Kisah Dai LDK PP Muhammadiyah di Sangihe, Motivasi Mahasantri Shabran UMS Mengabdi

Kisah Dai LDK PP Muhammadiyah di Sangihe, Motivasi Mahasantri Shabran UMS Mengabdi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Sarasehan Kader untuk menegaskan pentingnya proses perkaderan sebagai modal utama menghadapi problematika di masyarakat. Acara ini menghadirkan alumni Pondok Shabran UMS tahun 2021 sekaligus dai utusan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hanif Syairafi Wiratama, S.Pd.

Sebagai lembaga pencetak kader, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kerangka berpikir dan mentalitas mahasantri agar siap diterjunkan langsung ke wilayah pengabdian pascastudi.

Dalam forum tersebut, Hanif membagikan pengalamannya selama satu tahun penuh menjadi utusan pertama LDK PP Muhammadiyah yang mengekspansikan gerakan dakwah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Pengalaman monumental tersebut bahkan telah dibukukannya dalam karya berjudul “Tuhan Aku di Sangihe”.

Hanif mengingatkan para mahasantri Pondok Shabran UMS selaku penerima beasiswa umat agar tidak terlena atau sekadar menggantungkan diri pada persyarikatan. Menurutnya, kontribusi aktif di dunia perkuliahan, persyarikatan, hingga kegiatan kemasyarakatan adalah hal yang wajib dilakukan.

“Kita harus menyadari bahwa pendidikan kita ini dibiayai oleh umat, maka kita harus berpikir bagaimana caranya kita dapat mengembalikan dan mengabdikan diri kepada umat juga,” tegas Hanif pada Jumat (3/7/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan dua bentuk balas budi yang harus dijalankan oleh mahasantri. Pertama, saat berstatus aktif, pengabdian ditunjukkan lewat keaktifan dalam proses perkaderan di persyarikatan untuk mengamalkan ilmu. Kedua, setelah lulus atau purna dari Pondok Shabran, mahasantri wajib terjun langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Hanif, mengikuti berbagai level perkaderan di Muhammadiyah maupun organisasi otonom (ortom) lainnya bukan merupakan ajang untuk pamer kehebatan. Melainkan sebuah ruang untuk menempa kompetensi dan kesiapan mental.

Ia juga menceritakan realita dinamika pengabdian di pelosok Sangihe yang baru diselesaikannya per Juni lalu, mulai dari keterbatasan infrastruktur teknologi seperti sulitnya sinyal internet hingga rendahnya kualitas pendidikan agama lokal. Guna mengatasi hal itu, Hanif sempat menginisiasi kajian rutin tarjih untuk 14 Ranting Muhammadiyah di Sangihe demi menghadirkan pemahaman agama yang menarik.

Menutup sarasehan, Hanif berpesan agar seluruh kader IMM Pondok Shabran UMS tidak ragu berproses di organisasi sebagai bekal masa depan.

“Jangan merasa rugi mengikuti kegiatan di IMM atau di ortom lainnya, karena di balik itu semua ada hikmah yang baru kita petik dan kita dapatkan pasca lulus nanti,” pungkasnya.

Khitan Massal Muharrom Fest 2026: Bukti Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Khitan Massal Muharrom Fest 2026: Bukti Masjid Sebagai Pusat Peradaban

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYARMasjid Besar Al Mukarromah menyelenggarakan khitan massal kolaboratif di Gedung Al Madina RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Ahad (5/7/2026). Aksi sosial yang menyasar puluhan anak ini memperkuat peran sentral masjid sebagai motor penggerak solusi masalah kemasyarakatan.

Agenda khitan massal ini membuktikan fungsi sosial masjid di tengah masyarakat. Pengurus Masjid Besar Al Mukarromah berkomitmen menjadikan tempat ibadah sebagai pusat peradaban Islam Karanganyar. Oleh karena itu, masjid harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan-kegiatan sosial masyarakat itu terus kita galakan. Jadi bagaimana masjid ini mampu bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Direktur Masjid Besar Al Mukarromah.

Ke depannya, panitia merancang berbagai kegiatan sosial masjid lainnya. Beberapa rencana aksi mencakup operasi bibir sumbing, bedah katarak, hingga layanan hapus tato. Semua program ini menyasar pemberdayaan umat secara menyeluruh.

Sementara itu, pelaksanaan khitan massal ini melibatkan kerja sama lintas sektor yang solid. RS PKU Muhammadiyah Karanganyar menerjunkan tim medis berpengalaman ke tujuh ruangan sekaligus. Sehingga, proses tindakan medis berlangsung sangat cepat dan efisien.

“Rumah Sakit PKU ini kan penolong kesengsaraan umum, jadi tidak hanya sekedar untuk memberikan pelayanan kepada pasien tapi juga pelayanan untuk sosial,” ujar Direktur Keuangan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Pramono.

Pascatindakan, seluruh peserta langsung menerima obat dan fasilitas kontrol secara gratis. Kesuksesan layanan ini juga tidak lepas dari dukungan Lazismu Karanganyar, Solomedicare, serta donatur privat. Sinergi lintas sektor tersebut memastikan seluruh rangkaian khitan massal berjalan lancar.

Tingkatkan Dampak Sosial, PDM Karanganyar Optimalkan Pemberdayaan Umat

Tingkatkan Dampak Sosial, PDM Karanganyar Optimalkan Pemberdayaan Umat

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Memastikan akuntabilitas kinerja majelis dan lembaga, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar menggelar agenda “Kantoran Rutin” di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat (3/7/2026). Rapat koordinasi ini difokuskan pada pelaporan program pemberdayaan umat oleh Muhammadiyah, mulai dari perlindungan aset hingga solusi kajian fikih kontemporer.

Dalam forum tersebut, perwakilan Majelis Hukum menyoroti upaya pendampingan hukum yang sedang berjalan. Pihaknya melaporkan langkah konkret dalam mencari solusi legalitas atas status tanah milik sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah. Upaya advokasi ini krusial agar amal usaha dapat terus melayani pendidikan masyarakat tanpa hambatan.

“Saya bertugas membela kepentingan persyarikatan, termasuk menangani kasus-kasus hukum yang melibatkan aset-aset Muhammadiyah,” papar perwakilan Majelis Hukum saat mempresentasikan laporannya. Hal ini menegaskan kehadiran organisasi dalam memberikan rasa aman bagi amal usaha dan warganya.

Sementara itu, inovasi terkait pemberdayaan umat oleh Muhammadiyah juga muncul dari sektor lain. Forum membahas usulan penyesuaian patokan harta (seperti nisab/zakat) dari emas beralih ke perak. Pertimbangannya, harga emas yang melonjak drastis dinilai menyulitkan, sehingga transisi ke perak akan lebih memudahkan masyarakat dalam mengukur kemampuan ekonomi mereka.

“Mencari emas yang paling rendah. Jadi, yang paling rendah berapa? 21 juta… Kalau kita dari memutuskan itu, mengusulkan itu,” jelas perwakilan pelapor lainnya ketika membahas penyesuaian konversi dari emas ke perak.

Kegiatan koordinasi ini diawali dengan tausiyah fikih terkait toleransi gerakan dalam salat, dan berjalan lancar sebagai bentuk tanggung jawab lembaga maupun ortom. Rapat kemudian ditutup dengan arahan dan tanggapan langsung dari Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif Babher, terhadap seluruh laporan yang telah masuk.

Link Dokumentasi : https://shorturl.at/ybITJ

Bantu Polisi Ungkap Kasus Curanmor, Satpam UMS Raih Penghargaan Teladan dari Kapolda Jateng

Bantu Polisi Ungkap Kasus Curanmor, Satpam UMS Raih Penghargaan Teladan dari Kapolda Jateng

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Dedikasi dan profesionalisme Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) [ums.ac.id] dalam menjaga keamanan lingkungan kampus berbuah manis. Tiga personel Satpam UMS secara resmi dianugerahi penghargaan teladan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah atas kontribusi aktif mereka dalam membantu tugas Polri mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pemberian penghargaan tersebut berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di markas Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Nomor 1, Semarang, berdasarkan surat undangan resmi dari Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo Nomor B/Und-65/VI/HUM.11./2026. Tiga personel yang menerima apresiasi tersebut adalah Koordinator Keamanan UMS Agustin Murti, S.T., beserta dua anggota timnya, Dwi Ari Suryo Wibowo dan Sulardi.

