Membangun Peradaban Umat: MPW PCM Kerjo Gelar Ikrar Wakaf Strategis untuk Dakwah

Membangun Peradaban Umat: MPW PCM Kerjo Gelar Ikrar Wakaf Strategis untuk Dakwah

muhammadiyakaranganyar.or.id, Kerjo — Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo kembali memperkuat fondasi organisasi dengan menggelar prosesi ikrar wakaf yang khidmat. Berlokasi di Resto Chili Wangi, Kerjo, kegiatan yang berlangsung pada Selasa (05/05/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pemanfaatan aset produktif bagi kemaslahatan umat di masa depan.

Acara yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran MPW Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, para Wakif (pemberi wakaf), saksi-saksi, Pleno PCM, serta anggota MPW PCM Kerjo dengan total kehadiran 20 personel.

Ketua PCM Kerjo, Budi Sambodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para Wakif yang telah mempercayakan hartanya untuk dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijaga keutuhan dan kebermanfaatannya.

“Terima kasih atas kepercayaan Wakif untuk mewakafkan tanahnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Tentu ini sebagai amanah yang harus dijaga keutuhan dan kebermanfaatannya,” ujar Budi Sambodo. Ia juga menegaskan bahwa tindakan berwakaf bukan sekadar menyerahkan aset, melainkan sebuah langkah nyata dalam menyusun bata peradaban. “Lewat wakaf, sama saja kita sedang membangun peradaban umat ke masa depan,” tambahnya.

BACA JUGA: PCM Karanganyar Perkuat Aset Pendidikan Lewat Wakaf Tanah Suwarni

Apresiasi senada datang dari Ketua MPW PDM Karanganyar, Sarwana. Ia memuji kinerja MPW PCM Kerjo yang dinilai progresif dalam mengelola administrasi dan pelayanan wakaf. Sarwana mengakui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah di wilayah Kerjo sangatlah tinggi, yang terbukti dengan kerelaan warga menyerahkan aset tanah untuk kepentingan dakwah.

“MPW PCM Kerjo memang hebat. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat Kerjo terhadap Muhammadiyah. Semoga ini menjadi amal jariyah para Wakif dan menjadi pelecut semangat bagi teman-teman MPW PCM Kerjo,” ungkap Sarwana. Ia juga memohon maaf jika dalam proses pelayanan administrasi selama ini masih terdapat kekurangan atau keterlambatan.

Prosesi ikrar yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kerjo, Eko Hartanto, S.Ag., mencakup dua bidang tanah strategis. Pertama, tanah seluas 862 meter persegi atas nama almarhum Sunarno dengan nomor SHM 2112, yang diperuntukkan bagi pembangunan Gedung Dakwah. Kedua, tanah seluas 505 meter persegi atas nama Sutopo dengan nomor SHM 01698, yang diproyeksikan untuk Gedung IPHI Kerjo demi kemaslahatan umat.

Selain wakaf berupa tanah, pertemuan tersebut juga mengulas potensi besar mengenai wakaf uang. Resdhy, perwakilan dari MPW setempat, menjelaskan bahwa wakaf uang merupakan materi proyeksi masa depan yang sangat menjanjikan bagi kemandirian organisasi.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara wakaf uang dan wakaf melalui uang. Dalam sistem wakaf uang, pokok modal harus tetap utuh dan tidak boleh berkurang, sementara manfaat yang disalurkan berasal dari hasil pengelolaan atau investasi modal tersebut. Sebaliknya, wakaf melalui uang berarti uang yang terkumpul langsung dibelanjakan untuk proyek fisik tertentu.

“Wakaf uang lebih fleksibel dibandingkan wakaf tanah karena mulai dari Rp10.000 saja masyarakat sudah bisa berwakaf tanpa tergantung ruang dan waktu,” jelas Resdhy. Di lingkungan PCM Kerjo sendiri, inovasi ini mulai diadopsi oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya MIM Bloran yang telah berinisiasi mengembangkan program wakaf uang tersebut.

Kontributor: Resdhy

Perluas Manfaat Kurban, PCM Gondangrejo dan Lazismu Karanganyar Sosialisasikan Program RendangMu

Perluas Manfaat Kurban, PCM Gondangrejo dan Lazismu Karanganyar Sosialisasikan Program RendangMu

muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo terus berupaya mengoptimalkan syiar dakwah sosial melalui penguatan program filantropi. Bersinergi dengan Badan Pengurus (BP) Lazismu Karanganyar, PCM Gondangrejo menggelar sosialisasi program “Infaq RendangMu” pada Kamis, 30 April 2026.

Acara yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo ini dihadiri oleh jajaran penting persyarikatan, mulai dari pengurus Lazismu PCM Gondangrejo, Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Gondangrejo, pengurus Kantor Layanan (KL) Lazismu, hingga Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondangrejo, Dra. Yayuk Kristiningsih beserta jajarannya. Turut hadir pula para Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Gondangrejo.

Kegiatan dibuka dengan renungan rohani melalui kultum surat Al-‘Asr yang disampaikan oleh Sekretaris PCM Gondangrejo, Suharna. Dalam sambutannya, Ketua PCM Gondangrejo, Drs. Edi Pupon, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tim Lazismu tingkat daerah. “Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada BP Lazismu PDM Karanganyar yang berkenan hadir untuk menguatkan program ini di tingkat akar rumput,” ungkap Edi Pupon.

Ketua BP Lazismu Karanganyar, Zaki, memaparkan secara detail mengenai Instruksi PDM Nomor 190/INS/III.0/A/2026 tentang Instruksi QurbanMu. Ia menjelaskan bahwa saat ini Muhammadiyah memiliki tiga skema kurban. Pertama adalah kurban konvensional (daging segar), kedua kurban 3T (penyaluran hewan ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal), serta ketiga adalah kurban yang dikelola menjadi RendangMu.

Zaki menekankan bahwa program RendangMu memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas dan fleksibel. “Dengan program RendangMu, daging kurban dapat ditasyarufkan ke daerah terdampak bencana sewaktu-waktu. Meski dalam bentuk kemasan, shohibul qurban tetap mendapatkan hak bagiannya yang biasanya diterima sekitar satu bulan setelah hari raya,” jelas Zaki.

Lebih lanjut, Zaki menjelaskan adanya perluasan program berupa “Infaq RendangMu” dengan nominal minimal Rp50.000. Program ini bertujuan melibatkan lebih banyak partisipan, termasuk siswa AUM, guru, karyawan, hingga pimpinan persyarikatan. BP Lazismu Karanganyar menargetkan perolehan Infaq RendangMu sebesar Rp5.000.000 untuk wilayah PCM Gondangrejo.

Drs. H. Romdloni, M.Hum., perwakilan PDM Karanganyar bidang Dikdasmen, turut memberikan penguatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak ikhlas. “Kepala AUM harus bersinergi dengan KL Lazismu dalam pengelolaan infaq pendidikan. Pimpinan Ranting juga harus aktif berdakwah dan tidak berhenti menimba ilmu melalui kajian-kajian pimpinan,” tegas Romdloni.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif warga Muhammadiyah Gondangrejo dalam menyukseskan program kurban nasional semakin meningkat, demi kemaslahatan umat yang lebih luas.

Berapi-api dan Menghibur, Tausiyah Juliyatmono Hidupkan Kajian Ahad Pagi PRM Sedayu

Berapi-api dan Menghibur, Tausiyah Juliyatmono Hidupkan Kajian Ahad Pagi PRM Sedayu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Kegiatan Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sedayu, yang merupakan bagian dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, berlangsung khidmat sekaligus menggembirakan di Masjid IC Sholah bin Muhammad Jurbu’a, Ahad (3/5/2026) pukul 06.00–07.00 WIB. Acara ini dihadiri lebih dari 300 jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga orang tua, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kajian.

Kehadiran sejumlah tokoh turut menambah semarak kegiatan ini. Ketua PCM Jumantono beserta beberapa jajaran pimpinan hadir langsung, disertai pengurus PRM dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sedayu. Selain itu, Kepala Desa Sedayu juga turut hadir dan berbaur bersama jamaah, memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana terasa hidup dan penuh kemeriahan. Hal ini tidak lepas dari gaya penyampaian materi oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan IV, Drs. H. Juliyatmono, MM., MH., yang dikenal komunikatif dan bersemangat. Pembawaannya yang berapi-api, disertai contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, kerap mengundang gelak tawa para jamaah tanpa mengurangi kekhidmatan kajian.

Dalam tausiyahnya, Juliyatmono menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tetapi juga memberikan dampak kebaikan bagi orang lain. “Jangan berhenti jadi pribadi yang baik saja, namun jadilah pula orang yang berdampak baik bagi orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengutip firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 104 yang mendorong umat Islam untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menurutnya, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui aktivitas berorganisasi, khususnya dalam Muhammadiyah.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa salah satu indikator baik buruknya seseorang dapat dilihat dari perkataannya. “Baik buruknya seorang manusia ditentukan salah satu indikatornya adalah melalui perkataannya,” tegasnya.

Dalam penyampaiannya yang santai namun penuh makna, ia beberapa kali menyelipkan ilustrasi kehidupan masyarakat yang relevan, sehingga jamaah merasa dekat dengan materi yang disampaikan. Tidak jarang, suasana kajian dipenuhi tawa hangat, mencerminkan penerimaan jamaah terhadap pesan yang disampaikan secara ringan namun mengena.

Selain itu, Juliyatmono mengingatkan hakikat kehidupan manusia yang bersifat sementara. Dunia hanyalah tempat persiapan menuju kehidupan yang kekal. “Sejatinya manusia ada di dunia ini hanya sementara, di dunia ini adalah tempat untuk bersiap menyambut mati kita,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kesadaran spiritual dengan memperbanyak rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebagaimana terkandung dalam QS Ali Imran ayat 133-134. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat lima waktu.

“Sebagai penutup, tertibkan salat kita agar hidup kita menjadi baik, terkhusus salat lima waktu kita,” pesannya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan menggembirakan. Para jamaah tampak menyimak dengan seksama, sekaligus menikmati suasana kajian yang penuh semangat, kemeriahan, dan kebersamaan.

Kajian Ahad Pagi PRM Sedayu diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan umat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menguatkan Akar, Meluaskan Dampak: Semangat Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah

Menguatkan Akar, Meluaskan Dampak: Semangat Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang mendalam bagi seluruh kader, termasuk Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar. Dalam perjalanan panjang yang hampir satu abad ini, Pemuda Muhammadiyah telah menorehkan jejak pengabdian yang tidak ringan—menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan dakwah di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Bagi PDPM Karanganyar, momentum ini seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan selamat semata. Lebih dari itu, milad ke-94 menjadi titik jeda untuk menengok kembali arah gerak organisasi: sejauh mana peran dakwah amar ma’ruf nahi munkar telah dijalankan secara konsisten? Seberapa kuat akar ideologis yang tertanam dalam setiap kader? Dan sejauh mana kontribusi nyata telah diberikan untuk masyarakat Karanganyar secara khusus, serta bangsa Indonesia secara umum?

Tema “bertumbuh dan mengakar untuk Indonesia jaya” mengandung makna yang dalam dan visioner. Bertumbuh berarti terus bergerak, berkembang, dan berinovasi dalam menjawab tantangan zaman. Sementara mengakar mengisyaratkan pentingnya fondasi nilai yang kokoh—nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan yang tidak mudah goyah oleh arus pragmatisme dan individualisme. PDPM Karanganyar dituntut untuk mampu memadukan keduanya: menjadi organisasi yang dinamis sekaligus berprinsip.

Refleksi ini juga mengajak seluruh kader untuk kembali menyadari bahwa perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk besar dan monumental. Justru, kerja-kerja kecil yang dilakukan dengan istiqamah—membina ranting, menghidupkan kajian, menggerakkan aksi sosial, hingga merangkul generasi muda—adalah akar-akar yang akan menguatkan pohon besar bernama Pemuda Muhammadiyah. Dari akar yang kuat itulah, pertumbuhan yang sehat akan tercipta.

Di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan perubahan sosial yang cepat, PDPM Karanganyar memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pelopor gerakan pemuda yang progresif dan solutif. Kader-kadernya harus mampu menjadi jembatan antara nilai dan realitas, antara idealisme dan implementasi. Dengan demikian, Pemuda Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Milad ke-94 ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, memperdalam refleksi, dan memperluas aksi. PDPM Karanganyar perlu terus meneguhkan langkahnya—bertumbuh dengan gagasan, mengakar dengan nilai, dan berbuah dengan karya nyata. Dengan semangat kolektif dan keikhlasan dalam berjuang, bukan tidak mungkin Pemuda Muhammadiyah akan terus menjadi kekuatan moral dan sosial yang membawa Indonesia menuju kejayaan yang dicita-citakan.

Akhirnya, refleksi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah baru yang lebih matang dan terarah. Sebab sejatinya, usia bukan hanya tentang angka, melainkan tentang sejauh mana makna dan kontribusi mampu dihadirkan untuk umat, bangsa, dan peradaban.

Fastabiqul khairat.

Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Aisyiyah Bolon 1 Sambangi Basarnas Surakarta

Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini, Puluhan Siswa TK Aisyiyah Bolon 1 Sambangi Basarnas Surakarta

muhammadiyakaranganyar.or.id, Puluhan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bolon 1 menunjukkan antusiasme luar biasa saat melakukan kunjungan edukasi ke kantor Basarnas Surakarta yang berlokasi di Colomadu, Karanganyar, pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program puncak tema profesi yang bertujuan untuk mengenalkan tugas-tugas kemanusiaan sekaligus menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini.

Tiba sekitar pukul 08.00 WIB, anak-anak yang mengenakan seragam olahraga berwarna cerah langsung disambut oleh para petugas Basarnas yang mengenakan seragam khas berwarna oranye. Keceriaan tampak di wajah para siswa saat mereka diajak berkeliling untuk melihat lebih dekat berbagai perlengkapan penyelamatan yang dimiliki oleh lembaga tersebut.

Kegiatan diawali dengan pemutaran film edukasi mengenai tugas pokok Basarnas dalam menangani kecelakaan dan bencana, baik di darat, laut, maupun udara. Selain itu, anak-anak diberikan pemahaman mengenai prosedur keamanan saat terjadi gempa bumi. Uniknya, metode penyampaian materi mitigasi ini dilakukan melalui lagu dan gerakan interaktif agar mudah diingat oleh anak-anak.

Petugas Basarnas, Anggraeni Fentiastuti menjelaskan bahwa memperkenalkan profesi penyelamat dan langkah-langkah keselamatan kepada anak usia dini sangatlah krusial. Menurutnya, kesadaran akan potensi bencana harus dibangun sedini mungkin agar anak-anak tidak panik saat menghadapi situasi darurat.

BACA JUGA: Mendidik Generasi Emas: Parenting Inspiratif di TK Aisyiyah Bolon 1

Kepala TK Aisyiyah Bolon 1, Istiqomah S.Pd, menyampaikan bahwa pemilihan Basarnas sebagai lokasi kunjungan tidak hanya didasari oleh relevansi materi pelajaran, tetapi juga lokasi kantor yang strategis dan dekat dengan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat menumbuhkan jiwa yang berani dan memiliki rasa peduli terhadap sesama.

Kegembiraan siswa semakin memuncak saat mereka diperbolehkan mencoba berbagai peralatan keselamatan. Nahila, salah satu murid TK Aisyiyah Bolon 1, mengaku sangat senang karena bisa merasakan pengalaman mengenakan perlengkapan profesional.

Kunjungan edukatif ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan armada mobil rescue Basarnas. Sebagai penutup yang berkesan, para siswa tidak pulang menggunakan kendaraan sekolah, melainkan diantar kembali menuju sekolah menggunakan truk operasional Basarnas, yang disambut dengan sorak-sorai riang para siswa.

Kontributor: Puspitasari Dwi Ariyanti, S.Psi