Pendidikan
muhammadiyakaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah cabang olahraga (cabor) Pencak Silat dalam ajang bergengsi Muhammadiyah Games perdana. Perhelatan olahraga tingkat nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 14-19 Mei 2026 mendatang, berpusat di Edutorium K.H Ahmad Dahlan UMS.
MU Games merupakan inisiasi besar dari Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Selain Pencak Silat, kompetisi ini mempertandingkan lima cabang olahraga lainnya, yakni Bola Voli, Panahan, Atletik, Tenis Meja, dan Bulu Tangkis. Ajang ini menjadi momentum strategis bagi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk menunjukkan bakat dan prestasi mereka.
Fasilitas Kelas Dunia Menjadi Alasan Utama
Koordinator Cabor Pencak Silat, Ulin Niam, menjelaskan bahwa pemilihan UMS sebagai lokasi pertandingan bukan tanpa alasan. Menurutnya, infrastruktur yang dimiliki UMS, khususnya Edutorium, sangat mumpuni untuk menggelar ajang berskala besar.
“Edutorium UMS mampu menampung kapasitas yang banyak. Hal ini krusial karena cabor pencak silat membutuhkan banyak gelanggang, terlebih ini adalah event skala nasional,” ungkap Ulin pada Rabu (29/4).
Selain faktor fasilitas, rekam jejak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Unit 003 UMS menjadi poin penguat. Organisasi tersebut dinilai memiliki pengalaman matang dalam mengelola turnamen pencak silat, baik di lingkungan internal persyarikatan maupun kompetisi resmi di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Persiapan Matang Menuju Hari H
Ulin menambahkan bahwa pihak panitia telah melakukan persiapan teknis sejak beberapa bulan lalu demi menjamin kelancaran acara. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para atlet yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Pihak panitia saat ini tengah melakukan koordinasi intensif terkait birokrasi dan kesiapan lapangan. Ulin menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah memastikan aspek kelayakan venue dan kenyamanan bagi seluruh peserta yang berkompetisi di lapangan nantinya.
Kategori Lomba dan Antusiasme Peserta
Cabor pencak silat dalam MU Games kali ini akan mempertandingkan beberapa kategori menarik, di antaranya:
Tanding Fighter: Jenjang SMP hingga Mahasiswa.
Tanding Fighter Bebas Beregu: Khusus tingkat Mahasiswa.
Kategori Seni: Tunggal Tangan Kosong dan Seni Ganda untuk seluruh tingkatan.
Menariknya, sistem penilaian yang akan digunakan adalah sistem presentasi. Selain berkompetisi, UKM Tapak Suci UMS juga dijadwalkan tampil memeriahkan upacara pembukaan MU Games yang akan dipusatkan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Hingga 29 April 2026, tercatat sebanyak 424 peserta telah mendaftarkan diri. Bagi para atlet yang belum mendaftar, panitia masih membuka kesempatan hingga batas akhir pendaftaran pada 5 Mei 2026.
Penulis/Kontributor: Affiq/Humas UMS
Berita, PCM Colomadu
muhammadiyakaranganyar.or.id, Ratusan anak muda dari wilayah Kecamatan Colomadu dan Kota Surakarta memadati halaman SMP Muhammadiyah 7 Colomadu pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti kajian pemuda bertajuk #Hari Ini Singgah, Besok Lebih Terarah dengan tema inspiratif “Langkah Kecil Hari Ini, Menentukan Arah Besar Esok Hari”.
Acara yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Colomadu ini hadir sebagai oase bagi generasi zilenial yang merindukan konten keislaman namun tetap relevan dengan dinamika zaman. Konsep yang diusung pun terbilang unik, yakni menggunakan format “tongkrongan” yang santai, interaktif, dan jauh dari kesan kaku.

Sekitar 200 jamaah muda tampak antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Suasana hangat menyelimuti diskusi yang mengalir seputar problematika kehidupan, pergaulan masa kini, hingga makna hijrah yang bisa diimplementasikan dalam keseharian.
Kajian ini merupakan kolaborasi apik dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah di wilayah Colomadu, meliputi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Colomadu, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Colomadu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang Colomadu.
Hadir sebagai pengisi utama adalah Dio A Diadon, seorang musisi asal Yogyakarta yang juga aktif sebagai marbot di Real Masjid Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Dio menekankan bahwa pendekatan yang ramah dan menyenangkan adalah kunci utama dalam mengenalkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

Menurut pandangan Dio, fenomena anak muda yang menjauhi pengajian seringkali dipicu oleh faktor kemasan dakwah yang kurang menarik. “Anak muda menjauhi pengajian bukan karena agamanya, tapi karena orang-orang yang membawa Islamnya. Kalau Islam dibawakan dengan cara yang menyenangkan, anak muda justru senang dengan Islam,” ungkap Dio secara lugas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dakwah tidak harus selalu berupa ceramah satu arah. Metode alternatif seperti melalui media musik, permainan, hingga obrolan santai di tempat nongkrong justru seringkali lebih efektif merasuk ke dalam sanubari anak muda.
Selain aspek metode dakwah, Dio juga memberikan pesan moral mengenai pentingnya menjaga diri dari perbuatan maksiat. Ia menegaskan bahwa kemaksiatan seringkali menjadi penghalang nyata bagi kesuksesan seseorang. Tak lupa, ia mengingatkan peserta bahwa rezeki tidak melulu soal materi. Teman yang saleh, kesehatan yang terjaga, serta lingkungan yang suportif dalam kebaikan adalah bentuk rezeki yang tak ternilai harganya.

Senada dengan semangat tersebut, Ketua PCNA Qoanitah Apriliana, S.Pd. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Ia menginginkan adanya keberlanjutan dari gerakan ini dalam membina moralitas generasi muda.
“Kegiatan semacam ini bukan hanya awal, tetapi akan mengawali dan terus dilanjutkan untuk anak muda supaya generasi muda menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan senantiasa khoirunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya),” ujar Qoanitah Apriliana, S.Pd. dalam sambutannya.
Melalui inisiatif ini, AMM Colomadu bertekad menjadikan kajian Islam sebagai ruang singgah yang nyaman bagi siapa saja. Harapannya, nilai-nilai agama dapat diserap secara alami tanpa membuat pemuda merasa digurui atau terasing dari dunianya sendiri.
Kontributor: Yonanda Sukma Wardana, S.Sos., M.Si.
Berita, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Setiap pertemuan pada akhirnya akan bermuara pada perpisahan, namun tidak semua perpisahan meninggalkan kehilangan. Ada yang justru menjadi gerbang menuju perjalanan baru yang lebih luas. Dalam nuansa haru dan kebanggaan, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar menyelenggarakan Akhirussanah siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa, 5 Mei 2025, bertempat di Hotel Anaya Azana Boutique Tawangmangu.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, Dikdasmen, serta Komite Sekolah, yang turut menjadi saksi perjalanan akhir para siswa dalam menapaki jenjang pendidikan menengah.
Acara dibuka dengan sebuah visualisasi dan tata lighting yang epik dan ikonik, menghadirkan suasana yang seolah membawa hadirin menyusuri kembali perjalanan para siswa sejak langkah pertama hingga titik kelulusan. Dilanjutkan dengan parade dewan guru, yang tampil sebagai simbol ketulusan dan dedikasi para pendidik dalam membimbing setiap proses tumbuh siswa.
Suasana semakin hidup dengan berbagai penampilan seni dari peserta didik. Tarian dari siswa kelas XI mengalir lembut, menghadirkan pesan perpisahan yang tersirat dalam setiap gerakan. Sementara Muhi Band menghidupkan suasana dengan alunan musik yang membalut emosi, menjadikan momen ini terasa lebih hangat dan berkesan.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah penayangan film pendek perpisahan, yang merangkai kenangan dalam bingkai visual—tentang tawa, perjuangan, dan cerita yang telah dilalui bersama. Film tersebut menjadi cermin perjalanan, sekaligus pengingat bahwa setiap langkah kecil di masa sekolah akan selalu menjadi bagian dari cerita besar kehidupan.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Sumarwanto menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelulusan siswa kelas XII. Dengan penuh haru, beliau secara simbolis menyerahkan kembali tanggung jawab pendidikan kepada orang tua siswa, sebagai tanda bahwa satu fase telah selesai dan fase berikutnya siap dimulai.
Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, akan menemukan waktunya untuk dihargai.
Akhirussanah ini bukan sekadar seremoni penutup, melainkan sebuah perayaan perjalanan—tentang proses belajar, tumbuh, dan menjadi. Dari ruang kelas menuju panggung kehidupan, para siswa kini melangkah dengan bekal ilmu dan pengalaman.
Karena sejatinya, perpisahan bukanlah akhir. Ia adalah titik koma—tempat jeda sebelum kalimat panjang kehidupan kembali dilanjutkan
Berita, PCM Gondangrejo
muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Semangat spiritual warga Desa Wonosari tampak membara pada Ahad (10/5/2026) pagi. Sebanyak 250 jamaah memadati Balai Desa Wonosari untuk mengikuti agenda rutin Pengajian Ahad Pagi Pekan ke-2 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wonosari, Cabang Gondangrejo.
Menghadirkan Ketua MUI Kebakkramat, Ustaz H. Sukma Mujahid sebagai pemateri utama, pengajian kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni “Pahala Shalat Berjamaah Subuh dan Mendatangi Majelis Ta’lim”. Kehadiran Sukma disambut hangat oleh jamaah yang sudah berkumpul sejak fajar menyingsing.

Dalam tausiyahnya, Sukma menekankan bahwa shalat Subuh berjamaah merupakan tolak ukur kekuatan iman seorang Muslim sekaligus sumber keberkahan hidup. Beliau menjelaskan bahwa langkah kaki yang diayunkan menuju masjid di waktu gelap akan menjadi cahaya yang sempurna pada hari kiamat kelak.
Selain membahas tentang shalat, Sukma juga menguraikan betapa mulianya orang-orang yang meluangkan waktu untuk mendatangi majelis ilmu. Menurutnya, majelis ta’lim adalah taman surga di dunia yang mampu mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama secara komprehensif. Beliau menambahkan bahwa setiap langkah menuju tempat pengajian akan menggugurkan dosa-dosa kecil dan mengangkat derajat seseorang di sisi Tuhan.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Kegembiraan terpancar dari wajah jamaah yang hadir dari berbagai latar belakang usia. Tidak hanya mendapatkan siraman rohani, kesadaran berinfaq jamaah juga patut diacungi jempol. Panitia mencatat total infaq yang terkumpul pada pagi tersebut mencapai Rp. 997.500. Dana ini nantinya akan dikelola untuk mendukung berbagai kegiatan dakwah dan sosial PRM Wonosari.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas membludaknya jumlah kehadiran warga. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara ulama dan umara di wilayah Gondangrejo menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh jamaah diajak untuk menikmati makan pagi bersama yang telah disediakan oleh panitia di area Balai Desa. Momen makan bersama ini menjadi ajang konsolidasi informal bagi warga Muhammadiyah Wonosari untuk saling sapa dan memperkuat kerukunan antarwarga. Acara berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU) sukses menyelenggarakan prosesi Capping Day 2026 sebagai simbol kesiapan ratusan mahasiswa memasuki dunia praktik klinik. Agenda sakral yang berlangsung di Auditorium UMPKU Surakarta pada Rabu (6/5/2026) ini diikuti oleh 276 mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan disaksikan secara daring oleh orang tua mahasiswa.
Capping Day bukan sekadar seremoni akademik biasa. Dalam pendidikan tenaga kesehatan, tahapan ini merupakan transisi krusial bagi mahasiswa dari pembelajaran teori di kelas menuju praktik profesional langsung di lapangan. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat para mahasiswa mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk komitmen moral dan etis sebelum terjun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Rektor UMPKU Surakarta, Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes., Ph.D., dalam amanatnya menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme adalah fondasi utama bagi seorang tenaga kesehatan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menyiapkan mental dan fisik dengan sebaik mungkin selama menjalani praktik klinik.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjaga kesehatan, membangun komunikasi yang efektif dengan pembimbing akademik maupun klinik, serta menjunjung tinggi nama baik almamater,” ujar Weni Hastuti.
Ia juga menambahkan bahwa menjaga privasi pasien sesuai dengan kode etik profesi merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar. Weni Hastuti pun berpesan agar mahasiswa tidak melupakan kekuatan doa dalam setiap langkah mereka. “Jangan lupakan peran doa restu orang tua dalam setiap langkah pengabdian,” tuturnya dalam kutipan tidak langsung saat memberi pengarahan kepada peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Capping Day 2026, Suyanti, S.Kep., Ns., S.Tr.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan internalisasi nilai-nilai agama.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menjalankan praktik klinik dengan penuh tanggung jawab, mengaplikasikan ilmu secara optimal, serta menginternalisasi nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan dalam praktik pelayanan kesehatan,” ungkap Suyanti.
Secara rinci, sebanyak 276 peserta Capping Day tahun ini terdiri dari 25 mahasiswa D3 Keperawatan, 154 mahasiswa D IV Keperawatan Anestesiologi, 54 mahasiswa S1 Keperawatan, 30 mahasiswa S1 Gizi, dan 14 mahasiswa S1 Kebidanan.
Melalui Capping Day 2026 ini, UMPKU Surakarta kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi untuk berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.