussanah, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai unjuk bakat seni dari siswa-siswi setempat. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah sajian karawitan lengkap dengan alunan gending dan tembang Jawa yang dibawakan secara harmonis oleh para siswa.

Menariknya, posisi sinden dalam pertunjukan kebudayaan tersebut diisi oleh siswi SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar yang tampil percaya diri. Tidak hanya karawitan, adik-adik kelas juga turut mempersembahkan tarian tradisional dengan kostum tematik yang disambut meriah oleh para hadirin.

Acara penutup tahun ajaran ini diharapkan menjadi gerbang awal bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan percaya diri, sekaligus menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia di tengah masyarakat.

Tim UMS Latih 80 Guru PAUD Sukoharjo Gunakan Digital Storybook

Tim UMS Latih 80 Guru PAUD Sukoharjo Gunakan Digital Storybook

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang melibatkan 80 guru dari 12 satuan PAUD di bawah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Sukoharjo ini digelar pada Jumat, 5 Juni 2026.

Program pemberdayaan yang berfokus pada penguatan emosi dasar anak tersebut didanai langsung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Pendanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter di jenjang usia dini.

Urgensi Cegah Perundungan Sejak Usia Dini

Ketua tim PkM UMS, Dr. Choiriyah Widyasari, M.Psi., menjelaskan bahwa bibit perilaku perundungan, seperti mengejek, merebut mainan, hingga mengucilkan teman, sering kali muncul sejak usia dini dan dianggap biasa. Jika dibiarkan, tindakan tersebut berpotensi berkembang menjadi pola interaksi sosial yang tidak sehat di masa depan.

“Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pentingnya peran lembaga PAUD dalam mencegah perundungan sejak dini. Peserta diajak memahami berbagai bentuk perilaku perundungan yang kerap muncul pada anak usia dini serta strategi penanganannya melalui pendekatan pendidikan yang positif,” ujar Choiriyah pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menambahkan, pengenalan emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, kecewa, dan malu sangat penting agar anak mampu mengelola perasaan mereka tanpa harus menyakiti orang lain.

Pelatihan Interaktif Menggunakan Digital Storybook

Dalam agenda tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pemanfaatan media buku cerita digital (digital storybook). Media visual dan naratif ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kasih sayang melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Para guru dilatih untuk membuka ruang diskusi, mengajukan pertanyaan reflektif, serta menggali perasaan anak berdasarkan alur cerita digital yang disajikan di kelas. Metode ini dinilai efektif karena sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini yang lebih responsif terhadap stimulasi visual.

Mewujudkan PAUD Ramah Anak yang Berkelanjutan

Program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya konsep PAUD ramah anak di Kabupaten Sukoharjo, yang tidak hanya aman secara fisik tetapi juga sehat secara psikologis. Para peserta menyambut positif alternatif pembelajaran berbasis digital ini karena dinilai aplikatif dan menarik bagi anak-anak.

Sebagai langkah nyata pascapelatihan, tim PkM UMS berkomitmen untuk mengawal implementasi media digital storybook ini secara berkelanjutan di masing-masing sekolah asal peserta. Sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua diharapkan dapat membentuk lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.