Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SALATIGA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi. Upaya ini dilakukan melalui agenda “Fasilitasi Pemberdayaan Ormas: Bimbingan Teknis Manajemen Muhammadiyah Jateng MPM & SatuMu”.
Acara tersebut berlangsung pada Rabu (22/04/2026) di Hotel Grand Wahid Salatiga. Selain itu, kegiatan ini bertujuan guna memastikan visi Muhammadiyah yang Maju, Profesional, dan Modern terimplementasi secara merata hingga tingkat daerah.
Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 121 peserta sebagai representasi daerah. Selama dua hari, para peserta akan mendalami dua pilar utama penggerak transformasi organisasi Muhammadiyah.
“Dua materi pokok pada kegiatan ini adalah Bimtek Manajemen Muhammadiyah Jateng MPM dan percepatan implementasi SatuMu PWM Jateng,” ujar Dodok Sartono saat memberikan laporan.
Oleh karena itu, Dodok berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara hingga tuntas. Hal tersebut sangat krusial demi tercapainya target manajemen yang solid, sistematis, dan mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, menekankan bahwa profesionalisme staf PDM adalah kunci kemajuan persyarikatan. Ia mendorong setiap kantor Muhammadiyah memiliki pembagian tugas atau jobdesk yang jelas. Dengan demikian, kinerja organisasi akan lebih efektif dan tidak tumpang tindih.
“Staf PDM harus bekerja sesuai jobdesk agar lebih fokus. Selain itu, manajemen Muhammadiyah Jateng MPM perlu terus dibenahi agar visi organisasi tercapai secara nyata,” tegas Tafsir.
Tafsir juga menambahkan pentingnya standarisasi kualitas pegawai di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, kualitas staf kantor harus mulai mengejar standar yang telah lama diterapkan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Langkah mandiri Muhammadiyah dalam membenahi manajemen internal ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui Badan Kesbangpol, pemerintah melihat hal ini sebagai energi positif bagi pemberdayaan ormas Jawa Tengah.
“Kami berharap Bimtek Manajemen Muhammadiyah ini menjadi prototype bagi ormas lain dalam hal tata kelola,” ungkap Rahmad Winarto, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Jateng.
Rahmad menegaskan bahwa dukungan fasilitasi ini adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap ormas yang proaktif. Melalui tata kelola yang terukur, Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih profesional bagi masyarakat luas.
Berita, SekolahMu
muhammadiyakaranganyar.or.id, JATIYOSO – Suasana halaman SD Muhammadiyah Jatiyoso tampak berbeda dan jauh lebih meriah pada Selasa (21/4/2026). Lembaga pendidikan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah ini menggelar serangkaian kegiatan spesial untuk memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema besar “Semangat Kartini Inspirasi Lintas Generasi”.
Acara yang melibatkan seluruh siswa dan para wali murid ini diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Menariknya, petugas regu kur dalam upacara tersebut terdiri dari para wali siswa. Penampilan kelompok paduan suara para perempuan ini memberikan warna baru yang semarak sekaligus haru sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam merintis emansipasi perempuan di Indonesia.

Pasca-upacara, panggung utama mulai memanas dengan kompetisi menyanyi duet antara ibu dan anak. Kehangatan tampak menyelimuti setiap penampilan; para peserta tidak hanya pamer kualitas vokal, tetapi juga menunjukkan kekompakan gerak dan ekspresi. Banyak penonton yang memberikan apresiasi tinggi, bahkan merasa terharu menyaksikan kedekatan emosional yang terpancar di atas panggung.
Tidak berhenti di sana, ajang fashion show ibu dan anak menjadi primadona acara. Peserta melenggang percaya diri mengenakan busana terbaik, mulai dari kebaya klasik yang anggun hingga kostum kreatif hasil modifikasi modern yang tetap mencerminkan jiwa Kartini. Tim juri menitikberatkan penilaian pada aspek kreativitas, keserasian kostum, serta keberanian tampil di depan publik.
Kepala SD Muhammadiyah Jatiyoso dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melampaui sekadar seremoni tahunan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini sekaligus menjadi sarana penguat ikatan (bonding) antara orang tua dan buah hatinya.

“Kami ingin momentum Hari Kartini ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif para wali siswa memberikan dampak positif signifikan terhadap perkembangan karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
Antusiasme juga datang dari salah satu wali murid, Siska, yang berkesempatan mengikuti lomba duet. Menurutnya, acara ini merupakan kesempatan langka untuk menciptakan memori indah bersama sang anak di lingkungan sekolah.
“Saya sangat senang bisa tampil bersama anak saya. Ini pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan bagi kami berdua,” ungkap Siska penuh semangat.
Sebagai penutup yang manis, pihak sekolah menyediakan hidangan bakso gratis untuk seluruh peserta dan tamu undangan. Momen makan bersama ini menjadi ajang silaturahmi yang santai, mempererat keakraban antar-keluarga besar sekolah, sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Kartini dengan kesan yang penuh kebahagiaan.
Berita, Ortom
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar kembali menghidupkan syiar intelektual dan spiritual melalui agenda rutin Kajian Senin Malam Selasa (SEMASA). Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) di Pendopo Panti Putri Aisyiyah Karanganyar ini menjadi ruang dialektika bagi para kader pemuda di Bumi Intanpari.
Kajian yang dimulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Muh. Taqwim, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pemateri utama. Mengusung tema “Bulan-Bulan Haram”, Muh. Taqwim memaparkan signifikansi empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ia menekankan bahwa pada periode tersebut, umat Islam diperintahkan untuk melipatgandakan amal sekaligus menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Dalam ulasannya, Muh. Taqwim menggarisbawahi bahwa pemaknaan bulan haram tidak boleh terputus dari akar sejarah perjuangan Islam. Ia meluruskan persepsi mengenai peperangan di zaman Rasulullah yang sering kali disalahartikan.

“Perangnya Nabi SAW adalah perang yang memiliki tujuan untuk membebaskan diri dari penghambaan kepada selain Allah,” tegas Muh. Taqwim di hadapan puluhan peserta yang hadir.
Ia menambahkan bahwa pesan historis tersebut sangat relevan bagi generasi muda saat ini untuk menjaga kemurnian tauhid. Menurutnya, pemuda harus merdeka dari segala bentuk ketergantungan duniawi yang dapat memicu penyimpangan nilai agama. Muh. Taqwim juga menyebutkan bahwa bulan haram mengandung pesan moral yang kuat agar setiap individu menjauhi perbuatan zalim, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap diri sendiri.
Suasana di Pendopo Panti Putri Aisyiyah tampak khidmat namun tetap dinamis. Anggota PDPM Karanganyar, personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), serta perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Karanganyar terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Selain aspek teologis, diskusi juga menyentuh pentingnya menjaga etika sosial dan solidaritas di tengah dinamika masyarakat modern yang kian kompleks.
Setelah sesi kajian formal berakhir, acara dilanjutkan dengan diskusi santai. Forum terbuka ini menjadi ajang bagi para kader untuk membedah isu-isu hangat, mulai dari problematika internal persyarikatan hingga persoalan kebangsaan dan geopolitik global.
Ketua PDPM Karanganyar, Mahlich Ibrahim, S.Pd., menyampaikan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program ini. Ia berharap SEMASA tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi bertransformasi menjadi laboratorium perkaderan yang inklusif.
“Ke depan, Kajian SEMASA diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka dalam proses perkaderan dan penggemblengan kader persyarikatan. Kami ingin manfaatnya juga dirasakan oleh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah lainnya,” tutur Mahlich Ibrahim.
Melalui konsistensi kegiatan SEMASA, PDPM Karanganyar berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga responsif dan solutif terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
Berita, SekolahMu
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGPANDAN — Nuansa tradisional yang kental menyelimuti kompleks KB Al Jami’i dan TK Aisyiyah Karangpandan pada Selasa (21/4/2026). Ratusan peserta didik bersama wali murid berkumpul untuk memperingati Hari Kartini dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan meriah. Peringatan tahun ini menonjolkan kekayaan budaya Nusantara, di mana seluruh hadirin kompak mengenakan busana daerah seperti kebaya, lurik, hingga batik.
Rangkaian acara dibuka dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Kehadiran para siswa dengan pakaian adat memberikan pemandangan yang istimewa, menciptakan atmosfer kebangsaan sejak awal acara dimulai. Kemeriahan semakin memuncak saat memasuki sesi perlombaan yang dirancang untuk melibatkan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Salah satu daya tarik utama adalah lomba menghias tumpeng yang dikhususkan bagi para wali murid. Uniknya, peserta tidak dikelompokkan berdasarkan kelas masing-masing, melainkan dibagi menjadi empat kelompok besar yang terdiri dari campuran wali murid TK A, TK B, dan Kelompok Bermain (KB). Strategi pengelompokan silang ini sengaja dilakukan pihak sekolah sebagai upaya nyata untuk mendorong kebersamaan serta mempererat tali silaturahmi antar orang tua lintas jenjang kelas.

Sembari para orang tua sibuk berkreasi dengan nasi kuning dan hiasan sayuran, para peserta didik unjuk gigi dalam lomba fashion show. Dengan penuh percaya diri, anak-anak berjalan di atas panggung mengenakan kebaya dan busana tradisional lainnya. Gelak tawa dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap langkah kecil mereka. Kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang pamer busana, namun bertujuan melatih keberanian tampil di depan publik serta menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa sejak usia dini.
Kepala TK Aisyiyah Karangpandan, Rusmiyati Syarifah, S.Pd.AUD, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum penting untuk pembentukan karakter siswa. Ia menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, sekolah ingin mengenalkan sosok pejuang emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini, sebagai teladan bagi generasi muda.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keberanian, kemandirian, dan kecintaan terhadap budaya kepada anak-anak sejak dini. Selain itu, keterlibatan aktif wali murid menjadi kunci untuk mempererat sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga,” ungkap Rusmiyati Syarifah di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Rusmiyati Syarifah berharap agar tradisi peringatan seperti ini dapat terus konsisten dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, integrasi antara pembelajaran karakter dan pelestarian budaya adalah bagian tak terpisahkan dari kurikulum pendidikan di TK Aisyiyah Karangpandan.
Acara kemudian diakhiri dengan pengundian hadiah menarik yang telah dinantikan peserta. Sebagai puncak kegiatan, suasana kehangatan begitu terasa saat seluruh hadirin melakukan makan tumpeng bersama, simbol syukur dan harmoni dalam bingkai keluarga besar Aisyiyah Karangpandan.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Paguyuban Purna Tugas (P2T) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menggelar silaturahmi rutin pada Sabtu (18/4) di Ruang Seminar Pascasarjana UMS. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program pembinaan bagi para anggota purna tugas.
Ketua P2T UMS, Drs. Joko Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga dilengkapi agenda kebugaran berupa senam sendi dan tulang. Program tersebut dirancang sebagai respons atas kebutuhan kesehatan anggota.
“Topik ini kami pilih karena persoalan sendi dan lutut sering dialami. Maka konsepnya ‘sendi aman, ibadah nyaman’. Nanti akan kami lanjutkan dengan program senam yang bisa dilakukan rutin,” ujarnya, Selasa, (21/4).

Ia menambahkan, ke depan kegiatan P2T juga akan diperkuat dengan agenda penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Hal ini mempertimbangkan mobilitas dan kesibukan anggota.
Selain itu, Joko juga membuka ruang partisipasi bagi anggota untuk memberikan masukan terhadap program P2T. “Kami berharap ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Silakan terus bergabung dan memberi saran demi kebermanfaatan bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris P2T UMS, Ismokoweni, S.E., M.M., menekankan pentingnya konsep kegiatan yang lebih aplikatif dibandingkan teoritis. Ia menyebut bahwa pertemuan ke depan akan dirancang lebih interaktif, bahkan memungkinkan dikemas dalam bentuk outbound untuk memperkuat kebersamaan.
“Kegiatan berikutnya ingin kami buat lebih praktik, tidak terlalu banyak teori. Bahkan ada rencana konsep luar ruang agar suasana lebih hidup dan membangun kedekatan emosional,” jelasnya.
Menurutnya, pembentukan paguyuban ini masih dalam tahap awal sehingga membutuhkan proses untuk menghimpun lebih banyak anggota. Dari sekitar 300 lebih potensi anggota, saat ini baru sekitar 100 orang yang aktif bergabung.
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali nilai humanisme di lingkungan UMS, terutama dalam interaksi antar civitas academica. “Dulu rasa kekeluargaan itu kuat, saling mengenal lintas unit. Sekarang itu mulai berkurang, padahal humanisme adalah bagian penting dari misi UMS,” ungkapnya.
Selain aspek sosial, Ismokoweni, turut menekankan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengembangan kampus. Ia berharap kemajuan UMS yang pesat dapat diimbangi dengan kesadaran ekologis dan pelayanan yang ramah.
“UMS sudah sangat maju, tetapi perlu diimbangi dengan kepedulian lingkungan dan keramahan pelayanan. Hal-hal kecil seperti menyapa dan menjaga kebersihan itu penting,” tuturnya.
Silaturahmi ini juga menjadi ajang koordinasi untuk agenda selanjutnya yang akan dipimpin oleh kelompok 4 dengan koordinator Dra. Wafroturrohmah, M.Pd. Kegiatan P2T direncanakan berlangsung rutin setiap tiga bulan sebagai upaya menjaga silaturahmi dan keberlanjutan kontribusi para purna tugas bagi UMS. (Fika/Humas)