muhammadiyahkaranganyar.or.id, PEKALONGAN — Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan resmi meluncurkan gerakan inovasi bertajuk “Menggerakkan Kaum Muda, Menguatkan Jamaah”. Program strategis ini dirancang untuk merespons tantangan zaman di era digital melalui modernisasi sistem dakwah dan pemberdayaan generasi muda.
Langkah ini diambil guna memperkuat fondasi organisasi di tingkat akar rumput, sekaligus menjawab kebutuhan pembinaan jamaah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti media sosial hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Pengurus LPCRPM PDM Kabupaten Pekalongan, Gusnadi, S.Ak., mengungkapkan bahwa gerakan ini berfokus pada dua pilar utama, yaitu optimalisasi peran pemuda sebagai motor penggerak dan revitalisasi fungsi masjid serta ranting sebagai pusat peradaban umat.

“Di era digital, tantangan dakwah semakin kompleks. LPCRPM Kabupaten Pekalongan hadir sebagai motor penggerak yang menjembatani semangat generasi muda dengan kekuatan jamaah Muhammadiyah,” ujar Gusnadi.
Dalam pilar pengembangan pemuda, program ini meliputi pelatihan kader, digitalisasi dakwah, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk edukasi dan literasi, pendampingan konten kreatif Islami, hingga penguatan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) serta sosial di kalangan kader muda.
Sementara dalam pilar penguatan jamaah, LPCRPM berkomitmen membangun kemandirian cabang dan ranting melalui digitalisasi administrasi, pengembangan basis data (database) jamaah, revitalisasi manajemen masjid, serta penguatan gerakan filantropi berbasis keluarga dan komunitas.
Melalui sinergi lintas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sekolah, kampus, dan komunitas lokal, gerakan ini diharapkan mampu mencetak kepemimpinan muda yang siap membawa dakwah Muhammadiyah menjadi lebih inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.