Koordinator Keamanan UMS, Agustin Murti, S.T., mengungkapkan bahwa pencapaian ini berawal dari komitmen tim dalam merespons cepat berbagai kasus keamanan di dalam maupun sekitar area kampus. Melalui analisis rekaman CCTV, pengumpulan informasi, hingga pemetaan pola pergerakan pelaku, Satpam UMS berhasil menyajikan data awal yang krusial bagi kepolisian.

“Awalnya dari beberapa kasus keterlibatan mahasiswa yang terjadi di luar wilayah UMS dan beberapa kasus besar lainnya. Kami melakukan penelusuran berdasarkan informasi yang ada, mempelajari CCTV yang tersedia, melihat postur, gestur, serta pola pelaku untuk menemukan titik terang,” ujar Agustin saat diwawancarai, Kamis (2/7/2026).

Agustin menambahkan, meski kewenangan Satpam UMS terbatas pada area internal kampus, sinergi yang kuat dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan TNI menjadi kunci utama dalam penyelesaian kasus-kasus yang meluas ke luar area universitas.

Bagi jajaran pengamanan UMS, predikat teladan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan ke depan. Pihaknya berkomitmen untuk tidak sekadar menjaga aset fisik gedung, melainkan juga mengawasi kendaraan serta menciptakan iklim akademik yang aman bagi seluruh civitas academica menuju visi internasional.

“Bangga pasti ada, tetapi yang lebih berat adalah bagaimana kami mempertahankan amanah ini. Apa yang kami lakukan sebenarnya adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai keamanan UMS. Kekompakan tim adalah kekuatan utama kami,” pungkas Agustin. (Yusuf/Humas)

Gandeng Desa Blimbing Sukoharjo, PPK Ormawa UMS Luncurkan Program Pangan Mandiri

Gandeng Desa Blimbing Sukoharjo, PPK Ormawa UMS Luncurkan Program Pangan Mandiri

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat terintegrasi di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Program yang berdurasi selama empat bulan ke depan ini bertajuk “Akselerasi Sukoharjo Sehat melalui Penguatan Kewaspadaan Kesehatan Keluarga berbasis Integrasi Kelas Ibu SIGAP dan Ekosistem Pangan Mandiri di Desa Blimbing”. Langkah intervensi ini dirancang khusus untuk mendukung percepatan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kabupaten Sukoharjo melalui pendekatan edukasi kesehatan keluarga serta pemberdayaan ekonomi.

Acara peluncuran tersebut dilaksanakan di Balai Desa Blimbing pada Rabu (24/6/2026). Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Blimbing beserta perangkat desa, ketua RT/RW, bidan desa, kader Posyandu, pengurus PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, perwakilan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS, dosen pendamping, hingga pengurus PRISMA UMS.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa PRISMA UMS 2026, Rengga Prayoga, menjelaskan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa ingin menghadirkan inovasi yang memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan desa.

“Harapannya, seluruh rangkaian program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat Desa Blimbing. Mahasiswa bersama masyarakat siap melaksanakan berbagai intervensi untuk mewujudkan desa yang lebih sehat, tanggap, mandiri, dan berdaya,” ujar Rengga dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Kepala Desa Blimbing, Suwarjo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif konkret dari mahasiswa UMS ini. Menurutnya, program pengabdian tersebut sangat selaras dengan kebutuhan warganya, terutama dalam upaya menekan angka stunting, mengatasi masalah diare, serta mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan sampah domestik.

Secara teknis, program ini mengintegrasikan Kelas Ibu SIGAP sebagai wadah edukasi kesehatan keluarga dengan pengembangan ekosistem pangan mandiri berbasis sistem akuaponik. Sistem akuaponik ini nantinya akan dirancang secara matang mulai dari aspek budidaya, pengelolaan, hingga strategi pemasaran agar mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat lokal. Pemerintah desa berharap program ini memiliki keberlanjutan jangka panjang meskipun masa pendampingan dari universitas telah usai.

Sebagai simbol resmi dimulainya kolaborasi, acara diakhiri dengan prosesi pemotongan pita serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara DKPTI UMS dan Pemerintah Desa Blimbing, disusul dengan penyerahan cendera mata sebagai komitmen kemitraan yang berkelanjutan.