by | 3 Oct 2026 | KabarMu |

BPJS Kesehatan Goes To Campus: FIK UMS Dorong Mahasiswa Pahami Pentingnya JKN

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong seluruh mahasiswanya untuk memahami pentingnya perlindungan jaminan kesehatan melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Campus yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman, Surakarta, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan edukasi tersebut diselenggarakan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), manfaat kepesertaan, hingga peran strategis mahasiswa bidang kesehatan dalam mendukung keberlanjutan sistem jaminan sosial di Indonesia.

Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan merupakan kebutuhan primer dan syarat mutlak bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa baru, mahasiswa yang tengah menjalani praktik di rumah sakit, maupun yang mengikuti program akademik di luar negeri.

“Beberapa waktu yang lalu, sebetulnya sudah cukup lama, BPJS ini kan menjadi suatu kewajiban. Kita juga sekarang, termasuk mahasiswa baru, kita arahkan semuanya ke BPJS demi menjamin keselamatan dan memberikan rasa aman selama proses pendidikan,” ujar Umi.

Umi berharap kegiatan sosialisasi ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret antara FIK UMS dan BPJS Kesehatan, mengingat ribuan mahasiswa FIK UMS berpotensi besar mendapatkan manfaat dari pemahaman program JKN.

Sementara itu, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surakarta, F. Hardianto Wijoyo, menjelaskan bahwa Program JKN berlandaskan prinsip gotong royong, yaitu peserta yang sehat membantu peserta yang membutuhkan pelayanan medis.

Hardianto menyoroti posisi strategis mahasiswa FIK UMS yang kelak akan berprofesi sebagai tenaga kesehatan, peneliti, maupun birokrat. Menurutnya, pemahaman mengenai akses perlindungan kesehatan sama pentingnya dengan tindakan medis itu sendiri.

“Kalau menjadi seorang bidan desa misalkan, bagaimana masyarakat sekitar kita itu bisa mendapatkan perlindungan dari negara, salah satunya melalui program JKN ini. Paling enggak, sudah mengenal dulu. Misalkan mau jadi peneliti, ada peluang yang memang bisa dikerjasamakan,” jelas Hardianto.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik non-profit yang tidak berorientasi pada laba. Oleh karena itu, keberlanjutan program JKN membutuhkan peran aktif lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga kalangan akademisi.

Dalam konteks akademik, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran dalam mengevaluasi, memberikan masukan, serta melakukan penelitian terkait implementasi Program JKN di tengah masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk memahami prinsip perlindungan diri sejak dini serta mengenal program jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.

Melalui program Goes To Campus ini, mahasiswa FIK UMS diharapkan tidak hanya terlindungi secara finansial dan medis, tetapi juga memiliki wawasan luas dalam mendukung pemerataan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait