Ketua PDM Karanganyar Ingatkan Jamaah tentang Akhir Zaman dalam Kajian PCM Jumantono

Ketua PDM Karanganyar Ingatkan Jamaah tentang Akhir Zaman dalam Kajian PCM Jumantono

muhammadiyahkaranganyar.or.id, JUMANTONO — Sebanyak kurang lebih 400 jamaah dari berbagai kalangan menghadiri kegiatan Kajian Ahad Pagi PCM Jumantono yang digelar pada Ahad (26/4/2026) pukul 05.45 hingga 07.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di lingkungan Islamic Center Muhammadiyah Jumantono.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Aulia, siswa kelas IX MTs Muhammadiyah 5 Jumantono. Lantunan ayat suci tersebut menambah suasana religius sekaligus membuka rangkaian kajian dengan penuh kekhusyukan.

Kajian utama disampaikan oleh Ketua PDM Karanganyar, Ustaz Muhammad Arief Babheir, S.Ag., M.Pd. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat. Materi yang disampaikan menyoroti berbagai fenomena akhir zaman yang semakin nyata dirasakan oleh umat manusia.

“Di antara tanda besar kiamat adalah terbitnya matahari dari barat. Itu menjadi peringatan bagi kita bahwa waktu semakin dekat dan kesempatan untuk bertaubat semakin sempit,” ujar Ustaz Arief dalam kajiannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa salah satu tanda lain adalah diangkatnya ilmu agama dengan wafatnya para ulama. Kondisi ini, lanjutnya, akan menyebabkan munculnya pemimpin yang tidak memahami ajaran agama secara mendalam.

BACA JUGA: Capaian Tertinggi se-Karanganyar, LazisMu PCM Jumantono Mantapkan Arah 2026 lewat RAKERCAB

“Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika ulama sudah tidak ada, maka manusia akan mengangkat pemimpin yang tidak memahami ilmu agama, sehingga mereka sesat dan menyesatkan,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Ustaz Arief turut menguraikan bahwa ulama pada hakikatnya adalah orang-orang yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Namun, pada akhir zaman, peran ulama semakin terpinggirkan.

“Ulama itu adalah mereka yang takut kepada Allah. Namun di akhir zaman, peran ulama tidak lagi dianggap. Umaro tidak melibatkan ulama, dan masyarakat pun mulai menjauh dari mereka,” ungkapnya.

Menutup kajian, beliau mengajak seluruh jamaah untuk melakukan refleksi diri dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan akhirat, sekaligus memberikan pesan penutup yang menekankan pentingnya sikap hidup di akhir zaman.

“Sebagai penutup, mari kita perbanyak sabar, syukur, berhati-hati dalam perkara halal dan haram dalam menjalani kehidupan kita di akhir zaman ini,” pesannya.

Di akhir acara, panitia juga menyampaikan perkembangan pembangunan MTs Muhammadiyah 5 Jumantono yang berada di kawasan Islamic Center Muhammadiyah Jumantono. Hingga saat ini, pembangunan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat selesai tepat waktu.

Ustaz Suratno selaku pembawa acara mengajak jamaah untuk turut berkontribusi dalam pembangunan tersebut.

“Kami mengajak seluruh jamaah untuk berdonasi. Ini adalah kesempatan berinvestasi untuk akhirat melalui pembangunan sarana pendidikan Islam,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan umat serta meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

Cara MI Muhammadiyah Karanganyar Bangun Karakter Siswa Lewat Kolaborasi Orang Tua

Cara MI Muhammadiyah Karanganyar Bangun Karakter Siswa Lewat Kolaborasi Orang Tua

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR –Pertemuan paguyuban orang tua wali murid MI Muhammadiyah Karanganyar sebagai wadah silaturahmi sekaligus forum komunikasi antara pihak madrasah dan orang tua. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, dihadiri oleh wali kelas, jajaran pimpinan madrasah, serta seluruh orang tua wali murid dari masing-masing kelas. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pendidikan anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, wali kelas menyampaikan perkembangan akademik dan karakter peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Tidak hanya itu, berbagai aspek penting seperti kedisiplinan, keaktifan, serta capaian pembelajaran juga menjadi bahan evaluasi bersama. Orang tua diberikan kesempatan untuk memahami secara lebih mendalam kondisi dan potensi anak-anak mereka di lingkungan madrasah.

Jajaran pimpinan madrasah turut memberikan arahan serta gambaran program-program unggulan yang telah dan akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar orang tua memiliki pemahaman yang selaras dengan visi dan misi madrasah. Sinergi antara pihak madrasah dan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Islami.

BACA JUGA: MI Muhammadiyah Karanganyar Borong Medali di OlympiAD Nasional VIII Makassar

Selain sebagai forum penyampaian informasi, kegiatan paguyuban ini juga menjadi ruang terbuka bagi orang tua untuk menyampaikan saran, masukan, dan ide-ide terbaik demi kemajuan madrasah. Berbagai usulan yang konstruktif disampaikan dengan penuh antusias, menunjukkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap perkembangan MI Muhammadiyah Karanganyar.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara madrasah dan orang tua wali murid. Kebersamaan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang unggul, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Paguyuban orang tua bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi jembatan sinergi untuk mewujudkan madrasah yang semakin maju dan mendunia.

Teladani Pola Asuh Luqman Al-Hakim, MIM Bulak Tekankan Pentingnya Keteladanan Orang Tua

Teladani Pola Asuh Luqman Al-Hakim, MIM Bulak Tekankan Pentingnya Keteladanan Orang Tua

muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Bulak, Kragan, Gondangrejo, sukses menyelenggarakan Pengajian Triwulan bagi wali murid pada Sabtu (25/4/2026). Bertempat di Aula MIM Bulak, kegiatan ini bertepatan dengan momentum pembagian hasil Penilaian Sumatif Akhir Semester (PSAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026.

Acara ini menghadirkan Sekretaris PCM Gondangrejo, Suharna, S.Pd., sebagai pembicara utama yang mengusung tema “Meneladani Luqman dalam Pengasuhan Anak”. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh wali murid, Ketua Komite Drs. H. Yasirul Hadi beserta jajaran pengurus, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala MIM Bulak, Siti Aminah, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara madrasah dan orang tua adalah kunci utama dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, pihak madrasah ingin mengajak orang tua untuk terus bersinergi dalam menumbuhkembangkan potensi anak-anak secara maksimal.

BACA JUGA: Kajian Ahad Pagi PCM Gondangrejo Soroti Skala Prioritas Amal dalam Al-Qur’an

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Drs. H. Yasirul Hadi mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada sekolah. Ia menjelaskan bahwa porsi waktu anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan rumah.

“Waktu anak lebih banyak di rumah dibanding di sekolah. Oleh karena itu, tanggung jawab utama ada pada orang tua. Kami juga mengimbau agar orang tua senantiasa mendoakan putra-putrinya sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian,” ujar Yasirul Hadi dalam arahannya.

Pola Asuh Berbasis Qur’ani Inti kajian yang disampaikan oleh Suharna, S.Pd. mengupas tuntas konsep pendidikan anak berdasarkan Al-Qur’an Surah Luqman ayat 12–19. Ia memaparkan bahwa fondasi utama yang wajib ditanamkan sejak dini adalah tauhid, yakni keyakinan teguh untuk tidak menyekutukan Allah.

Selain tauhid, Suharna menekankan pentingnya menanamkan rasa syukur dan bakti kepada orang tua. Menariknya, ia menggarisbawahi bahwa metode pendidikan paling efektif bukanlah melalui lisan semata, melainkan melalui tindakan nyata atau keteladanan.

“Anak tidak banyak belajar dari kata-kata, tetapi dari apa yang ia lihat dan apa yang ia lakukan bersama orang tuanya. Sikap orang tua kepada kakek-nenek anak-anak akan menjadi cermin bagi perilaku mereka di masa depan,” jelas Suharna di hadapan para wali murid.

Lebih lanjut, ia menjabarkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kewajiban menegakkan salat. Anak-anak juga perlu dididik untuk memiliki kepedulian sosial, kesabaran dalam menghadapi ujian, hingga menjaga etika berkomunikasi dan kesederhanaan.

Sebagai penutup, Suharna berbagi kisah inspiratif tentang seorang anak yang tumbuh menjadi pribadi santun hanya dengan melihat kebiasaan baik orang tuanya sehari-hari. Pengajian yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama, membawa harapan besar bagi terciptanya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di lingkungan MIM Bulak.

Tawarkan Beasiswa bagi Pelajar, Tokoh IT Amerika Serikat Puji Gerakan Muhammadiyah di Karanganyar

Tawarkan Beasiswa bagi Pelajar, Tokoh IT Amerika Serikat Puji Gerakan Muhammadiyah di Karanganyar

muhammadiyahkaranganyar.or.idKARANGANYAR – Mazi Masua, pimpinan perusahaan teknologi asal Los Angeles, California, menyebut perpaduan agama, budaya, dan penguasaan teknologi di lingkungan Muhammadiyah sebagai paket yang sempurna. Pernyataan ini muncul di sela kegiatan Kantoran Rutin di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Jumat (24/4/2026), yang juga dihadiri oleh Toha Almansur dari PCIM Amerika Serikat. Kegiatan rutin Pimpinan Daerah Muhammadiyah tersebut bertujuan mengoordinasikan capaian KPI organisasi, kemudian berkembang menjadi diskusi strategis mengenai peluang karier global bagi kader lokal.

Kedatangan Mazi dan Toha membawa misi besar untuk memberikan beasiswa pendidikan IT bagi siswa SMA serta mahasiswa. Program ini bertujuan agar generasi muda memiliki sertifikasi internasional yang diakui secara global. Oleh karena itu, para peserta pelatihan diharapkan mampu bersaing di bursa kerja profesional luar negeri.

Perusahaan IT asal California ini tercatat telah berkembang pesat dan memiliki jaringan operasional di 14 negara. “Kami memberikan beasiswa pendidikan kepada adik-adik kita, baik tingkat mahasiswa maupun sekolah atas untuk proses pendidikan IT semua background,” ujar Mazi Masua dalam paparannya. Beliau menegaskan bahwa setelah mendapatkan sertifikasi, para siswa tersebut dapat menggunakannya untuk mendapatkan pekerjaan di jaringan perusahaan mereka.

Selain misi pendidikan, Mazi mengungkapkan kekagumannya terhadap cara Muhammadiyah mengelola institusi pendidikan dan dakwah. Beliau menilai organisasi ini sangat progresif dalam mengadopsi kemajuan zaman. Hal tersebut menjadi alasan kuat mengapa pihaknya memilih Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam misi kemanusiaan.

“Saya menemukan Muhammadiyah sangat terlibat dengan sains, teknologi, dan hal lainnya. Jadi, Muhammadiyah memiliki jangkauan yang sangat baik,” ungkap Mazi. Beliau juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki tiga hal yang luar biasa, yaitu makanan, budaya, dan agama. Di matanya, keberagaman agama di Indonesia sangat bagus dan menginspirasi banyak pihak di luar negeri.

Sebagai bentuk keseriusan dalam berkolaborasi, Mazi berjanji akan kembali lagi untuk berbagi ilmu secara cuma-cuma. Beliau berencana memberikan kuliah umum mengenai bisnis dan teknologi bagi para mahasiswa di Karanganyar. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari MOU yang sebelumnya telah ditandatangani bersama UNIMUDA Jogja.

Selanjutnya, Toha Almansur dari PCIM Amerika Serikat juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi program edukasi ini secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Muhammadiyah Karanganyar diharapkan mampu mencetak tenaga ahli IT yang siap bekerja sesuai latar belakang pendidikan mereka di kancah internasional.

Khutbah Jumat: Penyesalan Penghuni Neraka

Khutbah Jumat: Penyesalan Penghuni Neraka

Materi Khutbah Jum’at Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar
Edisi 069/MTDK PDM Karanganyar/2026
Jum’at, 24 April 2026 M/ 7 Dzulqaidah 1447 H
Judul: Penyesalan Penghuni Neraka
Oleh : Ust.Suparno Afifi, S.HI., M.Ag.

Donasi Dakwah
Bank Muamalat:
530 0006 941
a.n. LAZISMU Karanganyar

Pimpinan dan warga Muhammadiyah Karanganyar dapat berpartisipasi dalam dakwah bil qalam dengan mengirimkan naskah khutbah Jum’at pada redaksi MTDK
https://wa.me/6281226016555