muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Surakarta mengingatkan anak-anak untuk mewaspadai berbagai modus baru penyebaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), terutama yang disamarkan dalam bentuk makanan dan minuman dari orang tidak dikenal.
Himbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi pencegahan narkoba memperingati Hari Anak Nasional yang digelar di SD Muhammadiyah 16 Karangasem (MunasSka) Surakarta serta Lapangan Karangasem, Kamis (23/7/2026).
Kaurmin Satresnarkoba Polresta Surakarta, Ipda Sutarmi, menegaskan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba saat ini tidak lagi hanya mengincar kalangan remaja dan dewasa, melainkan sudah menyasar anak-anak usia 0 hingga 18 tahun.

“Yang penting anak-anak selalu berhati-hati jika bertemu orang yang tidak dikenal dan diberi makanan atau minuman. Kandungan narkoba tidak bisa dikenali hanya dari bentuk atau warna makanan yang menarik, tetapi harus melalui pemeriksaan laboratorium,” tegas Ipda Sutarmi di hadapan para siswa.
Ia mengimbau para siswa agar tidak mudah menerima pemberian makanan atau minuman dari asing, serta segera melapor kepada guru maupun orang tua jika menemukan hal yang mencurigakan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakasat Satresnarkoba Polresta Surakarta AKP Winarsih, S.H., M.H., menjelaskan bahwa paparan NAPZA dapat memicu kerusakan fatal pada organ tubuh vital seperti sistem saraf, jantung, hingga ginjal, selain merusak perilaku dan masa depan anak. Oleh karena itu, perlindungan serta edukasi dini menjadi hak esensial bagi setiap anak.
Sesi edukasi berlangsung interaktif saat AKP Winarsih mengajak siswa berdialog mengenai tanda-tanda seseorang yang terpapar narkoba. Puluhan murid antusias mengajukan pertanyaan, termasuk Emma, siswi kelas V yang juga menjadi reporter Majalah Sigma sekolah setempat.
Usai sosialisasi bahaya narkoba, peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan memainkan aneka permainan tradisional seperti bekelan, dakon, betengan, jamuran, yoyo, hingga lompat tali bersama para guru.
Pejabat Humas SD Muhammadiyah 16 Surakarta, Dwi Rakhmawati, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini sengaja dikemas dengan konsep fun learning.
“Kolaborasi dengan Polresta Surakarta ini menjadi upaya sekolah dalam menanamkan karakter, meningkatkan literasi keselamatan anak, sekaligus membangun kesadaran sejak dini agar siswa mampu melindungi diri dari bahaya NAPZA melalui kegiatan yang menyenangkan,” pungkas Dwi.















