UMS Modernisasi Produksi Batik Desa Wisata Jarum Klaten Lewat Teknologi Tepat Guna

UMS Modernisasi Produksi Batik Desa Wisata Jarum Klaten Lewat Teknologi Tepat Guna

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyerahkan bantuan teknologi tepat guna kepada para perajin batik di Desa Wisata Jarum, Kabupaten Klaten, Jumat (17/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memodernisasi proses produksi batik, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ergonomis bagi pelaku industri kreatif daerah.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA., menyampaikan bahwa penerapkan teknologi tepat guna menjadi solusi nyata kampus dalam menjawab tantangan spesifik perajin di lapangan.

“Penerapan teknologi tepat guna merupakan salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Melalui inovasi ini, kami berharap produktivitas dan daya saing batik Desa Wisata Jarum semakin meningkat,” ujar Aflit, Rabu (29/7/2026).

Sebelumnya, para perajin batik di Desa Wisata Jarum menghadapi sejumlah tantangan produksi, seperti penggunaan tungku konvensional yang minim aspek keselamatan kerja, fasilitas duduk yang kurang ergonomis sehingga memicu kelelahan, hingga proses pelorotan lilin (nglorot) yang membutuhkan waktu dan tenaga besar.

Menjawab tantangan tersebut, Tim UMS secara simbolis menyerahkan sejumlah perangkat modern, di antaranya alat melting wax untuk melunturkan malam (wax) pada kain serta tungku pengukus batik ecoprint. Setelah penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan perawatan alat agar dapat dioperasikan secara optimal.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kabupaten Klaten, Dwi Murwanti, S.E., M.Si., menyambut positif sinergi strategis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat tersebut. Ia mengapresiasi bantuan alat yang dinilai sangat presisi dengan kebutuhan perajin batik lokal.

“Teknologi yang kami terima sangat sesuai dengan kebutuhan para perajin. Kami optimistis alat-alat ini akan membuat proses produksi menjadi lebih cepat, lebih aman, lebih nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas batik yang kami hasilkan,” kata Dwi.

Melalui modernisasi ini, UMS berharap dapat terus mendorong hilirisasi hasil pengabdian masyarakat. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam menguatkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal agar para perajin mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih berdaya saing.

Rakornas Fosma PTMA 2026: Wamendiktisaintek Dorong Pengembangan Ekosistem Riset

Rakornas Fosma PTMA 2026: Wamendiktisaintek Dorong Pengembangan Ekosistem Riset

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem riset di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan (Fosma) PTMA 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (28/7/2026).

Dalam arahannya, Fauzan menilai PTMA memiliki potensi besar dalam dunia penelitian, baik dari segi keragaman bidang riset, kepakaran para akademisi, hingga dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikapitalisasi agar tidak sekadar menjadi kolaborasi administratif, melainkan kerja bersama yang berdampak luas.

“Kalau potensi-potensi ini dikapitalisasi, maka akan menjadi kekuatan dahsyat. Fosma PTMA perlu didorong untuk menjadi ekosistem yang lebih memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” tegas Fauzan.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang periode 2018–2024 ini juga memberikan apresiasi atas langkah progresif Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam mengapitalisasi riset. Melalui skema pendampingan (co-funding), komitmen investasi internal sebesar Rp10 miliar berhasil meraih dana padanan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan nilai yang sama, sehingga total alokasi dana riset mencapai Rp20 miliar.

Fauzan berharap langkah kapitalisasi tidak berhenti pada riset akademik, tetapi juga merambah ke program pengabdian masyarakat melalui pembentukan konsorsium besar PTMA. Dengan penyatuan gerak antara dosen dan mahasiswa, PTMA diharapkan dapat membentuk kekuatan bersama guna menyelesaikan berbagai persoalan prioritas pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengungkapkan bahwa PTMA telah berhasil mengamankan total anggaran senilai Rp50 miliar untuk bidang dosen dan kemahasiswaan. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendukung riset, pengabdian masyarakat, serta kegiatan pengembangan talenta yang berorientasi pada dampak nyata.

Harun menekankan bahwa rekam jejak perkembangan PTMA selama ini didukung kuat oleh bidang akademik. Oleh karena itu, ia mendorong agar Fosma PTMA bertransformasi menjadi wadah lahirnya gagasan dan solusi konkret bagi bangsa.

“Harapannya agar pertemuan ke depan bukan hanya semacam forum silaturahmi, tetapi di dalamnya ada inovasi baru yang terkait dengan pengembangan di bidang kemahasiswaan, talenta, dan inovasi,” kata Harun.

