by | 30 Sep 2026 | KabarMu |

UMS Ditunjuk Jadi Co-Anchor Konsorsium Penanggulangan TBC di Kota Surakarta

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjadi co-anchor dalam konsorsium penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang melibatkan 12 perguruan tinggi di wilayah Surakarta. Pembentukan konsorsium ini digagas oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah bersama Dinas Kesehatan Kota Surakarta guna mempercepat eliminasi TBC berbasis kolaborasi akademis dan kebijakan terintegrasi.

Dalam struktur konsorsium tersebut, Universitas Sebelas Maret (UNS) bertindak sebagai anchor, sementara UMS memegang peran strategis sebagai co-anchor yang bertanggung jawab mengonsolidasikan riset multidisiplin dan pengembangan inovasi.

Ketua Pusat Studi Tuberculosis and Health Disorder Control Program (TBHDCP) UMS, Noor Alis Setiyadi, S.K.M., M.K.M., Ph.D., menyampaikan bahwa keterlibatan UMS merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara dunia akademis dan pemerintah daerah.

“Kami berkomitmen untuk melakukan penguatan riset multidisiplin, inovasi, dan jejaring kolaborasi. Konsorsium ini digagas sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Surakarta dalam mempercepat eliminasi penyakit tuberkulosis melalui mobilisasi sumber daya akademis dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Noor Alis, Rabu (30/9/2026).

Tahapan pembentukan konsorsium ini diawali dengan audiensi bersama di Balai Kota Surakarta pada Jumat (25/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut atas kesepakatan komitmen antara LLDikti Wilayah VI dengan 12 institusi perguruan tinggi di Surakarta untuk menyamakan persepsi mengenai urgensi penanganan TBC secara terintegrasi.

Menurut Noor Alis, gagasan konsorsium lahir untuk menjembatani kesenjangan koordinasi antar-institusi akademik, khususnya dalam penyediaan fasilitas pendukung, akses jaringan lapangan, kepemimpinan intervensi, hingga penerjemahan hasil riset menjadi rekomendasi kebijakan bagi pembuat keputusan.

“Dengan mekanisme orkestrasi kolaborasi ini, kapasitas yang sebelumnya tersebar dapat dikonsolidasikan menjadi kemampuan kolektif untuk menghasilkan penelitian, inovasi, intervensi, dan bukti kebijakan yang relevan bagi penanggulangan TBC di Kota Surakarta,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait