by | 31 Oct 2026 | KabarMu |

Raih Gold Medal ISIF 2026, Tim Fisioterapi UMS Ciptakan Spray Herbal Pereda Nyeri Otot dan Sendi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Lima mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas (Gold Medal) dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang berlangsung di Universitas Indonesia pada 13–18 Oktober 2026. Prestasi tingkat internasional tersebut diraih berkat inovasi pereda nyeri lokal berbahan alami bernama PandaSpray.

Tim yang beranggotakan Laila Ramadhani N.A., Anindita Ismia Putri, Nadya Maulita Putri, Sri Sulistiani T. Ladjidji, dan Rifki Faiz Pratama tersebut mengusung karya ilmiah berjudul “Evidence-Based Herbal Innovation: Pandan Extract Spray for Local Pain Relief”. Inovasi ini memanfaatkan potensi daun pandan (Pandanus amaryllifolius) yang selama ini hanya dikenal luas sebagai bahan pewangi dan perasa makanan.

Perwakilan tim, Nadya Maulita Putri, menjelaskan bahwa gagasan ini bermula dari tingginya kebutuhan masyarakat akan perawatan nyeri otot dan sendi yang praktis, higienis, serta terjangkau secara ekonomis.

“Kami mencari alternatif berbahan alam yang praktis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pandan mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol, saponin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi,” ujar Nadya, Sabtu (31/10/2026).

PandaSpray diformulasikan dari gabungan ekstrak daun pandan, etanol 70 persen, mentol 10 persen, serta aroma lavender dan citrus. Kemasan spray dipilih untuk memudahkan penggunaan mandiri tanpa perlu menyentuh atau mengoleskan bahan secara langsung dengan tangan. Kandungan mentol memberikan efek dingin seketika, sementara minyak atsiri ditambahkan untuk memberikan rasa nyaman saat digunakan.

Proses pengembangan produk meliputi tiga tingkatan pengujian, yakni pembuatan ekstrak dan formulasi, pengujian stabilitas, hingga pengujian keamanan dan efektivitas awal. Pada uji stabilitas selama 28 hari di suhu 4 dan 25 derajat Celsius, produk mempertahankan tingkat keasaman (pH) stabil pada rentang 6,64–6,85. Pengujian keamanan pada 30 relawan sehat juga menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi atau kemerahan pada kulit.

Dalam uji efektivitas awal pada dua kasus sampel, pengaplikasian produk mampu menurunkan skala nyeri secara signifikan dalam waktu 24 jam. Pada kasus nyeri haid, skala nyeri berkurang dari 7 menjadi 3, sedangkan pada kasus nyeri otot pasca-olahraga turun dari skala 7 menjadi 4. Kendati demikian, tim menegaskan bahwa temuan ini masih merupakan tahap awal dan memerlukan uji klinis lanjutan dengan sampel yang lebih luas serta kelompok pembanding.

Nadya mengungkapkan, tantangan utama selama riset terletak pada formulasi presisi kemasan serta analisis kadar senyawa aktif yang belum diukur secara individual. Ke depan, tim berencana menyempurnakan takaran uji klinis,mempelajari mekanisme kerja farmakologis produk, serta mengurus izin edar resmi.

Dosen pembimbing riset, Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis., menyampaikan apresiasi tinggi atas kegigihan para mahasiswa yang tetap mampu berprestasi internasional di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan praktik klinik. Ia berharap karya inovatif ini tidak berhenti pada ajang kompetisi saja, tetapi berlanjut hingga tahap komersialisasi dan menginspirasi civitas akademika lainnya.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait