muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Peninjauan Visi dan Kurikulum untuk Tahun Akademik 2027/2028. Langkah strategis ini dilakukan untuk menyelaraskan arah pendidikan perguruan tinggi dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDI) serta perkembangan teknologi terkini.
Kegiatan yang berlangsung melalui metode Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (20/7/2026) tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Mulai dari unsur Pemerintah Daerah Surakarta, Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Solo Raya, LSM kesehatan, Pimpinan Cabang dan Daerah Muhammadiyah Surakarta dan Sukoharjo, pakar kesehatan, entrepreneur, hingga influencer.
Ketua Prodi Kesmas UMS, Izzatul Arifah, S.K.M., M.P.H., menjelaskan bahwa FGD ini memetakan sejumlah masukan strategis. Salah satu poin utamanya adalah dorongan dari instansi mitra untuk memperpanjang durasi Magang dan Praktik Belajar Lapangan (PBL) mahasiswa.
“Sejumlah mitra mengharapkan agar durasi kegiatan tersebut dapat diperpanjang sehingga mahasiswa memiliki waktu yang lebih memadai untuk memahami sistem kerja, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh pengalaman secara lebih matang selama berada di instansi mitra,” ujar Izzatul pada Rabu (22/7/2026).
Izzatul menegaskan, seluruh hasil evaluasi dari FGD tersebut akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam merumuskan kurikulum baru yang lebih adaptif. Pihak mitra juga menyoroti pentingnya kelanjutan kerja sama berbasis indikator terukur serta penguatan etos kerja dan profesionalisme mahasiswa saat berada di lapangan.
Di sisi lain, penguatan kompetensi digital dan komunikasi publik menjadi sorotan penting dalam diskusi. Alumni Kesmas UMS yang juga seorang influencer asal Surakarta, Hestu, mendorong penguatan keahlian public speaking dan pemanfaatan media sosial bagi mahasiswa sebagai sarana edukasi kesehatan publik yang efektif dan kredibel.
Dukungan juga datang dari para pakar dan praktisi. Guru Besar Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Prof. Dr. Heru Subaris Kasjono, S.K.M., M.Kes., menekankan krusialnya integrasi unsur digitalisasi ke dalam mata kuliah untuk menyokong proses pembelajaran lima tahun ke depan.
Sementara itu, Dokter Spesialis Kegawatdaruratan RSO Soeharso, dr. Kshanti Adhitya, Sp.EM., M.M., mengapresiasi langkah UMS yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan industri kesehatan modern.
“FGD ini bisa menyelaraskan visi dengan kebutuhan peningkatan ilmu pengetahuan, dengan harapan lulusan Prodi Kesmas UMS memiliki daya saing global yang berstandar nasional maupun internasional, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kesehatan bangsa,” pungkas dr. Kshanti.















