KabarMu, Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Geografi, Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menyerahkan dokumen peta desa kepada Pemerintah Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Penyerahan peta ini merupakan bagian dari Program Seribu Peta Desa yang diinisiasi untuk memperkuat perencanaan pembangunan wilayah berbasis data geospasial yang akurat dan berkelanjutan.
Langkah ini diambil guna menjawab keterbatasan dokumen spasial di tingkat desa, yang selama ini krusial dalam pengambilan keputusan, inventarisasi aset, hingga pemetaan potensi wilayah.
Program pengabdian masyarakat ini digarap oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Hian Risnandar, Hananta Rinang Damar Pamuji, Shofia Husnul Latifah, Marvella Rizqnita Ersida, Debita Kamila Eka Ramadhani, Dinda Ayu Saputri, Ibnu Sina Ramadhan, dan Muhamad Raudhul Zinan. Tim tersebut bergerak di bawah bimbingan dosen Program Studi Geografi UMS, Agus Anggoro Sigit, S.Si., M.Si.
Dosen Pembimbing, Agus Anggoro Sigit, menjelaskan bahwa program ini merupakan kontribusi konkret perguruan tinggi dalam menyajikan informasi geospasial yang mutakhir bagi pemerintah desa.
“Peta desa dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, pengelolaan potensi wilayah, penyusunan kebijakan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap pemerintah desa dapat memanfaatkan peta sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terarah,” ujar Agus pada Senin (13/7/2026).
Ia juga menambahkan bahwa UMS berharap kolaborasi dengan Pemerintah Desa Waru dapat terus terjalin erat melalui berbagai program pengabdian masyarakat lainnya di masa depan.
Apresiasi tinggi datang dari pihak pemerintah setempat. Kepala Desa Waru, H. Padijo Siswo Martono, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras tim mahasiswa dan dosen UMS. Menurutnya, peta yang diterima akan langsung difungsikan sebagai dokumen penunjang administrasi desa.
“Peta ini memberikan informasi yang lebih sistematis dan komprehensif. Keberadaannya akan memudahkan kami dalam penyusunan program pembangunan desa, inventarisasi aset, pelayanan administrasi, hingga pengembangan potensi lokal,” jelas Padijo.
Dengan adanya penyerahan dokumen spasial ini, Program Studi Geografi ums.ac.id berharap dapat mendorong terwujudnya evidence-based development atau pembangunan berbasis bukti nyata di tingkat desa. Penyerahan peta tersebut diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol kuatnya sinergi kemitraan antara akademisi dan pemerintah desa.
KabarMu, Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kecamatan Juwiring. Langkah kolaboratif multipihak ini diambil guna memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi tingginya risiko bencana banjir di wilayah Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui implementasi program bertajuk “Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana”.
Dosen Pendamping PPK Ormawa, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengungkapkan bahwa rangkaian koordinasi strategis telah berjalan mulus. Audiensi bersama BPBD Kabupaten Klaten dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Juwiring pada Kamis (9/7/2026).
“Program ini merupakan kolaborasi antara IMM FKIP UMS, IMM Fakultas Teknik UMS, dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana banjir,” ujar Siti Azizah, Minggu (12/7/2026).
Dalam audiensi di Kantor BPBD Klaten, tim mahasiswa memaparkan sejumlah inovasi teknologi tepat guna yang akan diterapkan di Desa Carikan. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan Flood Early Warning System (FEWS) atau sistem peringatan dini banjir, pemetaan partisipatif wilayah rawan banjir, serta program penguatan kapasitas masyarakat lokal melalui pendekatan yang inklusif.
Siti Azizah berharap, keterlibatan aktif BPBD dapat memperkokoh aspek teknis mitigasi bencana di lapangan agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama membangun ketangguhan desa.
Senada dengan hal itu, Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa, Damar Yekti Calista Farica Mariono, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar berfokus pada pengadaan alat, melainkan pada aspek kesiapsiagaan sumber daya manusia.
“Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memiliki perangkat pendukung mitigasi bencana, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi banjir secara mandiri,” jelas Damar.
Dukungan penuh juga mengalir dari birokrasi setempat. Saat menerima audiensi yang melibatkan perwakilan Ringsatu–Juwiring Bersatu, perangkat desa, serta tokoh masyarakat, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Juwiring, Hastuti Murwaningsih, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi seluruh proses koordinasi di Desa Carikan.
“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dalam membangun sistem ketangguhan bencana yang berkelanjutan,” tutur Hastuti.
Sebagai langkah konkret terdekat, tim PPK Ormawa IMM UMS dijadwalkan akan menggelar pelatihan kebencanaan komprehensif pada 15-16 Juli 2026, yang diikuti dengan pendampingan intensif selama masa implementasi program.
