muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan benchmarking ke Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat FISIP UNDIP ini bertujuan untuk bertukar praktik baik dalam pengelolaan prodi, penyempurnaan kurikulum, serta penguatan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rombongan UMS dipimpin oleh Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom. Dalam sambutannya, Sidiq menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan upaya untuk ngangsu kaweruh atau belajar dari pengalaman akademis yang telah diterapkan di UNDIP.
“Kami datang dengan semangat belajar, khususnya terkait pengelolaan program studi sarjana dan pascasarjana. Ilmu Komunikasi UMS hingga saat ini masih menjadi salah satu program studi favorit di UMS dengan penerimaan mahasiswa baru yang konsisten berkisar 200–250 mahasiswa setiap tahunnya,” ujar Sidiq. Ia menegaskan tiga fokus utama kunjungan tersebut, yakni pengelolaan prodi, penyusunan kurikulum adaptif, dan perluasan kolaborasi akademik.
Kedatangan tim UMS disambut langsung oleh Kepala Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Dr. Agus Naryoso, S.Sos., M.Si. Agus menyambut positif inisiatif ini dan berharap kedua institusi dapat saling bersinergi demi meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan strategi akselerasi “Lentera FISIP UNDIP” yang dirancang untuk mempercepat pencapaian target pemeringkatan QS World University Rankings.
Sementara itu, Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Nurrist Surayya Ulfa, S.Sos., M.Si., Ph.D., memaparkan struktur kurikulum di prodi S1 yang memiliki dua peminatan utama, yakni Komunikasi Strategis dan Komunikasi Multimedia. Ia menambahkan bahwa prodi S1 UNDIP saat ini tengah mengajukan akreditasi ke LAMSPAK dan bersiap menuju akreditasi internasional ACQUIN.
Diskusi berlanjut pada penguatan jenjang pascasarjana. Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Dr. Yanuar Luqman, menerangkan perbedaan profil lulusan antara S1 dan S2. Menurutnya, jika lulusan S1 disiapkan menjadi asisten peneliti, maka lulusan S2 diarahkan menjadi peneliti independen. UNDIP menerapkan sistem perancangan tesis sejak dini, di mana seminar proposal dilaksanakan pada semester dua agar penelitian dan seminar hasil dapat rampung pada semester tiga.
Merespons hal tersebut, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi FKI UMS, Dr. Dian Purworini, membagikan kekhasan kurikulum UMS, salah satunya mata kuliah Informatika Sosial yang lahir dari kolaborasi internal FKI. Dian berharap perbedaan dan pemaparan dari Magister UNDIP dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan prodi Magister Ilmu Komunikasi UMS yang terhitung masih baru.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Prodi Ilmu Komunikasi UMS berkomitmen untuk menyerap berbagai contoh tata kelola dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memperluas jaring kerja sama akademik antarperguruan tinggi.















