Benchmarking ke UKM Malaysia, UMS Targetkan Penguatan Ekosistem Riset Dunia

Benchmarking ke UKM Malaysia, UMS Targetkan Penguatan Ekosistem Riset Dunia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat ekosistem akademik kompetitif di kancah internasional. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Senin (6/7/2026) di Persada Canselori, Bangi, Malaysia, guna memperluas jaringan kolaborasi lintas negara.

Kunjungan strategis yang mendampingi Wakil Rektor IV Prof. Dr. dr. Em Sutrisna ini diterima langsung oleh Vice Chancellor UKM, Prof. Datuk Dr. Sufian Jusoh. Pertemuan tingkat tinggi tersebut berfokus pada penguatan kerja sama konkret di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, internasionalisasi, hingga peningkatan kapasitas editor serta reviewer jurnal ilmiah.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik yang menduduki peringkat 130 dunia versi QS World University Rankings, UKM menjadi mitra strategis UMS. Tercatat, sinergi akademik kedua institusi telah terbangun konsisten sejak 2018 dan berhasil menelurkan 67 publikasi ilmiah terindeks Scopus yang melibatkan 14 dosen UMS. Di antara para akademisi tersebut, Prof. Agus Sudaryanto menjadi kontributor utama dari UMS dengan capaian 22 artikel ilmiah kolaboratif.

Vice Chancellor UKM, Prof. Datuk Dr. Sufian Jusoh, mengapresiasi kontribusi riset ilmuwan UMS. Dalam diskusi tersebut, ia mendorong adanya pertukaran posisi editorial board antar-kedua universitas serta membagikan resep UKM dalam menjaga reputasi global, termasuk kewajiban setiap dosen menghasilkan minimal empat publikasi Scopus per tahun serta standardisasi ketat untuk meraih jabatan profesor.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari nota kesepahaman yang ada, kedua belah pihak sepakat meluncurkan program lecture exchange (pertukaran dosen tamu) dalam waktu dekat.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa hasil benchmarking ini akan menjadi cetak biru penting bagi UMS dalam membangun budaya riset yang kuat, kejelasan target publikasi, dan sistem pembinaan karier akademik yang berorientasi mutu.

“Implementasi kerja sama merupakan kunci utama. Kami ingin kemitraan antara UMS dan UKM terus melahirkan publikasi bersama, pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan jurnal bereputasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Prof. Harun.

Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Adaptasi Iklim Hadapi Suhu Ekstrem Global

Guru Besar UMS: Indonesia Perlu Adaptasi Iklim Hadapi Suhu Ekstrem Global

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Masyarakat Indonesia diimbau untuk segera memperkuat strategi adaptasi iklim dan tidak sekadar waspada dalam menghadapi fenomena gelombang panas (heatwave) global yang kian ekstrem. Langkah mitigasi yang konkret dinilai krusial guna membangun ketahanan wilayah di tengah ancaman nyata perubahan iklim saat ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Guru Besar Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., merespons gelombang panas ekstrem di Eropa yang belakangan ini menembus suhu di atas 40 derajat Celsius hingga memicu kebakaran hutan dan gangguan kesehatan massal.

Menurut Prof. Kuswaji, meski karakter iklim tropis membuat Indonesia kecil kemungkinan mengalami heatwave dengan karakteristik yang persis sama seperti di Eropa, ancaman kenaikan suhu tetap mengintai tanah air.

“Yang lebih mungkin terjadi di Indonesia adalah meningkatnya jumlah hari dengan suhu maksimum tinggi, indeks panas yang semakin besar karena kelembapan udara tinggi, serta meningkatnya risiko kekeringan ketika terjadi El Niño,” jelas Prof. Kuswaji pada Senin (6/7/2026).

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kombinasi suhu tinggi dan kelembapan udara yang pekat di Indonesia justru dapat membuat tekanan panas (heat stress) terasa lebih berat dibandingkan wilayah berudara kering. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia yang menaikkan suhu rata-rata bumi secara global.

Kondisi tersebut diperparah oleh pesatnya alih fungsi lahan di kawasan perkotaan, seperti di Solo Raya, Jawa Tengah. Dominasi infrastruktur beton dan aspal serta minimnya ruang terbuka hijau memicu fenomena Urban Heat Island (pulau panas perkotaan) yang membuat suhu pusat kota jauh lebih tinggi daripada daerah bervegetasi.

Dampak dari lonjakan suhu ini dinilai merugikan berbagai sektor vital, mulai dari penurunan produktivitas pertanian akibat krisis air, pembengkakan konsumsi energi untuk pendingin ruangan, hingga risiko kesehatan serius bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan pekerja lapangan.

