Tim PKM-PM Artemis UMS Luncurkan Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu

Tim PKM-PM Artemis UMS Luncurkan Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Artemis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program “Smart Body Care”. Program ini diawali dengan kegiatan sosialisasi edukasi proteksi diri bagi siswa tunagrahita di SLB Negeri Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Inisiatif yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini hadir sebagai respons atas minimnya pemahaman mengenai batasan tubuh dan interaksi sosial yang aman pada anak berkebutuhan khusus. Melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan teknologi sensorik, program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah inklusif yang aman.

Ketua Tim PKM-PM Artemis UMS, Bima Satwika Qiyamulail, menjelaskan bahwa siswa tunagrahita masih menghadapi tantangan besar dalam memahami batasan diri, norma sosial, dan kontrol perilaku. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan sistematis agar mereka mampu mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar.

“Melalui Program Smart Body Care, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan edukasi perlindungan diri dengan teknologi sensorik yang adaptif. Program ini terdiri atas kegiatan Kenali Tubuhku, Sentuhan Aman, Tutur Santun, Sistem Deteksi Dini Berbasis Sensorik, serta SAPA DIRI yang bertujuan membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah bagi siswa tunagrahita,” ungkap Bima, Kamis (2/7/2026).

Pada tahap sosialisasi awal, tim memperkenalkan seluruh rangkaian program kepada siswa berusia 14 hingga 17 tahun, para guru, serta orang tua. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali bagian tubuh pribadi, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, membangun komunikasi santun, hingga meningkatkan kesadaran perlindungan diri.

Agar materi mudah dipahami oleh siswa tunagrahita, tim pengabdi menggunakan pendekatan visual, simulasi sederhana, dan pendampingan langsung. Guru dan orang tua juga dibekali pemahaman khusus agar dapat melanjutkan pendampingan ini secara konsisten di rumah maupun di sekolah.

Kepala SLB Negeri Colomadu, Sri Asih Hariani, S.Pd., menyambut positif langkah nyata yang diinisiasi oleh mahasiswa UMS ini. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan dukungan yang sangat relevan bagi pihak sekolah.

“Kami menyambut baik program ini karena tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua. Harapannya, upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping PKM-PM Artemis UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menegaskan bahwa pendidikan proteksi diri bagi anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antara mahasiswa, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama.

“Melalui Program Smart Body Care, kami berharap mampu menumbuhkan budaya perlindungan diri yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Selain meningkatkan pemahaman siswa mengenai batasan diri dan interaksi sosial yang sehat, program ini juga diharapkan dapat menjadi model penguatan sekolah inklusif yang aman dan ramah disabilitas,” pungkas Siti Azizah.

Perkuat Jiwa Wirausaha, FKIP UMS Sukses Gelar Lomba BMC AILEC 2026

Perkuat Jiwa Wirausaha, FKIP UMS Sukses Gelar Lomba BMC AILEC 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Lomba Business Model Canvas (BMC) berskala nasional. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian program Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026 yang bertujuan memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan hasil penilaian akhir dewan juri, Tim Calon Mentri (Funara) dari Universitas Airlangga yang diketuai oleh Senopathi Barathayuda berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh tim tuan rumah, A6 Nyingkong (Tanem) dari UMS dengan ketua tim Aisyahra Ayasofia. Sementara itu, Juara 3 disabet oleh tim Luna Kuadrat dari Telkom University Purwokerto di bawah pimpinan Balqis Awaluna Rahmah.

Kompetisi bergengsi tahun ini diikuti oleh 31 tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Beberapa kampus yang turut mengirimkan delegasinya antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Telkom University Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Mulawarman, hingga UIN Alauddin Makassar.

Dalam ajang ini, para peserta ditantang untuk menyusun rancangan model bisnis yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kelayakan pasar, nilai keberlanjutan, serta potensi implementasi yang nyata melalui sembilan elemen dasar Business Model Canvas.

Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., menjelaskan bahwa kompetisi BMC menjadi instrumen penting untuk melatih mahasiswa berpikir taktis dan solutif dalam menghadapi dinamika dunia usaha.

“Mahasiswa perlu dibiasakan berpikir kreatif, terstruktur, dan solutif. Melalui Lomba Business Model Canvas, peserta tidak hanya diminta menghadirkan ide, tetapi juga menjelaskan bagaimana ide tersebut dapat dijalankan, dikembangkan, dan memberi nilai bagi masyarakat,” ujar Dias pada Kamis (2/7/2026).

Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pendidikan tinggi untuk mencetak lulusan mandiri yang berorientasi kewirausahaan.

Selain tiga juara utama, panitia juga mengumumkan peraih Juara Harapan. Juara Harapan 1 diraih oleh tim Salam Kenal (Telkom University), Juara Harapan 2 diraih oleh tim POSTURELY (UMS), dan Juara Harapan 3 dibawa pulang oleh tim Si Wacana dari Universitas Kristen Krida Wacana.

Mahasiswa UMS Unjuk Gigi, Pamerkan Alat Uji Aspal Hingga Digester Biogas di MIF 2026

Mahasiswa UMS Unjuk Gigi, Pamerkan Alat Uji Aspal Hingga Digester Biogas di MIF 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses memamerkan karya teknologi tepat guna dalam ajang pameran Mechanical Innovation Fair (MIF) dan Automotive Education 2026. Acara yang menjadi panggung apresiasi karya riset mahasiswa ini digelar secara meriah di GOR UMS pada Kamis, 2 Juli 2026.

Pameran edisi kedua ini dirancang sebagai wadah kreatif sekaligus pembuktian dari proses perkuliahan berbasis proyek (project-based learning). Melalui program ini, mahasiswa dituntut mampu berkolaborasi dalam tim demi merancang serta merealisasikan sistem mekanikal yang fungsional dan bernilai guna tinggi bagi masyarakat.

Ketua Program Studi Teknik Mesin UMS, Prof. Ir. Agus Dwi Anggono, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil dari kompetensi mahasiswa dalam merancang solusi mekanis aplikatif. Inovasi-inovasi tersebut dihadirkan untuk menjawab tantangan nyata di sektor infrastruktur, pangan, dan energi terbarukan.

Sejumlah karya unggulan mahasiswa berhasil menarik perhatian para pengunjung GOR UMS. Di antaranya adalah Alat Uji Beban dan Ketahanan Aspal, Digester Biogas, Mesin Pencacah, Pengasap Ikan, Solar Photovoltaic, serta beberapa prototipe inovatif lainnya.

Koordinator mata kuliah Group Project Teknik Mesin UMS, Afif Faishal, S.T., M.T., menambahkan bahwa terselenggaranya acara ini tidak lepas dari kolaborasi erat dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin UMS. Sinergi ini diharapkan mampu terus memacu iklim inovasi di lingkungan kampus agar tetap adaptif terhadap tuntutan zaman.

“Pameran ini ditargetkan dapat meningkatkan nuansa akademik, memamerkan hasil inovasi mahasiswa, sekaligus sebagai gambaran bagi adik tingkat ketika mengambil mata kuliah Group Project di tahun berikutnya,” ujar Afif saat ditemui di sela-sela acara, Kamis (2/7).

Selain memamerkan prototipe teknologi terapan, keseruan ajang MIF 2026 ini juga diperkaya dengan sesi edukasi otomotif. Panitia menghadirkan Tatang Raharjo, M.Pd., seorang Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sekaligus praktisi ahli di bidang keahlian otomotif nasional.

Dalam pemaparannya di hadapan para peserta, Tatang mengupas tuntas materi mengenai inovasi terkini seputar industri mobil listrik. Pembahasan mendalam tersebut mencakup perkembangan teknologi baterai hingga peluang implementasi kendaraan ramah lingkungan tersebut di masa depan.

Gagas Deteksi Osteoporosis Lewat Air Liur, Mahasiswa FK UMS Raih Juara II Nasional

Gagas Deteksi Osteoporosis Lewat Air Liur, Mahasiswa FK UMS Raih Juara II Nasional

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim yang digawangi oleh mahasiswa UMS berhasil meraih Juara II dalam lomba esai MAJESTYNAS (Muhammadiyah Jakarta Scientific Competition Nasional) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 19-20 Juni 2026.

Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh kolaborasi apik antara Zahirah Mentari Supriyono dan Rahma Cloudita Puspita Dewi (mahasiswa FK UMS), bersama Zahiyah Wulan Supriyono (mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga). Dalam ajang ilmiah tersebut, mereka mengusung esai inovatif berjudul “Proposed Mechanism: Potensi IL-1 Saliva sebagai Biomarker Noninvasif Osteoporosis Pascamenopause”.

Gagasan yang diajukan berfokus pada pemanfaatan Interleukin-1 (IL-1) yang terkandung dalam saliva atau air liur. Senyawa ini dinilai berpotensi menjadi penanda (biomarker) noninvasif untuk mendeteksi gejala osteoporosis secara dini, khususnya pada perempuan pascamenopause.

Zahirah Mentari Supriyono menjelaskan, pemilihan topik ini didasari atas keprihatinan terhadap tingginya kasus osteoporosis pada lansia (geriatri) yang sudah sangat akrab di masyarakat, namun sering kali terlambat ditangani.

“Kami memilih osteoporosis dibanding osteopenia atau Alzheimer karena merasa osteoporosis merupakan salah satu penyakit teratas geriatri. Saya merasa bahwa masyarakat awam itu sudah sangat familiar dengan osteoporosis,” ujar Zahirah, Kamis (2/7/2026).

Lebih lanjut, Zahirah menjabarkan bahwa osteoporosis kerap dijuluki sebagai silent killer. Karakteristik penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa gejala klinis yang jelas, sehingga penderita baru menyadarinya setelah terjadi fraktur patologis—yakni patah tulang akibat benturan ringan yang pada kondisi normal tidak akan menyebabkan cedera fatal.

Selain faktor kesadaran masyarakat, tim mahasiswa ini juga menyoroti mahalnya biaya diagnosis medis saat ini yang masih mengandalkan teknologi pemindaian DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry). Hambatan biaya inilah yang mendorong mereka merancang alternatif metode deteksi yang lebih terjangkau dan nyaman bagi pasien.

“Maka dari itu banyak penelitian menggagas mengenai biomarker lain,” lanjut Zahirah.

Kendati demikian, tim menyadari bahwa gagasan pemanfaatan IL-1 dalam saliva ini masih bersifat konseptual. Diperlukan serangkaian penelitian ilmiah lanjutan sebelum metode ini dapat diimplementasikan secara luas di dunia medis.

“IL-1 sangat berpotensi digunakan sebagai biomarker potensial non-invasif osteoporosis pasca menopause, namun masih membutuhkan analisis lebih lanjut dari segi in vivo, in vitro, dan membutuhkan kolaborasi quintuple helix antar akademisi, pemerintah, masyarakat luas, dan lain-lain,” terangnya.

Dalam prosesnya, kompetisi lintas instansi ini menyisakan tantangan tersendiri bagi tim, terutama terkait jarak geografis dalam berdiskusi dengan anggota tim yang berada di Surabaya. Namun, komitmen kuat untuk memanfaatkan kesempatan langka berkolaborasi antar-universitas berhasil mengantarkan delegasi FK UMS ini naik ke podium juara nasional.

Didukung RisetMu, Tim Pengabdian UMS Sukses Melejitkan Bisnis Diaspora di Selandia Baru

Didukung RisetMu, Tim Pengabdian UMS Sukses Melejitkan Bisnis Diaspora di Selandia Baru

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses melaksanakan program pendampingan digital marketing untuk meningkatkan visibilitas bisnis diaspora Indonesia di Auckland, Selandia Baru. Program yang didanai oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melalui RisetMu ini menyasar Fabolous Work Group Ltd., perusahaan induk yang mengelola Mill Bakery.

Berlangsung pada 25–29 Mei 2026, tim pengabdian ini terdiri dari dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., dan dosen Pendidikan Geografi UMS, Siti Hadiyati Nur Hafida, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Guna memperkuat strategi, tim juga melibatkan praktisi digital marketing sekaligus content creator nasional, Rian Fahardhi.

Ketua tim pengabdian, Hardika Dwi Hermawan, menjelaskan bahwa langkah awal program dimulai dengan memetakan kebutuhan mitra. Hasil identifikasi menunjukkan Mill Bakery memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar komunitas Asian–Kiwi yang lebih luas di Auckland, namun masih terkendala pada penguatan strategi pemasaran digital dan pengelolaan media sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa digital marketing bukan sekadar membuat postingan yang menarik, tetapi bagaimana menceritakan nilai, proses, dan perjuangan di balik sebuah usaha. Karena itu, kami terlibat langsung dalam aktivitas bisnis mitra agar konten yang dihasilkan lebih autentik dan memiliki daya tarik yang kuat,” ujar Hardika, Kamis (2/7/2026).

Untuk menciptakan konten storytelling yang kuat, tim pengabdian bahkan ikut turun langsung mendokumentasikan seluruh aktivitas operasional dapur Mill Bakery sejak pukul 02.00 hingga 05.00 pagi waktu setempat, mulai dari penyiapan bahan baku hingga proses pemanggangan dan pengemasan.

Strategi tersebut terbukti membuahkan hasil yang signifikan. Dalam waktu kurang dari satu pekan, salah satu konten video yang diproduksi berhasil menembus lebih dari 321 ribu tayangan dan menjangkau 177 ribu akun. Jumlah pengikut media sosial mitra pun melonjak drastis sebesar 26,28%, dari 3.345 menjadi 4.224 pengikut, serta mendapat belasan ribu interaksi digital.

Selain pendampingan langsung, tim PkM-KI UMS juga menggelar puncak pelatihan digital marketing yang dihadiri oleh 15 diaspora Indonesia di Auckland. Para peserta dibekali materi praktis mulai dari penyusunan content plan, pemanfaatan algoritma, hingga teknik fotografi menggunakan smartphone.

Di sela kegiatan, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., bersama Wakil Rektor Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt., yang sedang berada di Auckland, turut hadir menemui manajemen Fabolous Work Group Ltd. Pertemuan tingkat tinggi tersebut membahas peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, hingga peluang remote internship (magang jarak jauh) bagi mahasiswa UMS di bidang teknologi dan pengembangan bisnis.