by | 14 Oct 2026 | KabarMu |

Edukasi Kelola Sampah, Mahasiswa Kesmas UMS Latih Warga Purwogondo Buat Lubang Biopori

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melatih warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, dalam pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman melalui pengelolaan sampah organik tingkat rumah tangga dan penyerapan air tanah.

Program yang dikemas dalam Program Penelitian dan Pengabdian Organisasi Kemahasiswaan (PPO) tersebut dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026) lalu di Desa Purwogondo dengan melibatkan jajaran pengurus kemahasiswaan, akademisi, serta masyarakat setempat.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kesehatan Masyarakat UMS, Rasyiid Abdul Aziz, menyampaikan bahwa kesadaran lingkungan dapat dibangun melalui langkah-langkah praktis dan mandiri dari lingkup terkecil.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu lubang resapan biopori, tetapi juga mampu membuat dan memanfaatkannya secara mandiri. Pengelolaan sampah organik dan resapan air sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekitar,” ujar Rasyiid, Rabu (14/10/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pendamping Rezania Asyfiradayati, S.K.M., M.P.H., Ketua RW Desa Purwogondo, serta pemateri Yusuf Rendy.

Dalam pemaparannya, Yusuf Rendy menjelaskan bahwa LRB adalah lubang vertikal yang ditanam ke dalam tanah untuk memaksimalkan infiltrasi air sekaligus menjadi wadah penguraian sampah organik. Bahan organik seperti sisa sayuran dan daun kering yang dimasukkan ke dalam lubang secara bertahap akan terurai menjadi kompos alami.

Pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi teori, pemilihan lokasi lubang yang tepat, demonstrasi penggunaan alat bor biopori, hingga praktik pembuatan lubang secara langsung oleh warga. Selain itu, masyarakat diberi pembekalan mengenai tata cara pemeliharaan biopori secara berkala.

Melalui edukasi dan praktik ini, mahasiswa UMS berharap pembuatan LRB dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan bagi warga Desa Purwogondo dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari genangan air.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait