Kajian Kamis dan Halaqah Qur’an Guru di MI Muhammadiyah Karanganyar Perkuat Iman dan Tilawah

Kajian Kamis dan Halaqah Qur’an Guru di MI Muhammadiyah Karanganyar Perkuat Iman dan Tilawah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar — Dalam upaya meningkatkan kualitas spiritual dan kompetensi keagamaan, guru MI Muhammadiyah Karanganyar secara rutin mengikuti kegiatan Kajian Kamis siang dan Halaqah Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap hari Kamis.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh ustadz dari MI Muhammadiyah Karanganyar, dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Para guru mengikuti kajian dengan antusias sebagai bagian dari pembinaan ruhiyah sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kajian berfokus pada penguatan iman, pemahaman ajaran Islam, serta motivasi dalam menjalankan peran sebagai pendidik. Sementara itu, halaqah Al-Qur’an diisi dengan kegiatan membaca, memperbaiki tajwid, dan meningkatkan kualitas tilawah para guru.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan para guru tidak hanya semakin kuat dalam aspek spiritual, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi siswa dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.

Pelaksanaan TKA Kelas VI MI Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2026 Berjalan Lancar

Pelaksanaan TKA Kelas VI MI Muhammadiyah Karanganyar Tahun 2026 Berjalan Lancar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar, 22–23 April 2026 — Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI MI Muhammadiyah Karanganyar telah dilaksanakan dengan lancar selama dua hari, yaitu pada tanggal 22 hingga 23 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini menggunakan sistem berbasis komputer yang didukung oleh tiga laboratorium komputer. Untuk mengakomodasi seluruh peserta, ujian dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

BACA JUGA: Terbukti Unggul! MI Muhammadiyah Karanganyar Diakui PWM Jateng

Sebelum pelaksanaan ujian, para siswa telah mempersiapkan diri dengan baik melalui belajar yang giat dan pendampingan dari guru. Hal ini terlihat dari kesiapan dan kesungguhan siswa dalam mengikuti setiap sesi ujian.

Selama pelaksanaan, siswa mengikuti ujian dengan penuh konsentrasi dan disiplin. Dukungan dari panitia dan guru turut memastikan kelancaran teknis maupun nonteknis di setiap sesi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian TKA, para siswa tampak merasa lega dan bahagia. Mereka menyambut akhir pelaksanaan ujian dengan perasaan senang sebagai hasil dari usaha dan kerja keras yang telah dilakukan.

Dengan terselenggaranya TKA ini, diharapkan dapat menjadi salah satu tolok ukur capaian akademik siswa sekaligus bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Bekali Siswa Kelas Industri Hadapi PKL 6 Bulan di Dunia Industri

SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Bekali Siswa Kelas Industri Hadapi PKL 6 Bulan di Dunia Industri

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar – SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi siswa kelas X yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) khusus kelas industri. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sekolah Gedung Timur dengan menghadirkan orang tua/wali murid sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan siswa.

Terdapat dua kelas industri yang menjadi fokus dalam program PKL tahun ini, yaitu kelas industri Luwes untuk Program Keahlian Pemasaran konsentrasi Retail dan kelas industri SSB untuk Program Keahlian Kuliner. Pembekalan dilaksanakan secara terpisah, yakni pada Rabu, 22 April 2026 untuk siswa pemasaran, dan Kamis, 23 April 2026 untuk siswa Kuliner.

Dalam pelaksanaannya, siswa kelas industri Luwes akan menjalani PKL di Luwes Mall Kartasura, sedangkan siswa kelas industri kuliner akan ditempatkan di tujuh gerai PT. SSB yang tersebar di wilayah Solo Raya. Selama enam bulan ke depan, para siswa akan terjun langsung ke dunia industri guna mengasah keterampilan, pengalaman kerja, serta membentuk karakter profesional.

BACA JUGA: Cara Mahasiswa KKN-Dik UMS Motivasi Siswa SMK Muhammadiyah 3 Giriwoyo demi Masa Depan

Sebelum mengikuti pembekalan, seluruh siswa yang lolos seleksi kelas industri telah mendapatkan penguatan mental melalui kegiatan Basic Mentality. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kemuning, Ngargoyoso, dan Karangpandan sebagai upaya membentuk kesiapan mental, kedisiplinan, serta daya tahan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Ismail Soleh, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa PKL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran di SMK. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan tanggung jawab selama menjalani PKL.

“PKL bukan hanya tentang praktik bekerja, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang profesional. Jaga diri kalian, jaga nama baik orang tua, guru, dan sekolah. Tunjukkan bahwa kalian adalah siswa yang berakhlak dan berkompeten,” pesannya.

Lebih lanjut, Kepala sekolah juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, khususnya sholat, di tengah kesibukan bekerja. “Dimanapun kalian berada, jangan pernah meninggalkan sholat. Itu adalah pondasi utama dalam kehidupan,” tambahnya.

Kepada orang tua/wali murid, Kepala Sekolah juga menekankan pentingnya kerja sama dalam melakukan pengawasan meskipun anak berada jauh dari rumah. Orang tua diharapkan terus memberikan dukungan, baik secara mental maupun spiritual, serta senantiasa mendoakan anak-anaknya agar diberikan kemudahan dan keselamatan selama menjalani PKL.

Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk tetap memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah menjadi kesepakatan bersama dengan sekolah, demi kelancaran proses pendidikan siswa.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh siswa kelas industri SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar dapat menjalani PKL dengan penuh tanggung jawab, semangat belajar tinggi, serta mampu membawa pengalaman berharga yang akan menjadi bekal di masa depan.

Soroti Tata Kelola UMKM, Pakar UMS: Ekosistem Pendukung Masih Menjadi Hambatan Utama

Soroti Tata Kelola UMKM, Pakar UMS: Ekosistem Pendukung Masih Menjadi Hambatan Utama

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menilai bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia cenderung bertahan di level mikro tanpa mengalami peningkatan skala usaha.

“Kalau dianalogikan seperti pendidikan, ini seperti terus berada di jenjang SD tanpa pernah naik ke tingkat berikutnya. Akibatnya, produktivitas rendah dan kontribusi ekonomi juga terbatas,” ungkapnya, Senin (27/4) saat jumpa pers pengukuhan guru besar di Dapur Solo.

Selain itu, minimnya pencatatan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) turut memperparah kondisi. Saat ini, hanya sebagian kecil UMKM yang terdata secara resmi, sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pemetaan, pengawasan, hingga pemberian intervensi yang tepat.

BACA JUGA: Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

Dengan kontribusi UMKM yang besar pada perekonomian Indonesia, menurut Kussudyarsana, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dari sisi manajerial dan kelembagaan, UMKM Indonesia terlihat masih lemah. Mengacu pada data Kementerian UMKM tahun 2025, jumlah UMKM yang telah memiliki NIB baru 1,22% dan sisanya sebanyak 98, 78% belum mempunyai NIB. Adapun dari kepemilikan laporan keuangan, sebanyak 96, 49% belum mempunyai laporan keuangan, dan hanya 3,51% yang telah mempunyai.

Kemudian jika di lihat pada tingkat partisipasinya dalam kancah internasional, khususnya Global Value Chain, kontribusi UMS selama 20 tahun baru menghasilkan kenaikan 4%. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang telah mengalami peningkatan sebesar 15-20% tingkat partisipasinya pada Global Value Chain (Kementerian UMKM 2025).

Dalam pemaparannya, Kussudyarsana menjelaskan bahwa akar persoalan UMKM tidak bisa dilepaskan dari karakteristik perusahaan keluarga yang mendominasi struktur bisnis di Indonesia. Ia menuturkan bahwa kajian mengenai perusahaan keluarga masih relatif terbatas, padahal memiliki perbedaan signifikan dibandingkan perusahaan pada umumnya.

“Perusahaan keluarga memiliki dimensi khusus seperti social emotional wealth, adanya tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan keluarga, hingga asymmetric altruism. Ini membuat pendekatannya tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa,” jelasnya.

Penelitian terkait UMKM telah dimulai sejak lebih dari 15 tahun lalu, berangkat dari disertasi saat studi di Australia, kemudian difokuskan pada UMKM berbasis keluarga. Dari hasil kajian tersebut, ia menemukan bahwa sebagian besar UMKM masih berada pada tahap awal tata kelola, yakni relational governance, yang mengandalkan hubungan keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengelolaan usaha.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya UMKM berkembang ke tahap yang lebih formal dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek ekosistem dan pembinaan berkelanjutan.

“Selama ini kita cenderung membiarkan bisnis berjalan seperti seleksi alam. Padahal, perlu ada pemetaan, rekam jejak usaha, dan treatment yang tepat agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya pendekatan sistematis dari pemerintah, seperti pembangunan ekosistem pendampingan yang terstruktur, layaknya intervensi kesehatan masyarakat pada masa lalu. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. (Fika/Humas)

Kartini Masa Kini: Kreativitas dan Budaya Bersatu di MI Muhammadiyah Karanganyar

Kartini Masa Kini: Kreativitas dan Budaya Bersatu di MI Muhammadiyah Karanganyar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar, 21 April 2026 — MI Muhammadiyah Karanganyar menggelar peringatan Hari Kartini dengan berbagai kegiatan yang meriah dan edukatif pada Selasa (21/4/2026). Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba, di antaranya:

  • Lomba Fashion Show kelas 1–5 dengan tema pakaian adat nusantara
  • Lomba Mewarnai
  • Lomba Menggambar Kartini

Beragam busana adat yang dikenakan peserta fashion show menambah semarak suasana, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para siswa. Sementara itu, lomba mewarnai dan menggambar menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas seni mereka.

Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan prosesi potong tumpeng yang dilakukan secara simbolis oleh Kepala Madrasah, Ibu Sartini. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus simbol kebersamaan seluruh warga madrasah dalam memperingati Hari Kartini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat meneladani semangat juang Kartini, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Peringatan Hari Kartini di MI Muhammadiyah Karanganyar pun berlangsung sukses, penuh keceriaan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.