Menyikapi ancaman ini, Guru Besar UMS tersebut mendorong pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata, salah satunya dengan memperkuat sistem peringatan dini terhadap suhu ekstrem dan indeks panas secara rutin kepada publik. Pembangunan wilayah juga didorong untuk tidak sekadar mengejar target ekonomi, melainkan wajib mengutamakan daya dukung lingkungan melalui tata ruang yang adaptif dan pelestarian ruang hijau.

Di sisi lain, perguruan tinggi diharapkan mengambil peran strategis melalui riset berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh untuk memetakan wilayah rentan. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan tata ruang yang lebih hijau dan aplikatif.

“Pelajarannya bukan menunggu suhu mencapai 45 derajat Celsius, melainkan mulai membangun kota yang lebih hijau, menjaga sumber daya alam, dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk beradaptasi sejak hari ini,” pungkasnya.

PMB UMS 2026 Tembus 23 Ribu Pendaftar dari Sabang Sampai Merauke

PMB UMS 2026 Tembus 23 Ribu Pendaftar dari Sabang Sampai Merauke

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) semakin memperkokoh posisinya sebagai kampus tujuan berskala nasional. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS 2026, minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke kampus terakreditasi Unggul ini melonjak tajam, dengan sebaran pendaftar yang mencakup wilayah dari Sabang sampai Merauke.

Hingga Jumat, 4 Juli 2026, data sistem mencatat sebanyak 23.843 calon mahasiswa telah mendaftar, di mana 5.417 pendaftar di antaranya tercatat sudah menyelesaikan proses registrasi resmi. Menariknya, gelombang pendaftar tidak lagi didominasi oleh calon mahasiswa dari Pulau Jawa, melainkan meluas dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Koordinator One Day Service (ODS) UMS, Alif Rahmat Yudha Putra, S.Kom., mengungkapkan bahwa meskipun persaingan masuk ke UMS terbilang ketat, peluang calon mahasiswa untuk diterima di kampus ini sebenarnya masih terbuka sangat lebar.

“Sejumlah program studi masih membuka kuota penerimaan sehingga dapat menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi di kampus yang telah terakreditasi unggul dan memiliki jejaring nasional maupun internasional,” jelas Alif pada Senin (6/7/2026).

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi salah satu klaster yang saat ini masih menyediakan daya tampung cukup luas. UMS memastikan seluruh program studi di bawah naungan FKIP masih membuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru yang ingin bergabung.

Selain FKIP, Fakultas Agama Islam (FAI) juga menawarkan peluang yang sama besarnya. Berbagai program studi unggulan di bawah FAI—seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Ekonomi Syariah, serta Ilmu Quran dan Tafsir—dilaporkan masih memiliki sisa kuota penerimaan yang memadai.

Pilihan strategis lain yang dapat dibidik adalah Fakultas Geografi. Program studi Geografi dan Sistem Informasi Geografis dinilai sangat potensial bagi calon mahasiswa, seiring tingginya kebutuhan industri akan ahli keilmuan kebumian, tata ruang, dan lingkungan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan saat ini.

Secara teknis, nilai ambang batas kelulusan atau passing grade hasil Computer Based Test (CBT) untuk program studi di bawah FKIP, FAI, dan Fakultas Geografi saat ini terpantau masih berada di rata-rata angka 400.

Dengan memilih program studi yang memiliki peluang keterimaan lebih besar, calon mahasiswa dapat menerapkan strategi ini untuk meningkatkan kans lolos menjadi bagian dari keluarga besar UMS. Pihak kampus menjamin seluruh mahasiswa nantinya akan mendapatkan kualitas pembelajaran yang setara, didukung oleh dosen berkompeten, fasilitas modern, program magang, serta jejaring kerja sama nasional hingga internasional.

Perkuat Kolaborasi, UMS dan UNDIP Gelar Laga Tenis Persahabatan di Semarang

Perkuat Kolaborasi, UMS dan UNDIP Gelar Laga Tenis Persahabatan di Semarang

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya memperkuat jejaring dan hubungan antarlembaga melalui berbagai kegiatan informal yang membangun kebersamaan. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pertandingan tenis persahabatan bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) yang digelar di Lapangan Tenis UNDIP, Tembalang, Semarang.

Agenda yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua perguruan tinggi terkemuka di Jawa Tengah tersebut.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama mantan Rektor UNDIP, Prof. Ir. Sudharto P. Hadi, M.E.S., Ph.D., turut hadir langsung di lapangan dan ikut serta memeriahkan pertandingan persahabatan ini.

Inisiatif pertemuan ini awalnya digagas oleh Kepala Departemen Teknologi Informasi UMS, Bana Handaga, M.T., Ph.D., bersama sahabatnya yang merupakan Guru Besar Departemen Teknik Mesin UNDIP, Prof. Dr. Sulistyo, S.T., M.T. Berangkat dari kesamaan hobi di bidang olahraga tenis, gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi ajang silaturahmi resmi antar-civitas academica kedua kampus.

Bagi pihak UMS, momentum kebersamaan di luar aktivitas akademik ini menjadi bagian penting dari strategi mempererat hubungan baik dengan perguruan tinggi mitra. Aktivitas ini diharapkan dapat mencairkan komunikasi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang di masa depan.

“Olahraga bersama seperti ini adalah cara terbaik untuk meruntuhkan sekat formalitas. Selain badan sehat, silaturahmi antar-kampus pun terjalin semakin kuat,” ujar Bana Handaga saat dikonfirmasi mengenai jalannya kegiatan tersebut.

Suasana kekeluargaan terasa kental sepanjang acara berlangsung. Seusai bertanding, para peserta dari kedua belah pihak berkumpul menikmati hidangan khas Pati, nasi gandul, sambil berbincang santai. Kebersamaan tersebut ditutup dengan hiburan musik organ tunggal yang mengiringi para dosen dan tenaga kependidikan untuk bernyanyi bersama.

Nuansa informal yang terbangun dalam kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antarkampus tidak selalu harus berawal dari meja rapat formal, melainkan bisa dijalin erat melalui interaksi sosial yang sehat.

Melalui kegiatan tenis persahabatan ini, UMS berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan UNDIP dapat terus berkembang kokoh. Hubungan ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya berbagai kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.

Bahagia Cup 2 UMS 2026: Tim Jenderal Sudirman Sukses Sabet Gelar Juara

Bahagia Cup 2 UMS 2026: Tim Jenderal Sudirman Sukses Sabet Gelar Juara

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Jenderal Sudirman berhasil keluar sebagai juara pertama dalam turnamen sepak bola internal Bahagia Cup 2 Tahun 2026 yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kompetisi yang mempertemukan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ini berlangsung di Lapangan Psikologi UMS pada Jumat hingga Sabtu, 3–4 Juli 2026.

Ajang yang diinisiasi oleh Tim DOSKAR UMS FC ini bertujuan untuk membangun budaya kerja yang sehat, harmonis, dan kolaboratif di lingkungan universitas dengan mengusung semangat kebersamaan, sportivitas, serta kebahagiaan.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang menutup langsung turnamen sekaligus menyerahkan piala, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari kompetisi ini melampaui sekadar kemenangan di lapangan.

“Bahagia Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi media untuk memperkuat persaudaraan dan kolaborasi antardosen maupun tenaga kependidikan,” ungkap Ihwan pada sesi penutupan, Sabtu (4/7/2026).

Ihwan menambahkan, melalui aktivitas olahraga seperti ini, sivitas akademika UMS diharapkan dapat terus menjaga kesehatan, kebugaran, dan kebahagiaan fisik mereka sehingga mampu mendukung produktivitas serta kinerja yang prima di tempat kerja.

Turnamen tahun ini diikuti oleh lima tim yang bertanding ketat, yaitu Tim Mas Mansur, Tim AR Fakhrudin, Tim Jenderal Sudirman, Tim Buya Hamka, dan Tim KH Ahmad Dahlan. Keunikan dari Bahagia Cup 2 terletak pada sistem penyusunan pemain yang tidak berbasis pada unit kerja. Setiap tim yang terdiri dari tujuh pemain dibentuk secara acak, mempertemukan kombinasi dosen, tendik, hingga petugas keamanan dalam satu kesebelasan demi mencerminkan kolaborasi lintas unit.

Berdasarkan hasil akhir klasemen kompetisi, Tim Jenderal Sudirman mengamankan posisi puncak setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Posisi kedua ditempati oleh Tim AR Fakhrudin, disusul oleh Tim Buya Hamka di peringkat ketiga. Sementara itu, Tim KH Ahmad Dahlan harus puas menempati posisi keempat dan Tim Mas Mansur berada di posisi kelima.

Selain piala utama, panitia juga menganugerahkan penghargaan individu kepada para pemain yang tampil impresif. Gelar pencetak gol terbanyak (top scorer) sukses diraih oleh Dayang, sementara predikat penjaga gawang terbaik disematkan kepada Alfiandy. Kedua pemain berprestasi tersebut merupakan bagian dari skuad juara, Tim Jenderal Sudirman.

Ke depan, manajemen UMS menegaskan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan olahraga internal guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisik sivitas akademika.

“Selain sepak bola, UMS juga memfasilitasi berbagai cabang olahraga lain seperti bulu tangkis dan tenis sebagai wadah untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan,” pungkas Ihwan.