by | 31 Oct 2026 | KabarMu |

Gandeng Pakar Inggris, FKG UMS Bedah Potensi Serat Komposit untuk Kedokteran Gigi Restoratif

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah tamu internasional secara hibrid pada Jumat (30/10/2026). Perhelatan ini menghadirkan ilmuwan biomaterial dari Biomaterials Science, Division of Dentistry, The University of Manchester,Inggris, Professor Jukka Pekka Matinlinna, untuk membedah inovasi fiber-reinforced composite (FRC) atau komposit yang diperkuat serat dalam kedokteran gigi restoratif.

Dalam pemaparannya, Prof. Matinlinna menjelaskan bahwa FRC merupakan kombinasi dua atau lebih material yang menghasilkan sifat fisik dan mekanis lebih unggul, ringan, serta kaku. Serat dalam FRC berfungsi sebagai penghenti keretakan (crack stopper) yang meningkatkan daya tahan serta kekuatan bahan restorasi. Material ini banyak diaplikasikan pada pembuatan gigi tiruan sementara dan permanen, penguat basis gigi tiruan lepasan, hingga splintingperiodontal.

Matinlinna merinci dua kategori serat yang digunakan dalam FRC, yaitu serat alami dari tanaman atau hewan, serta serat sintetis seperti karbon/grafit, nilon, aramid, dan serat kaca. Penerapan material komposit ini dinilai memberikan keuntungan biomekanik yang lebih unggul dibandingkan jika komponen penyusunnya digunakan secara terpisah,khususnya pada kasus klinis dengan kehilangan beberapa gigi.

Meski demikian, Matinlinna menyoroti pentingnya ketepatan teknik manipulasi material untuk meminimalisasi risiko kegagalan klinis. Kesalahan penanganan dapat memicu delaminasi, yakni terlepasnya lapisan resin dari struktur serat.Oleh karena itu, pemahaman mendalam serta pelatihan teknis menjadi kunci utama keberhasilan restorasi FRC di lapangan.

Dekan FKG UMS, Dr. drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG., menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum ini sebagai wujud komitmen kampus dalam memperkuat keterlibatan akademik internasional dan kapasitas penelitian. Ia mendorong para mahasiswa, praktisi, serta peneliti untuk menguasai karakteristik dan batasan FRC agar dapat diaplikasikan secara tepat dalam praktik klinis maupun pengembangan riset inovatif di masa depan.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait