by | 8 Oct 2026 | KabarMu |

UMS Buka Pendaftaran Health Innovation Hackathon 2026, Siapkan Pendanaan Ratusan Juta Rupiah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka pendaftaran UMS Health Innovation Hackathon 2026 sebagai wadah hilirisasi riset kesehatan berbasis deep tech bagi civitas academica dan praktisi. Program ini menyediakan alokasi pendanaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah bagi para peserta.

Direktur Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa ajang ini merupakan langkah strategis UMS dalam menjawab peta jalan riset nasional, khususnya sektor kesehatan yang menjadi salah satu prioritas Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI).

“Hackathon ini bukan sekadar lomba. Ini adalah jawaban strategis UMS terhadap peta jalan riset nasional. Pertanyaannya, bagaimana inovasi yang masih di laboratorium ini bisa menjadi produk yang dipakai masyarakat luas? Jawabannya tentu pada hilirisasi, dan Hackathon inilah jembatannya,” ujar Sarjito dalam sosialisasi program di Surakarta, Rabu (7/10/2026).

Sarjito menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin keilmuan, seperti gabungan kedokteran, farmasi, teknik, informatika, hingga ekonomi. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak boleh berhenti pada tahap purwarupa, melainkan harus memperhitungkan model bisnis, regulasi BPOM, sinergi dengan Kementerian Kesehatan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karya terbaik dari ajang ini juga akan dikurasi untuk mewakili UMS pada KSTI 2026.

Sementara itu, Tim Taskforce UMS Hackathon 2026, Agus Triyono, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kompetisi ini menggandeng tiga mitra industri dan kesehatan, yakni CV Arbain, RS AR Fachruddin, dan PT Likuid Pharmalab Indonesia (LKPI). Para peserta ditantang merancang solusi berbasis masalah nyata yang dihadapi mitra, baik dalam bentuk sistem informasi maupun formulasi produk.

“Di UMS Health Innovation Hackathon, kebutuhan mitra menjadi dasar pengembangan inovasi kesehatan. Pendekatan ini memastikan teknologi yang dikembangkan tidak hanya memiliki nilai kebaruan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata,” kata Agus.

Pendaftaran program ini terbuka bagi tim beranggotakan 3 hingga 6 orang yang terdiri atas minimal dua unsur gabungan antara mahasiswa, dosen, atau praktisi. Proses pengembangan inovasi akan dilalui secara intensif melalui pembekalan, kerja tim, pendampingan, hingga pengujian purwarupa bersama mitra. Pengumpulan proposal dibuka hingga 15 Oktober 2026 melalui laman resmi https://ihub.ums.ac.id/hackathon

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait