muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar pelatihan karier bertajuk Career Booster #7. Mengangkat tema “Optimasi LinkedIn dan Strategi Memasuki Dunia Kerja Kesehatan Masyarakat”, kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (11/7/2026).
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini diinisiasi untuk membekali para mahasiswa aktif serta calon alumni UMS agar siap bersaing di dunia kerja profesional. Program ini fokus pada penguatan aspek personal branding, pemanfaatan platform LinkedIn secara optimal, hingga pemetaan peluang kerja di sektor kesehatan masyarakat.
Untuk memberikan wawasan praktis, IKA Kesmas UMS menghadirkan dua pemateri kompeten, yaitu Dinar Latifah (Dinar Lala) selaku Gen Z Career Coach sekaligus Top 20 LinkedIn Influencers 2026, serta Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., Dosen Kesmas UMS yang juga penggerak Miracle Hub Indonesia.
Ketua IKA Alumni Prodi Kesehatan Masyarakat UMS, Purwo Setiyo Nugroho, S.K.M., M.Epid., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai jembatan transisi bagi mahasiswa sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana.
“Tujuan kami adalah menyiapkan para calon alumni sekaligus menyambung silaturahmi antargenerasi alumni Kesmas UMS. Melalui Career Booster ini kami ingin menjadi jembatan agar mahasiswa memiliki gambaran yang jelas sebelum lulus,” ujar Purwo pada Minggu (12/7/2026).
Purwo menambahkan, IKA Kesmas berkomitmen penuh bersinergi dengan program studi untuk menjadikan Career Booster sebagai agenda wajib menjelang setiap gelombang wisuda. Mengingat wisuda di UMS dilaksanakan empat kali dalam setahun, pelatihan ini ditargetkan berjalan rutin minimal empat kali setahun dengan variasi topik pengembangan karir yang relevan.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh perwakilan Prodi Kesmas UMS, Anisa Catur Wijayanti, S.KM., M.Epid. Menurutnya, dinamika industri saat ini menuntut lulusan untuk berpikir luas dan tidak membatasi diri pada sektor-sektor konvensional.
Pada sesi materi pertama, Dinar Lala mengupas tuntas pentingnya personal branding di era digital. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah pencitraan buatan, melainkan representasi otentik dari kompetensi dan nilai profesional seseorang.
“LinkedIn bukan hanya tempat mencari kerja. Platform ini merupakan gabungan antara CV digital, personal branding, dan komunitas profesional. Banyak kesempatan karir datang dari sana, sehingga mahasiswa perlu mulai mengoptimalkannya sejak sekarang,” kata Dinar.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ayu Khoirotul Umaroh memaparkan data konkret dari hasil tracer study internal prodi. Ia mematahkan stigma bahwa peluang kerja lulusan kesehatan masyarakat sempit dan hanya berputar di Puskesmas atau Dinas Kesehatan.
Ayu menunjukkan bahwa alumni Kesmas UMS tersebar luas di berbagai sektor, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri manufaktur, rumah sakit, BPJS Kesehatan, kementerian, NGO, hingga lembaga internasional.
Di akhir pemaparannya, Ayu mengingatkan pentingnya menyeimbangkan tiga pilar utama bagi pencari kerja baru, yakni peningkatan kompetensi diri, perluasan jejaring (networking), serta keaktifan dalam mencari peluang. Jika pilar-pilar ini dibangun bersamaan, transisi lulusan dari bangku kuliah menuju dunia industri akan berjalan jauh lebih mulis.















