Gandeng Fatoni University, UMS Latih Mahasiswa Thailand Bahasa Indonesia Berbasis Media Digital

Gandeng Fatoni University, UMS Latih Mahasiswa Thailand Bahasa Indonesia Berbasis Media Digital

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis media digital di Provinsi Pattani, Thailand Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 18–25 Juli 2026 ini diikuti oleh puluhan siswa sekolah menengah, mahasiswa, serta dosen setempat.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara PBSI UMS dan Jabatan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia (BMBI) Fatoni University. Inisiatif tersebut digelar sebagai langkah konkret untuk memperkuat dan memperluas penggunaan Bahasa Indonesia di kawasan ASEAN, khususnya wilayah Thailand Selatan.

Rektor Fatoni University, Prof. Madya Dr. Ismail Lutfi Japakiya, memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya mempererat hubungan akademik dan kebudayaan antara Fatoni University dan UMS.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dosen PBSI UMS, Yunus Sulistyono, S.S., M.A., Ph.D., membawakan sejumlah materi, termasuk kuliah umum BIPA, pelatihan keterampilan Master of Ceremony (MC) dan moderator, hingga kursus penulisan artikel ilmiah bereputasi Scopus bagi jajaran dosen Fatoni University.

Puncak acara diisi dengan Kursus BIPA intensif satu hari penuh yang mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Para peserta, yang terdiri atas mahasiswa dan siswa sekolah menengah penutur Melayu Patani, diajak mempraktikkan keterampilan berbahasa Indonesia secara interaktif melalui simulasi podcast, latihan penyiar radio, serta praktik MC.

Yunus menjelaskan bahwa metode berbasis media digital ini sengaja dirancang berbeda dari pembelajaran bahasa konvensional. Peserta dilibatkan secara aktif melalui penggunaan teknologi seperti video, rekaman audio, dan perangkat ponsel pintar.

“Pendekatan ini dipilih untuk menjawab tantangan pembelajaran bahasa asing di kalangan peserta dengan latar belakang kemampuan yang beragam, mulai dari pemula hingga tingkat menengah, sekaligus memperkenalkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang relevan dengan dunia komunikasi dan media masa kini,” ujar Yunus, Kamis (23/7/2026).

Pelaksanaan program ini juga melibatkan dosen Jabatan BMBI Fatoni University yang bertindak sebagai fasilitator pendamping sepanjang rangkaian kegiatan.

Melalui keberhasilan program pengabdian masyarakat internasional ini, UMS dan Fatoni University berharap dapat terus memperkokoh kemitraan strategis antar-lembaga, sekaligus mendorong internasionalisasi Bahasa Indonesia di tingkat regional.

PRA se-Colomadu Gelar Pengajian dan Cek Kesehatan Gratis

PRA se-Colomadu Gelar Pengajian dan Cek Kesehatan Gratis

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Colomadu menyelenggarakan pengajian di Masjid Baiturrohman, Cepogo, Ngasem. Kegiatan ini memadukan penguatan spiritual melalui kajian adab kepada Allah SWT dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para jamaah.

Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Colomadu menggelar pengajian pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 15.00–17.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrohman, RT 01/RW 08 Cepogo, Ngasem. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Colomadu, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-Colomadu, serta para pengurus majelis di lingkungan PCA dan PRA.

Pengajian ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan keimanan bagi para anggota dan kader ‘Aisyiyah. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami nilai-nilai keislaman dan mampu mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Mari Nugrahasih, S.Pd. menyampaikan tausyiah dalam Pengajian PRA se-Kecamatan Colomadu.

Mari Nugrahasih, S.Pd. menyampaikan tausyiah dalam Pengajian PRA se-Kecamatan Colomadu.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua PCA Colomadu, Ani Muntazmahal. Selanjutnya, Ketua PRA Ngasem, Supanti, S.Pd., menyampaikan sambutan sebagai tuan rumah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para pimpinan, anggota, dan jamaah dalam kegiatan pengajian tersebut.

Tausiyah disampaikan oleh Ibu Mari Nugrahasih, S.Pd., dengan tema “Adab kepada Allah SWT”. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menata niat dalam setiap ibadah dan aktivitas. Setiap amal hendaknya dilakukan dengan ikhlas semata-mata untuk mengharapkan keridaan Allah SWT, bukan karena ingin memperoleh pujian atau penilaian dari manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)

Mari Nugrahasih, S.Pd., menjelaskan bahwa satu kegiatan dapat diniatkan untuk beberapa kebaikan sekaligus. Mengikuti pengajian, misalnya, dapat diniatkan untuk menuntut ilmu, mempererat silaturahmi, menjaga kesehatan, dan menguatkan ukhuwah. Namun, seluruh niat tersebut harus tetap bermuara pada tujuan utama, yaitu beribadah dan mencari keridaan Allah SWT.

Empat Pesan Utama dalam Tausiyah

  • Menjaga keikhlasan. Keikhlasan harus dipelihara sejak awal hingga akhir amal. Kebaikan yang telah dilakukan tidak perlu terus-menerus diungkit atau dijadikan alasan untuk memperoleh pengakuan dari orang lain.
  • Mengagungkan dan memuliakan Allah SWT. Sikap ini diwujudkan dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jamaah diajak membiasakan sikap sami‘nā wa aṭa‘nā, yaitu mendengar dan menaati ketentuan Allah dengan penuh kesadaran.
  • Memperbanyak mengingat Allah. Zikir, doa, membaca Asmaul Husna, serta membiasakan adab dalam aktivitas sehari-hari merupakan bentuk nyata dari upaya menghadirkan Allah dalam kehidupan.
  • Menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Rasa takut yang benar akan menjaga seseorang dari kemaksiatan dan mendorongnya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap. Kesadaran ini juga menjadi bekal untuk memperoleh perlindungan Allah di akhirat.

Beliau menegaskan bahwa keikhlasan merupakan proses yang harus terus dipelajari dan dilatih. Ketika seseorang menghadapi rasa malas atau berbagai godaan sebelum melakukan kebaikan, upaya untuk tetap menjalankan amal tersebut menjadi bagian dari perjuangan di jalan yang diridai Allah.

Pada akhir tausiyah, Mari Nugrahasih, S.Pd., mengajak jamaah agar tidak hanya rajin beramal, tetapi juga terus memperbaiki niat, memperbanyak mengingat Allah, serta menjaga rasa takut kepada-Nya. Dengan demikian, setiap ibadah diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih baik dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Jamaah

Petugas Klinik Pratama dan Persalinan Stannum Medika melayani pemeriksaan kesehatan jamaah sebelum pengajian.

Petugas Klinik Pratama dan Persalinan Stannum Medika melayani pemeriksaan kesehatan jamaah sebelum pengajian.

Sebelum pengajian dimulai, para peserta memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung oleh Klinik Pratama dan Persalinan Stannum Medika. Layanan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan jamaah sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.

Suasana layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta Pengajian PRA se-Kecamatan Colomadu.

Suasana layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta Pengajian PRA se-Kecamatan Colomadu.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian informasi mengenai sejumlah agenda terdekat PCA Colomadu. Melalui pengajian ini, seluruh anggota dan kader ‘Aisyiyah diharapkan semakin kuat dalam keimanan, tulus dalam beribadah, peduli terhadap kesehatan, serta aktif menghadirkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dan masyarakat.

Penulis dan fotografer: Malika Harsanto, S.Kom.
Soroti Kasus Bullying dan Speech Delay, Prof Sri Lestari UMS Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Soroti Kasus Bullying dan Speech Delay, Prof Sri Lestari UMS Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Guru Besar Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., Psikolog, menegaskan bahwa rumah dan keluarga harus menjadi ruang aman utama bagi anak untuk memastikan seluruh hak tumbuh kembangnya terpenuhi secara optimal.

Pesan tersebut disampaikan Sri Lestari dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis (23/7/2026). Menurutnya, maraknya kasus kekerasan, perundungan (bullying), hingga tekanan psikologis pada anak menunjukkan bahwa penyediaan ruang aman masih menjadi pekerjaan rumah bersama bagi keluarga dan masyarakat.

“Dalam Hari Anak, yang perlu ditanyakan adalah apakah hak-hak anak sudah terpenuhi dan apakah mereka hidup dengan cara yang membuat mereka bahagia. Saat ini masih banyak kasus kekerasan di keluarga maupun lingkungan pergaulan. Pertanyaannya, di mana ruang aman bagi anak?” ujar Sri Lestari.

Dari perspektif psikologi keluarga, ia menilai masih banyak orang tua yang belum memahami hak-hak dasar anak, seperti hak untuk menyampaikan pendapat dan memilih sesuai tahap perkembangannya. Kerap kali anak-anak, termasuk di tingkat remaja, terpaksa mengambil keputusan pendidikan berdasarkan tekanan orang tua, bukan pilihan pribadi.

Selain itu, tantangan di era digital turut menjadi sorotan. Penggunaan gawai yang berlebihan pada anak usia dini dinilai berisiko menghambat perkembangan fisik dan emosional, seperti memicu maraknya kasus keterlambatan bicara (speech delay). Anak prasekolah dinilai lebih membutuhkan interaksi, sentuhan, dan komunikasi langsung untuk mengendalikan emosi serta melatih kontrol diri.

Sri Lestari menjelaskan bahwa pengenalan dan pengelolaan emosi sejak dini merupakan fondasi penting untuk mencegah persoalan psikologis dan perilaku bullying. Korban perundungan, lanjutnya, berpotensi mengalami trauma jangka panjang, kecemasan, hingga penurunan rasa percaya diri yang mengganggu potensi akademik dan sosial mereka.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menekankan agar orang tua membiasakan diri menerima anak apa adanya, mendengarkan tanpa menghakimi, serta tidak memfokuskan komunikasi harian semata pada nilai akademik.

Ia juga mengimbau adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pihak pendidik di sekolah diminta untuk tidak membanding-bandingkan kemampuan antar-murid maupun saudara kandung karena dapat meninggalkan dampak psikologis emosional hingga dewasa.

Menutup keterangannya, Prof. Sri Lestari mengajak para orang tua untuk memulainya dari langkah sederhana setiap hari, seperti pemenuhan nutrisi sehat, pembatasan makanan ultra-proses, pengurangan penggunaan gawai, serta alokasi waktu berkualitas untuk berdialog bersama anak.

Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia 200 Tahun

Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia 200 Tahun

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Ainur Rhain, M.Th.I., bersama tim peneliti berhasil mengungkap temuan ilmiah baru mengenai manuskrip mushaf Al-Qur’an peninggalan Kasunanan Surakarta. Naskah kuno berkode MAA.001 yang tersimpan di Perpustakaan Masjid Agung Kasunanan Surakarta tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 200 tahun.

Hasil kajian ilmiah ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional ZAD Al-Mufassirin Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026 melalui artikel berjudul “Manuscript of the Qur’an of the Kasunan Palace of Surakarta (coded MAA.001): A Historical-Philological Study of Writing Errors and Their Implications for Interpretation”.

Penelitian ini memadukan empat pendekatan keilmuan sekaligus, yaitu filologi, kodikologi, paleografi, dan ilmu qira’at. Berdasarkan hasil analisis mendalam, manuskrip tersebut diperkirakan ditulis pada kurun waktu 1780–1820 Masehi, bertepatan dengan era pesatnya perkembangan tradisi intelektual Islam di lingkungan Keraton Surakarta.

Salah satu poin penting dalam temuan ini adalah ditemukannya sejumlah kesalahan penyalinan (scribal errors) berupa perubahan huruf dan harakat pada Surah At-Taubah ayat 81, 83, dan 84. Kendati kesalahan teknis tersebut berpotensi memengaruhi makna jika tidak ditelaah secara cermat, Ainur menegaskan bahwa variasi itu murni kekeliruan saat proses penyalinan manual, bukan berasal dari perbedaan qira’at yang sahih.

Selain itu, tim peneliti menemukan adanya percampuran penggunaan rasm imlā’ī dengan rasm ‘Utsmānī serta inkonsistensi ortografi. Fenomena ini mengindikasikan bahwa standardisasi penyalinan mushaf Al-Qur’an di Nusantara pada akhir abad ke-18 belum seragam.

“Warisan manuskrip Al-Qur’an Nusantara bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga sumber pengetahuan yang sangat berharga untuk memahami perjalanan transmisi Al-Qur’an di Indonesia. Kajian ilmiah seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keakuratan teks Al-Qur’an sekaligus melestarikan khazanah intelektual Islam Indonesia,” ujar Ainur Rhain, Kamis (23/7/2026).

Tak hanya berorientasi pada aspek teks, penelitian ini juga menguak fungsi ganda manuskrip MAA.001 pada masanya. Selain digunakan sebagai kitab suci untuk ibadah, mushaf ini berperan aktif sebagai media pendidikan, pusat transmisi ilmu keislaman, serta simbol legitimasi religius Kesunanan Surakarta.

Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya banyak catatan pinggir (marginal notes) yang menandakan bahwa mushaf tersebut kerap digunakan dalam kegiatan pembelajaran, proses tashih (pemeriksaan ulang), hingga kajian Al-Qur’an.

Melalui temuan ini, Ainur berharap hasil studinya dapat menjadi rujukan utama bagi para akademisi, filolog, dan lembaga pelestarian budaya. Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa tradisi keilmuan Al-Qur’an di tanah Jawa telah berkembang sangat dinamis serta memiliki jaringan intelektual yang kuat dengan pusat-pusat keilmuan Islam global sejak akhir abad ke-18.

Perkuat Kurikulum Industri Media, Prodi Ilkom UMS Benchmarking ke ANTARA Jateng

Perkuat Kurikulum Industri Media, Prodi Ilkom UMS Benchmarking ke ANTARA Jateng

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mematangkan langkah penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Terbaru, tim akademisi UMS menggelar kunjungan benchmarking ke Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah di Semarang, Rabu (22/7/2026).

Langkah strategis ini dilakukan guna menyerap aspirasi dan masukan langsung dari praktisi media massa, setelah sebelumnya UMS juga menyelesaikan rangkaian benchmarking ke Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP).

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menegaskan pentingnya keterlibatan praktisi industri agar proses pembelajaran di perguruan tinggi tetap relevan dengan dinamika dunia kerja yang bergerak cepat.

“Kami sedang mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Karena itu, kami ingin mendapatkan masukan mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan sehingga lulusan semakin siap memasuki dunia kerja,” ujar Sidiq, Kamis (23/7/2026).

Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Biro ANTARA Jawa Tengah, Teguh Imam Wibowo, S.T., soroti pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai tantangan sekaligus peluang bagi dunia kewartawanan. Ia menggarisbawahi bahwa AI harus diposisikan sebatas alat bantu, bukan pengambil alih peran manusia.

Teguh juga menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan verifikasi informasi sebagai benteng utama kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, calon jurnalis dituntut terbiasa menguji kebenaran fakta melalui multisumber.

“Mahasiswa di bidang jurnalistik perlu disadarkan tentang pentingnya verifikasi. Hal ini tidak bisa ditawar sebagai salah satu kompetensi di dunia jurnalistik,” tegas Teguh.

Senada dengan hal tersebut, Redaktur Foto ANTARA, Rahmadi Rekotomo, mengingatkan agar pihak kampus tidak melupakan fondasi dasar ilmu jurnalistik, terutama keahlian menulis yang taat pada kaidah bahasa Indonesia baku.

“Dasar penulisan yang baku dan benar ini harus diajarkan ke mahasiswa sebagai dasar untuk melangkah lebih jauh ke berbagai profesi, khususnya jurnalistik,” jelas Rekotomo.

Selain pemetaan di bidang jurnalistik, diskusi interaktif tersebut turut membedah kompetensi ideal bagi lulusan bidang Public Relations (PR). Pihak ANTARA menilai praktisi PR masa depan wajib menguasai strategi media relations yang lebih humanis, mahir menyusun press release bernilai berita, serta mampu memproduksi foto humas yang memenuhi standar estetika jurnalistik.

Agenda benchmarking diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Prodi Ilmu Komunikasi FKI UMS kepada Kantor Berita ANTARA Jawa Tengah sebagai komitmen penguatan sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan industri media nasional.