Rakornas Fosma PTMA di UMS Tekankan Komitmen Pengembangan Talenta dan Inovasi

Rakornas Fosma PTMA di UMS Tekankan Komitmen Pengembangan Talenta dan Inovasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem perguruan tinggi unggul melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Silaturahmi Pimpinan Bidang Kemahasiswaan (Fosma) PTMA 2026. Kegiatan nasional tersebut resmi dibuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa (28/7/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (30/7/2026).

Pertemuan strategis yang dihadiri perwakilan bidang kemahasiswaan dari lebih 160 PTMA se-Indonesia ini berfokus pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam merespons tantangan zaman melalui pengembangan talenta dan inovasi.

Ketua Panitia Rakornas Fosma PTMA 2026, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., memaparkan bahwa agenda tahun ini membawa tiga target utama yang terukur demi kemajuan kelembagaan dan lulusan.

“Melalui tema ini, kami berkomitmen untuk mengakselerasi prestasi mahasiswa PTMA di tingkat nasional dan internasional, meningkatkan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat dan negara, serta meningkatkan daya saing lulusan PTMA di tingkat global,” ujar Prof. Ihwan saat menyampaikan laporan kegiatan.

Rakornas kali ini dihadiri oleh jajaran tokoh nasional dan pimpinan institusi, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., serta Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA Dr. Fatimah Sari Siregar, M.Hum.

Dalam pengarahannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mendorong seluruh pimpinan bidang kemahasiswaan PTMA untuk terus memperkuat sinergi inter-institusi demi menjawab tantangan kualitas lulusan. Ia membagikan model tata kelola di UMS yang mengintegrasikan tiga pilar utama: akademik, kemahasiswaan, dan pengembangan talenta inovasi.

“Talenta inovasi adalah kunci utama melahirkan akademisi yang berdampak dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut di bidang riset dan inovasi, alokasi anggaran bagi bidang dosen kemahasiswaan di UMS mencapai Rp50 miliar. Arahnya ditujukan ke inovasi dan talenta, agar riset dosen serta kegiatan kemahasiswaan benar-benar memberikan dampak luas,” tegas Harun.

Dukungan atas iklim inovasi di lingkungan PTMA juga disampaikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. Ia menilai daya tahan PTMA di tengah tantangan pendidikan tinggi nasional terletak pada kultur perguruan tinggi swasta yang agile dan efisien.

“Kultur swasta ini memberikan suasana inovasi, keberlanjutan, dan efisiensi kepada mahasiswa. Kebiasaan untuk bertahan dan terus berinovasi inilah yang ditularkan kepada mahasiswa PTMA,” ungkap Bambang.

Sebagai agenda puncak dalam pembukaan Rakornas, turut diluncurkan secara simbolis buku panduan bertajuk “Kampus Berdampak: Model Mengelola Prestasi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah” oleh Wamen Dikti Saintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Fauzan mengapresiasi penerbitan karya tersebut dan berharap buku itu menjadi rujukan standar dalam tata kelola kemahasiswaan di seluruh jaringan PTMA.

“Penulis buku ini memberikan komitmen integritasnya yang tinggi pada institusi melalui penyusunan buku panduan ini. Harapannya, ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan bidang kemahasiswaan PTMA se-Indonesia,” tutur Fauzan.

Safari Dakwah PDM Solo Raya Putaran Ke-5 di Colomadu Hadirkan 500 Jamaah

Safari Dakwah PDM Solo Raya Putaran Ke-5 di Colomadu Hadirkan 500 Jamaah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu sukses menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Safari Dakwah PDM Solo Raya putaran ke-5, Ahad (26/7/2026). Kegiatan puncaknya dipusatkan di Masjid An Nur SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan (PK) Colomadu sejak pukul 06.15 WIB dan dihadiri sekitar 500 jamaah Muhammadiyah serta Aisyiyah se-Kecamatan Colomadu.

Safari dakwah ini merupakan agenda berkelanjutan Majelis Tabligh se-Solo Raya sebagai implementasi program kerja Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang diturunkan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan dieksekusi oleh PCM di tiap kecamatan.

Selain bertujuan mempererat ukhuwah antarmubaligh, kegiatan ini digelar untuk memperluas syiar Islam berkemajuan serta memperkokoh gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang hingga ranting. Program kali ini mengusung tema “Memperkuat Iman, Memperluas Manfaat, Mencerahkan Umat, Membangun Peradaban”.

Ketua PCM Colomadu, Seno Ariyanto, S.E., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada ratusan jamaah yang hadir memenuhi area pengajian Ahad pagi.

“Safari dakwah ini adalah momentum dakwah kita untuk tetap bersemangat tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) dan memajukan persyarikatan. Mohon sumbangsih aktif dari seluruh warga persyarikatan, terutama dalam memakmurkan pengajian Ahad pagi,” ujar Seno.

Rangkaian Safari Dakwah PDM Solo Raya di Colomadu ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Kegiatan diawali pada Sabtu malam di Masjid Assofa, dilanjutkan dengan ikhtiar subuh berjamaah di Masjid Baitussalam Syukur, dan ditutup dengan acara puncak berupa Pengajian Akbar di SMP Muhammadiyah 7 PK Colomadu.

Hadir sebagai penceramah utama, Anggota PDM Boyolali, Ustadz Muhammad Muslih, M.Ag., memaparkan materi mengenai keutamaan waktu membaca tasbih serta pilar penegak Islam berkemajuan. Beliau menjelaskan empat waktu terbaik untuk memuji Allah SWT, yakni satu jam sebelum matahari terbit, setelah matahari tenggelam, setelah magrib, dan setelah isya.

Ustadz Muslih juga menekankan lima kunci penting dalam mewujudkan Islam berkemajuan di tengah masyarakat.

“Pertama, memiliki tauhid yang murni dan kuat, terbebas dari syirik, khurafat, dan tahayul. Kedua, mendalami Al-Qur’an dan As-Sunnah melalui majelis ilmu serta minimal menghafal 40 hadis. Ketiga, konsisten menjalankan gerakan tajdid (pembaharuan). Keempat, menebarkan kasih sayang (rahmat) antarsesama. Serta puncaknya adalah meraih jannah (surga),” terang Ustadz Muslih.

Rangkaian acara pengajian Safari Dakwah ini diakhiri dengan pembagian door prize bagi para jamaah yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga persyarikatan dalam mensukseskan syiar Islam di wilayah Colomadu.

KBIHU ZAM ZAM Karanganyar Ingatkan Jamaah Jaga Kemabruran Haji dan Akhlak

KBIHU ZAM ZAM Karanganyar Ingatkan Jamaah Jaga Kemabruran Haji dan Akhlak

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ZAM ZAM Karanganyar menggelar acara Walimatul Naqiah untuk menyambut kepulangan jamaah haji angkatan tahun 2026 di Solo Steak Resto Jaten, Kabupaten Karanganyar, Ahad (26/7/2026). Kegiatan bertema “Menjaga dan Mempertahankan Haji Mabrur” tersebut diisi dengan silaturahmi, penyerahan sertifikat, hingga pembentukan pengurus forum alumni.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris KBIHU ZAM ZAM, H. Joemadi, ini bertujuan menyamakan visi para alumni haji dalam mempertahankan nilai-nilai ibadah yang telah dilaksanakan di Tanah Suci.

Ketua KBIHU ZAM ZAM, H. Zainal Arifin, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan titik balik spiritual yang menuntut perubahan karakter secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan para alumni untuk terus menjaga nilai kemabruran haji serta muruah di tengah masyarakat.

“Kemabruran haji tidak hanya dinilai saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi justru diuji setelah kembali ke tengah masyarakat. Para jamaah diharapkan mampu menjadi teladan yang baik, menunjukkan perubahan sikap ke arah yang lebih positif, serta konsisten menjaga kesucian akhlak dan perilaku,” ujar Zainal.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan jamaah sekaligus ketua rombongan, H. Eko Daryono, menyampaikan laporan evaluasi rangkaian perjalanan ibadah haji. Ia mengapresiasi kedisiplinan dan kebersamaan seluruh anggota rombongan sejak persiapan hingga kembali ke Tanah Air.

Sebagai langkah konkret mempererat silaturahmi, forum tersebut secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Jamaah Haji Angkatan 2026 KBIHU ZAM ZAM dengan Eko Daryono yang terpilih sebagai Ketua Angkatan. Forum ini dijadwalkan menggelar pertemuan dan kajian rutin setiap empat bulan sekali sebagai sarana penguatan spiritual berkala.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan Sertifikat Dam Hadyu, pembagian suvenir, ramah tamah makan siang bersama, serta doa penutup menjelang Sholat Dzuhur. Seluruh agenda berlangsung dengan tertib dan penuh suasana kekeluargaan.