by | 31 Oct 2026 | KabarMu |

Atasi Krisis Akses di NTT, DPM DRPPS UMS Siapkan Desain Teknis Jembatan Baru

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi pada Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DPM DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan tim pakar ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk merancang jembatan pengganti di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini diambil setelah jembatan utama bentang tujuh meter di wilayah tersebut runtuh total. Penugasan yang bersinergi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini menghadirkan dua pakar Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMS, yakni Ir. Muhammad Ujianto, M.T. dan Furqaan Harjanto, S.T.,M.Eng.

Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung pada 23–26 Oktober 2026, dengan fokus survei geoteknik dan pengukuran fisik lokasi pada Sabtu (24/10/2026). Tim akademisi bekerja sama dengan perangkat desa dan warga setempat di lokasi alur sungai musiman (ephemeral river) yang diapit tebing ngarai batuan kapur (kalkarenit), sekitar empat jam perjalanan dari ibu kota Kupang. Runtuhnya jembatan lama memaksa warga melintasi dasar sungai berbatu yang terjal.

Pakar Teknik Sipil UMS, Ir. Muhammad Ujianto, M.T., menegaskan bahwa kegagalan struktur jembatan lama bukan disebabkan oleh usia bangunan.

“Berdasarkan hasil investigasi forensik di lapangan, keruntuhan ini sama sekali bukan karena faktor usia bangunan.Insiden ini dipicu oleh erosi kavitas atau basal undercutting akibat gerusan arus banjir pada kaki tebing batuan kapur yang berpori (vuggy limestone). Hal inilah yang menyebabkan fondasi pasangan batu pada jembatan lama kehilangan tumpuan (undermining) dan akhirnya patah,” ujar Ujianto, Sabtu (31/10/2026).

Guna mengatasi permasalahan tersebut, tim langsung menyusun dokumen perencanaan teknis (engineering design) jembatan pengganti berbasis riset geoteknik dan geometri ngarai.

Pakar Teknik Sipil UMS, Furqaan Harjanto, S.T., M.Eng., menjelaskan detail rancangan rekayasa yang disiapkan untuk memastikan ketahanan struktur di masa depan.

“Solusi rekayasa yang kami rancang meliputi pembangunan abutment beton bertulang yang ditanam sedalam dua meter ke lantai batuan dasar di bawah sungai. Selain itu, kami mewajibkan pengisian rongga gerusan tebing (cavity infill) dengan beton siklop, serta pengikatan struktur secara kuat ke dinding tebing batuan kapur agar tahan terhadap terjangan banjir bandang di masa mendatang,” jelas Furqaan.

Dokumen perencanaan teknis komprehensif hasil kunjungan lapangan ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait sebagai acuan teknis utama. Hasil rancangan ini diharapkan dapat segera direalisasikan dalam bentuk konstruksi fisik yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan untuk memulihkan akses mobilitas vital masyarakat Desa Tliu.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait