Berita, Pendidikan, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — MI Muhammadiyah Karanganyar menggelar kegiatan Talking with Native Speakers bagi siswa-siswi Kelas 5 Program Bilingual di Aula Madrasah, Rabu (29/7/2026). Program ini dihadirkan sebagai langkah nyata madrasah dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa melalui pengalaman interaksi langsung yang autentik.
Dalam kegiatan tersebut, pihak madrasah menghadirkan dua penutur asli (native speaker), yaitu Mr. Ryan dari Belanda dan Ms. Janna dari Mesir. Kehadiran keduanya membuka ruang komunikasi yang aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi para peserta didik.

Rangkaian acara dimulai dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dialog interaktif, tanya jawab, hingga diskusi mengenai kebiasaan, budaya, dan kehidupan di negara asal masing-masing penutur. Para siswa terlihat antusias dan berani menyampaikan pertanyaan maupun pendapat menggunakan bahasa Inggris.
Interaksi langsung ini dirancang untuk mengasah keterampilan berbicara (speaking) dan menyimak (listening) siswa, sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi internasional. Suasana pembelajaran berlangsung aktif dengan tetap mengedepankan lingkungan belajar yang bermakna.
Sebagai salah satu program unggulan kelas bilingual, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar berstandar internasional. Selain memperluas wawasan global dan pemahaman lintas budaya, program ini disusun agar tetap sejalan dengan penguatan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama karakter madrasah.
Melalui inovasi pembelajaran ini, MI Muhammadiyah Karanganyar berkomitmen membekali peserta didik dengan akademik yang kuat, keterampilan komunikasi global, serta karakter yang solid untuk menghadapi tantangan masa depan.
Berita, Pendidikan, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — MI Muhammadiyah Karanganyar kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan bertaraf internasional melalui kegiatan International Class Programme (ICP) dengan menghadirkan dua penutur asli (native speaker), yakni Mr. Ryan dari Belanda dan Ms. Janna dari Mesir, pada Rabu (29/7/2026).
Kehadiran kedua penutur asing tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang komunikatif, kontekstual, dan berwawasan global secara langsung kepada para peserta didik di lingkungan madrasah.
Sejak awal kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian program. Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan kedua native speaker melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti sesi perkenalan, tanya jawab, percakapan sederhana, hingga diskusi mengenai budaya dan kehidupan sehari-hari di Belanda maupun Mesir.
Melalui interaksi autentik ini, para peserta didik tidak hanya berlatih tata bahasa, tetapi juga dilatih untuk meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, serta keterampilan berbicara (speaking) dan menyimak (listening) dalam situasi nyata.
Selain mengasah kecakapan berbahasa, kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi siswa untuk memahami keberagaman budaya internasional. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar tradisi, makanan khas, hingga sistem pendidikan di negara asal para penutur asli tersebut.
Pihak madrasah menjelaskan bahwa program ICP ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik dan kebahasaan semata, melainkan juga dibentuk untuk melatih peserta didik agar berpikiran terbuka dan berpandangan luas tanpa melepaskan identitas serta nilai-nilai keislaman.
Belajar bukan hanya tentang menguasai bahasa, tetapi juga memahami budaya, membangun kepercayaan diri, dan membuka jendela dunia. Melalui program ini, siswa dipersiapkan untuk melangkah menuju masa depan dengan wawasan global tanpa meninggalkan jati diri sebagai generasi muslim yang berakhlak mulia.
Melalui penyelenggaraan program bertaraf internasional ini, MI Muhammadiyah Karanganyar menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, demi mencetak generasi muslim yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.
Berita, Pendidikan, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — MI Muhammadiyah Karanganyar resmi menjalin kolaborasi strategis dengan platform pendidikan Ruangguru dalam menyelenggarakan kegiatan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu (29/7/2026). Uji coba simulasi ini diikuti secara serentak oleh seluruh peserta didik kelas VI sebagai bentuk persiapan matang menghadapi asesmen mendatang.
Melalui kemitraan ini, para siswa mengerjakan rangkaian soal yang telah disesuaikan dengan standar kompetensi akademik terkini. Dukungan sistem dan platform digital dari Ruangguru memungkinkan madrasah mengukur peta kemampuan belajar siswa secara objektif, riil, dan terukur.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias dan fokus dalam menyelesaikan setiap soal. Jalannya simulasi di bawah pendampingan ketat para guru guna memastikan suasana ujian tetap kondusif, tertib, dan menyerupai kondisi pelaksanaan TKA sesungguhnya.
Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar menegaskan bahwa kerja sama dengan platform edtech ini merupakan wujud inovasi madrasah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui try out ini, kami berharap siswa memperoleh gambaran nyata mengenai bentuk soal dan tingkat kesulitan Tes Kemampuan Akademik. Hasil try out juga akan menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif menjelang pelaksanaan TKA,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Selain sebagai sarana pemetaan akademik, simulasi berbasis teknologi ini ditujukan untuk melatih manajemen waktu, mengasah daya kritis, serta membangun kepercayaan diri siswa saat berhadapan dengan sistem ujian digital.
Langkah ini mempertegas komitmen MI Muhammadiyah Karanganyar untuk terus memperkuat kualitas kurikulum melalui kemitraan strategis. Dengan program penguatan yang berkelanjutan, madrasah bertekad mencetak generasi peserta didik yang unggul secara akademis, berkarakter Islami, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Berita, Pendidikan, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — MI Muhammadiyah Karanganyar membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik dengan mengirimkan perwakilan guru International Class Program (ICP) pada kegiatan Cambridge Teachers & Leaders Development di Ballroom Bright 2, Harris Hotel Solo, Selasa (28/7/2026).
Langkah strategis ini ditujukan untuk mendukung secara penuh efektivitas pelaksanaan pembelajaran berstandar internasional di lingkungan madrasah. Dalam forum pengembangan profesional tersebut, MI Muhammadiyah Karanganyar diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ida Winingsih, M.Pd., bersama jajaran tim ICP yang terdiri dari Danik Hudiyani, S.S., S.Pd., Febrina Kusumawati, S.Pd., Fatkhunnisak Shoolikhah, S.Pd., dan Eko Suryo Wahyono, S.S.
Program Cambridge Teachers & Leaders Development diselenggarakan sebagai wadah intensif bagi para pendidik dan pemimpin sekolah untuk memperdalam strategi pembelajaran modern. Sepanjang pelatihan, para peserta dibekali materi seputar penerapan strategi pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning), penguatan keterampilan abad ke-21, teknik penyusunan asesmen pembelajaran yang efektif, hingga pengembangan kepemimpinan di bidang pendidikan.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengalaman antar-pendidik dari berbagai institusi pendidikan. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para guru serta memperkaya praktik-praktik pembelajaran yang inovatif dan berkualitas di madrasah.
Keikutsertaan guru-guru ICP dalam pelatihan ini menjadi pijakan penting untuk mengimplementasikan proses pembelajaran yang lebih aktif, komunikatif, serta mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik.
Melalui penguatan kapasitas pendidik secara berkelanjutan, MI Muhammadiyah Karanganyar optimistis mampu menghadirkan pengalaman belajar kelas dunia tanpa mengesampingkan fondasi nilai-nilai keislaman serta karakter khas Muhammadiyah. Langkah ini sekaligus mempertegas kesiapan madrasah dalam mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, dan siap bersaing di era global.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim promosi kesehatan komunitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rangkaian program Pekan Pergerakan Kesehatan Terpadu di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini mengombinasikan penyuluhan nonfisik dan intervensi fisik terapan guna meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia).
Rangkaian kegiatan terpadu tersebut menyasar para lansia di beberapa wilayah, meliputi Desa Trangsan, Desa Klaseman, dan Desa Luwang, dengan fokus penanganan pada gangguan tidur, manajemen nyeri sendi, hingga pemantauan kapasitas kebugaran fisik.
Ketua Kegiatan, Feyza Azzahraan, S.Kes., menjelaskan bahwa intervensi nonfisik diawali pada 6 Juli 2026 di Desa Trangsan dengan memberikan edukasi terkait pentingnya tidur berkualitas. Program ini dirancang untuk meluruskan pandangan konvensional di tengah masyarakat pedesaan yang kerap menganggap penurunan kualitas tidur sebagai konsekuensi alami penuaan yang tidak perlu ditangani.
“Banyak lansia dan keluarga mereka menganggap bahwa penurunan kuantitas tidur, sering terbangun di sepertiga malam, atau pola tidur yang terfragmentasi merupakan konsekuensi alami penuaan yang tidak perlu diintervensi secara medis,” terang Feyza.

Dalam sesi dialog interaktif tersebut, tim Fisioterapis UMS membeberkan faktor biologis dan lingkungan yang memicu gangguan tidur, seperti konsumsi minuman stimulan menjelang malam, rutinitas buruk sebelum tidur, hingga pencahayaan kamar yang menyilaukan. Tim juga membagikan panduan higienitas tidur, teknik relaksasi pernapasan, serta penataan suasana kamar yang menenangkan.
Mitos terkait tidur sempat diakui oleh salah satu peserta Posbindu Desa Trangsan, Wiryo (68), yang selama ini mengira gangguan tidurnya murni akibat faktor usia. “Saya pikir kalau sudah tua ya wajar tidurnya cuma sebentar-sebentar, ternyata kebiasaan saya minum teh pekat setiap malam itu bikin susah tidur,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada edukasi tidur, tim mahasiswa UMS melanjutkan aksi lapangan pada 10 Juli 2026 di Desa Klaseman dan Desa Luwang dengan memberikan pelatihan manajemen nyeri lutut akibat penderita osteoartritis (OA) atau pengapuran sendi.
Para lansia dibimbing untuk mempraktikkan latihan penguatan otot sekitar lutut, edukasi kontrol berat badan ideal untuk mengurangi beban mekanis sendi, serta teknik penggunaan kompres hangat sebagai langkah pertolongan mandiri di rumah tanpa ketergantungan obat kimia pereda nyeri.
Manfaat kompres hangat ini dirasakan langsung oleh Karni (70), peserta asal desa setempat. “Biasanya, kalau lutut mulai ngilu, saya langsung mencari obat pereda nyeri. Setelah diajari cara kompres hangat ini, nyerinya lumayan berkurang dan otot rasanya lebih rileks,” kata Karni.
Sebagai penutup rangkaian intervensi fisik, tim mengadakan Tes Kebugaran Rockport berupa Six-Minute Walking Test di Posyandu ILP Ngudi Waras VI, Dukuh Tumpeng, Desa Luwang. Pengujian ini bertujuan menilai tingkat kebugaran kardiorespiratori serta kapasitas fungsional lansia secara objektif. Hasil evaluasi mencatat tingkat ketahanan fisik peserta berada dalam kategori baik, dengan catatan evaluasi perlunya sosialisasi penggunaan alas kaki yang tepat untuk mencegah risiko cedera otot.
Seluruh rangkaian Pekan Pergerakan Kesehatan Terpadu ini kemudian resmi ditutup pada 11 Juli 2026 melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis, yang difokuskan pada optimalisasi kesehatan penderita diabetes melitus dan hipertensi di wilayah sasaran.