Komitmen keberlanjutan program ini ditutup dengan pernyataan optimistis dari Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yuliyanti, S.T., M.T. Pihaknya memastikan akan menerjunkan tim untuk mengawal jalannya simulasi kebencanaan di akhir program.
“BPBD Kabupaten Klaten siap membantu dan berkolaborasi dengan Tim Pelaksana PPK Ormawa, khususnya dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya penguatan ketangguhan masyarakat di Desa Carikan,” pungkas Haris.
KabarMu, Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Surakarta berkontribusi aktif dalam menyukseskan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di halaman Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (11/7/2026). Langkah ini merupakan kolaborasi nyata antara Puskesmas Gatak, BPJS Kesehatan, dan UMS dalam menekan angka risiko penyakit kronis pada lansia.
Kegiatan bulanan ini diikuti oleh sedikitnya 50 peserta yang merupakan anggota aktif PROLANIS dari berbagai desa di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Mayoritas peserta merupakan penyandang penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Dosen pendamping kegiatan dari UMS, Farid Rahman, SSt.Ft., M.Or., Ftr., menjelaskan bahwa PROLANIS menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif yang berkesinambungan bagi pasien penyakit kronis di tingkat fasilitas kesehatan pertama.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif melalui pemantauan kesehatan berkala, edukasi, aktivitas fisik, serta pendampingan peserta dalam mengelola penyakitnya secara mandiri,” ujar Farid saat memberikan keterangan pada Minggu (12/7/2026).
Farid menambahkan, keterlibatan mahasiswa UMS dalam agenda ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berperan mendampingi peserta selama aktivitas fisik dan memberikan edukasi kesehatan langsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam PROLANIS selama 45 menit yang dipandu instruktur berpengalaman. Dalam sesi ini, mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMS secara sigap mendampingi para lansia yang membutuhkan bantuan menjaga keseimbangan tubuh demi menghindari risiko jatuh. Senam rutin tersebut terbukti bermanfaat mengendalikan tekanan darah bagi penderita hipertensi, meningkatkan sensitivitas insulin bagi penderita diabetes melitus, serta menjaga kelenturan sendi.
Setelah aktivitas fisik, mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker UMS memberikan penyuluhan taktis mengenai pola makan sehat, kepatuhan konsumsi obat secara disiplin, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan laboratorium berkala. Sebagai informasi, Puskesmas Gatak menjadwalkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) setiap hari Selasa pada minggu pertama setiap bulannya, serta pemeriksaan laboratorium rutin setiap tiga hingga enam bulan sekali.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Suwahyo (76), salah satu peserta penderita hipertensi, mengaku kondisi tubuhnya membaik secara signifikan setelah disiplin mengikuti kegiatan ini.
“Dulu tekanan darah saya sering tinggi. Setelah rutin ikut kegiatan PROLANIS, ikut senam dan kontrol kesehatan sekarang tekanan darah saya sudah lebih terkontrol,” tutur Suwahyo. Nada serupa juga diutarakan Heni Astuti (72) yang merasa sangat terbantu setelah menjadi anggota PROLANIS selama sepuluh tahun terakhir.
Kendati demikian, tim pengabdian UMS mencatat sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa kendala utama yang ditemukan di antaranya adalah masih rendahnya kesadaran sebagian peserta untuk hadir secara konsisten, serta keterbatasan sarana transportasi bagi lansia dengan mobilitas terbatas yang sangat bergantung pada bantuan keluarga untuk menuju lokasi kegiatan. (Maysali/Humas)
KabarMu, Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar pelatihan karier bertajuk Career Booster #7. Mengangkat tema “Optimasi LinkedIn dan Strategi Memasuki Dunia Kerja Kesehatan Masyarakat”, kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (11/7/2026).
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini diinisiasi untuk membekali para mahasiswa aktif serta calon alumni UMS agar siap bersaing di dunia kerja profesional. Program ini fokus pada penguatan aspek personal branding, pemanfaatan platform LinkedIn secara optimal, hingga pemetaan peluang kerja di sektor kesehatan masyarakat.
Untuk memberikan wawasan praktis, IKA Kesmas UMS menghadirkan dua pemateri kompeten, yaitu Dinar Latifah (Dinar Lala) selaku Gen Z Career Coach sekaligus Top 20 LinkedIn Influencers 2026, serta Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., Dosen Kesmas UMS yang juga penggerak Miracle Hub Indonesia.
Ketua IKA Alumni Prodi Kesehatan Masyarakat UMS, Purwo Setiyo Nugroho, S.K.M., M.Epid., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai jembatan transisi bagi mahasiswa sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana.
“Tujuan kami adalah menyiapkan para calon alumni sekaligus menyambung silaturahmi antargenerasi alumni Kesmas UMS. Melalui Career Booster ini kami ingin menjadi jembatan agar mahasiswa memiliki gambaran yang jelas sebelum lulus,” ujar Purwo pada Minggu (12/7/2026).
Purwo menambahkan, IKA Kesmas berkomitmen penuh bersinergi dengan program studi untuk menjadikan Career Booster sebagai agenda wajib menjelang setiap gelombang wisuda. Mengingat wisuda di UMS dilaksanakan empat kali dalam setahun, pelatihan ini ditargetkan berjalan rutin minimal empat kali setahun dengan variasi topik pengembangan karir yang relevan.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh perwakilan Prodi Kesmas UMS, Anisa Catur Wijayanti, S.KM., M.Epid. Menurutnya, dinamika industri saat ini menuntut lulusan untuk berpikir luas dan tidak membatasi diri pada sektor-sektor konvensional.
Pada sesi materi pertama, Dinar Lala mengupas tuntas pentingnya personal branding di era digital. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah pencitraan buatan, melainkan representasi otentik dari kompetensi dan nilai profesional seseorang.
“LinkedIn bukan hanya tempat mencari kerja. Platform ini merupakan gabungan antara CV digital, personal branding, dan komunitas profesional. Banyak kesempatan karir datang dari sana, sehingga mahasiswa perlu mulai mengoptimalkannya sejak sekarang,” kata Dinar.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ayu Khoirotul Umaroh memaparkan data konkret dari hasil tracer study internal prodi. Ia mematahkan stigma bahwa peluang kerja lulusan kesehatan masyarakat sempit dan hanya berputar di Puskesmas atau Dinas Kesehatan.
Ayu menunjukkan bahwa alumni Kesmas UMS tersebar luas di berbagai sektor, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri manufaktur, rumah sakit, BPJS Kesehatan, kementerian, NGO, hingga lembaga internasional.
Di akhir pemaparannya, Ayu mengingatkan pentingnya menyeimbangkan tiga pilar utama bagi pencari kerja baru, yakni peningkatan kompetensi diri, perluasan jejaring (networking), serta keaktifan dalam mencari peluang. Jika pilar-pilar ini dibangun bersamaan, transisi lulusan dari bangku kuliah menuju dunia industri akan berjalan jauh lebih mulis.
Berita, PCM Colomadu, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon sukses menyelenggarakan agenda Awalussanah di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (11/07/2026). Momentum memasuki tahun ajaran baru ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu, Seno Ariyanto, guna menyelaraskan visi pendidikan antara madrasah dan wali murid.
Dalam sambutannya, Seno Ariyanto memberikan sorotan tajam mengenai arah dan esensi pendidikan Islam, khususnya di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam yang sesungguhnya tidak boleh berhenti pada tataran transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan harus mengakar pada pembentukan karakter dan akhlakul karimah.
“Pendidikan Islam di madrasah Muhammadiyah dirancang bukan sekadar untuk mencetak generasi yang pintar secara akademik, tetapi untuk melahirkan generasi yang memiliki fondasi tauhid dan adab yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua di rumah dan guru di madrasah adalah kunci mutlak. Pendidikan Islam tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada pihak sekolah,” papar Seno Ariyanto di hadapan ratusan wali murid yang hadir.

Seno juga mengapresiasi langkah MIM Digdaya Bolon yang mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Madrasah dalam Penanaman Adab”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan visi pendidikan berkemajuan yang terus digaungkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Pesan Ketua PCM Colomadu tersebut sejalan dengan pemaparan materi dari Keynote Speaker, Dr. Miftakhul Huda, M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan I FKIP UMS. Dalam presentasinya, ia menegaskan prinsip mendasar bahwa adab adalah fondasi dari ilmu.
“Ilmu memberi kita arah, adab memberi kita keberkahan,” tegas Miftakhul Huda. Ia memaparkan bahwa ilmu tanpa adab akan melahirkan kesombongan, sementara ilmu yang diiringi dengan adab akan melahirkan kebermanfaatan.

Lebih lanjut, Miftakhul Huda menguatkan pesan terkait sinergi, di mana pendidikan adab adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ia mengingatkan filosofi penting bahwa orang tua adalah madrasah pertama bagi anak, sedangkan guru berperan sebagai madrasah penguat.
Melalui kolaborasi yang erat antara PCM Colomadu, elemen madrasah, dan wali murid, MIM Digdaya Bolon diharapkan mampu menjadi pelopor lembaga pendidikan dasar Islam yang unggul, melahirkan generasi penerus umat yang cerdas pikirannya, kuat imannya, dan mulia adabnya.