by | 8 Oct 2026 | KabarMu |

Dukung Mahasiswa Indonesia di Turki, Tim UMS Luncurkan Buku Saku dan Platform KLIKHMU

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan instrumen buku saku dan platform KLIKHMU guna mendampingi mahasiswa Indonesia di Turki. Langkah ini dirancang untuk memperkuat literasi hukum, kesiapan psikologis, serta pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam menghadapi lingkungan baru.

Ketua Tim PkM-KI UMS, Wardah Yuspin, Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri berhadapan langsung dengan lingkungan hukum, sosial, akademik, dan budaya yang berbeda. Kondisi tersebut menuntut kemampuan adaptasi yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.

“Mahasiswa juga harus memahami aturan administrasi, hubungan kontraktual, perlindungan diri, mekanisme penyelesaian masalah, dan norma sosial di negara tempat studi,” ujar Wardah, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan hasil identifikasi program di Ankara, Turki, mahasiswa Indonesia menghadapi tantangan yang bersifat multidimensional. Pada aspek hukum, persoalan yang kerap muncul mencakup kontrak sewa tempat tinggal, izin tinggal, administrasi mahasiswa asing, etika profesional saat magang, hingga perlindungan data pribadi. Sementara pada aspek psikologis, mahasiswa rentan mengalami culture shock, homesickness, tekanan akademik, dan kesepian. Dari aspek keagamaan, pemahaman komprehensif diperlukan untuk menyikapi keragaman praktik ibadah serta perbedaan mazhab di Turki secara proporsional.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim PkM-KI UMS yang melibatkan pakar BKBH, BKPP, dan tim AIK merancang dua solusi utama. Pertama, menyusun buku saku terintegrasi yang berfungsi sebagai panduan praktis preventif bagi mahasiswa. Kedua, meluncurkan platform konsultasi KLIKHMU untuk memberikan akses bantuan hukum yang mudah dan terdokumentasi.

Platform KLIKHMU dilengkapi berbagai fitur operasional, mulai dari alur pengajuan konsultasi, pengunggahan dokumen, komunikasi interaktif dengan konsultan, penjadwalan, pemantauan perkembangan kasus, hingga penerbitan rekomendasi hukum.

Program yang turut melibatkan kader PCIM Turki dan peserta lokal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman adaptif mahasiswa Indonesia di luar negeri, tetapi juga menjadi wujud jangkauan pengabdian masyarakat UMS pada tingkat internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait