SD Muh PK Banyudono Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan Lewat Latihan Upacara Athfal

SD Muh PK Banyudono Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan Lewat Latihan Upacara Athfal

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar latihan upacara pembukaan Kegiatan Athfal di halaman sekolah pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam membina karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan para santri sejak usia dini.

Dalam latihan tersebut, para santri dipandu langsung oleh Krisna Setyawan, S.Pd. Pembekalan mencakup berbagai teknik dasar upacara, mulai dari sikap sempurna, tata cara penghormatan, baris-berbaris, hingga pelaksanaan upacara yang presisi. Seluruh peserta mengikuti jalannya latihan dengan penuh semangat dan tingkat kedisiplinan yang tinggi.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., menegaskan bahwa agenda ini bukan sebatas persiapan seremonial belaka. Latihan upacara difungsikan sebagai media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, rasa cinta tanah air, tanggung jawab, dan mental pantang menyerah seperti yang diteladankan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.

“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, berani memimpin, serta memiliki semangat juang yang tinggi. Nilai-nilai inilah yang diwariskan oleh Jenderal Soedirman dan perlu ditanamkan kepada para santri sejak dini,” kata Pujiono.

Melalui program Athfal ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono terus berkomitmen menghadirkan model pendidikan holistik yang memadukan pembinaan spiritual, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan praktis.

Langkah ini diharapkan mampu mencetak para santri menjadi generasi berakhlak mulia, tangguh, serta siap tampil sebagai pemimpin bangsa yang membawa kemajuan bagi umat dan Indonesia di masa depan.

Sinergi BI Purwokerto dan UMP Gelar Pelatihan Penyelia Halal untuk Perkuat Ekosistem Halal Banyumas Raya

Sinergi BI Purwokerto dan UMP Gelar Pelatihan Penyelia Halal untuk Perkuat Ekosistem Halal Banyumas Raya

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto berkolaborasi dengan Lembaga Pelatihan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan Pelatihan Penyelia Halal di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Rabu–Kamis (22–23/7/2026). Sinergi ini digelar guna mempercepat terbentuknya ekosistem industri halal yang kuat dan berdaya saing di wilayah Eks Karesidenan Banyumas.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) 2026 ini diikuti oleh 40 peserta. Mereka terdiri dari Pendamping Proses Produk Halal (P3H), pendamping UMKM, akademisi Halal Centre UIN Saizu dan Unsoed, perwakilan dinas terkait, hingga penyuluh KUA se-Banyumas Raya.

Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah KPw BI Purwokerto, Lintang Anggareni, menegaskan bahwa posisi penyelia halal sangat strategis untuk menjamin konsistensi penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

“Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dalam mendampingi pelaku usaha memenuhi standar halal, sehingga semakin banyak produk UMKM yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Lintang saat membuka acara.

Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali materi komprehensif oleh jajaran akademisi dan praktisi berpengalaman, seperti Dr. Apt. Diniatik, M.Sc. hingga Dr. Apt. Wiranti Sri Rahayu, M.Si. Materi yang disajikan meliputi regulasi Jaminan Produk Halal, penyusunan dokumen SJPH, audit internal, pengawasan bahan, hingga tata cara pendaftaran via aplikasi SiHalal.

Selain materi teknis, perwakilan Unit Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah BI Purwokerto, M. Ikhwan Cahyono, turut memaparkan peran Bank Indonesia dalam mendorong penguatan rantai nilai halal (halal value chain) serta perluasan literasi ekonomi syariah.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pembahasan berbagai studi kasus di lapangan, mulai dari kendala administrasi hingga pengelolaan Sistem Jaminan Produk Halal pada UMKM, Rumah Potong Unggas (RPU), dan Rumah Potong Hewan (RPH).

Rangkaian acara resmi ditutup pada Kamis (23/7/2026) oleh Analis Yunior KPw BI Purwokerto, Anton Febriawan, usai sesi sharing pengalaman antarpenyelia. Kolaborasi strategis antara bank sentral, perguruan tinggi, dan lintas instansi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar produk halal lokal sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Memahami LGBTQ dari Psikologi: Akademisi UMS Tekankan Pentingnya Edukasi dan Konseling

Memahami LGBTQ dari Psikologi: Akademisi UMS Tekankan Pentingnya Edukasi dan Konseling

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Masyarakat diimbau untuk tidak mudah memberikan pelabelan atau stigma terhadap isu LGBTQ hanya berdasarkan penampilan luar semata. Pembahasan mengenai orientasi seksual dan identitas gender dinilai memerlukan pemahaman ilmiah yang komprehensif agar tidak menimbulkan prasangka liar di tengah masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Lusi Nuryanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, fenomena LGBTQ dalam perspektif ilmu psikologi merupakan hal yang kompleks dan tidak dapat dinilai secara tergesa-gesa.

“LGBTQ sangat tidak bisa kita kenali hanya dengan melihat sekali saja. Hanya dengan melihat seseorang dari luarnya saja itu tidak bisa,” tegas Lusi.

Lusi menjelaskan pentingnya masyarakat memahami perbedaan mendasar antara jenis kelamin biologis, orientasi seksual, dan identitas gender. Jenis kelamin merupakan kondisi biologis sejak lahir, orientasi seksual berkaitan dengan arah ketertarikan romantis maupun seksual, sedangkan identitas gender merujuk pada bagaimana individu memahami dan mengidentifikasi dirinya sendiri.

Ia menambahkan, dalam pandangan Islam, orientasi seksual yang sesuai fitrah adalah antarlawan jenis (laki-laki dan perempuan). Namun dari kacamata psikologi, fokus utama penanganan bukanlah pada orientasi seksual an sich (pada dirinya sendiri), melainkan ketika kondisi tersebut memicu stres, konflik batin, gangguan fungsi hidup, hingga penurunan kepercayaan diri pada individu.

Mengenai penanganan di lingkungan perguruan tinggi, Lusi menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi serta layanan pendampingan yang tepat, bukan menghakimi. Mengacu pada Putusan Tarjih Muhammadiyah, pendekatan yang dikedepankan adalah rehabilitasi sosial dan psikologis.

“Kalau ada mahasiswa yang mengalami kondisi tersebut, kampus punya tanggung jawab untuk mengedukasi dan memberikan layanan rehabilitasi, misalnya melalui konseling maupun terapi,” jelasnya.

Lusi mengajak publik untuk mengedukasi diri sebelum memberikan penilaian terhadap orang lain, khususnya di media sosial. Ia mengingatkan bahwa penghormatan terhadap harkat kemanusiaan tetap harus dijaga tanpa mengabaikan batasan nilai yang berlaku.

“Mereka tetap manusia, tetapi memang perilakunya yang diharamkan. Sehingga tetap hormati dan hargai mereka sebagai manusia, dan banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan. Kalau mereka datang, bantulah mereka dan dengarkan mereka,” pungkas Lusi.

Berdayakan Ekosistem Lebah, Klanceng Edufarm Mahasiswa UMS Targetkan Pasar Internasional

Berdayakan Ekosistem Lebah, Klanceng Edufarm Mahasiswa UMS Targetkan Pasar Internasional

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Klanceng Edufarm dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. Langkah ekspansi ini dicanangkan usai tim berhasil mengamankan Juara 1 kategori Business dan Juara 2 kategori Proposal Budidaya dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI).

Startup agribisnis yang dirintis oleh mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UMS—Hibatulloh Al-Mubarok, Oyan Sugiyanto, Wildan Iskandar, Riski Aldiansyah, dan Athifah Fabanyo—tersebut berfokus pada budidaya lebah klanceng tanpa sengat berbasis edukasi dan pelestarian lingkungan.

Ketua Tim Klanceng Edufarm, Hibatulloh Al-Mubarok, mengungkapkan bahwa usaha yang berdiri sejak Agustus 2024 ini lahir dari keresahan melihat belum optimalnya pemanfaatan potensi lebah klanceng di Indonesia. Padahal, spesies lebah ini memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus memegang peran vital dalam menjaga ekosistem melalui penyerbukan tanaman.

“Kami ingin menghadirkan usaha yang tidak hanya menjual madu, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat. Karena itu, sejak awal kami membangun Klanceng Edufarm sebagai bisnis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Hibatulloh saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

Untuk memperkuat daya saing, Klanceng Edufarm mengembangkan inovasi teknologi Dual Chamber Trigona Hive System (DCTHS) guna mengoptimalkan efektivitas budidaya madu premium. Selain itu, sifat lebah yang aman tanpa sengat dimanfaatkan sebagai sarana eduwisata bagi pelajar dan masyarakat umum.

Perjalanan bisnis Klanceng Edufarm terus menunjukkan performa positif. Saat ini, usaha tersebut mengelola lebih dari 200 koloni lebah, melayani 600 pelanggan di berbagai daerah, menaungi 9 reseller dan 4 mitra kerja sama, serta berhasil membukukan omzet kumulatif mencapai Rp140 juta.

Pengalaman bertanding dalam ajang MCEBI yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada 17–18 Juli 2026 dijadikan batu loncatan oleh tim untuk memvalidasi model bisnis, menjaring mentor, dan memperluas relasi industri. Masukan dari para pakar mendorong tim untuk memperkuat hilirisasi produk serta membangun ekosistem terpadu antara peternak, konsumen, dunia pendidikan, dan lingkungan.

Guna merealisasikan target ekspor, Klanceng Edufarm kini tengah menyusun strategi penambahan jumlah koloni, perluasan jaringan kemitraan, pembangunan pusat edukasi, serta pembukaan cabang di lokasi-lokasi strategis.

Capaian tersebut diapresiasi oleh Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Pihaknya menegaskan komitmen UMS untuk terus mendampingi dan melahirkan startup mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga tangguh secara bisnis, inovatif, dan membawa dampak sosial yang berkelanjutan di tingkat global.

Perkuat Caturdarma, FAI UMS Gandeng Forum Guru Muhammadiyah Kembangkan Pendidikan

Perkuat Caturdarma, FAI UMS Gandeng Forum Guru Muhammadiyah Kembangkan Pendidikan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Guru Muhammadiyah guna memperkuat implementasi Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan mutu pendidikan serta merespons tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang.

Pertemuan awal yang menjadi landasan kolaborasi tersebut telah dilangsungkan di kampus FAI UMS pada Rabu (22/7/2026). Sinergi ini dirancang untuk menjembatani teori akademis di perguruan tinggi dengan pengalaman empiris para guru di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran pimpinan FAI UMS diwakili oleh Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., didampingi anggota Unit Penjaminan Mutu Prodi PAI Dartim, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Prodi Magister PAI UMS Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I. Sementara dari pihak Forum Guru Muhammadiyah diwakili langsung oleh Sutomo, M.Ag.

Wakil Dekan II FAI UMS, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk membangun hubungan kelembagaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Melalui kerja sama Caturdarma ini, FAI UMS dan Forum Guru Muhammadiyah akan memperluas ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan hubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan riil di lingkungan sekolah,” terang Istanto, Jumat (24/7/2026).

Berbagai agenda prioritas telah disiapkan dalam implementasi kerja sama ini. Di antaranya mencakup pelatihan dan pengembangan profesional guru, penyelenggaraan seminar pendidikan, kuliah praktisi, pendampingan akademik, riset bersama, publikasi ilmiah, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

Istanto menambahkan, perguruan tinggi akan berkontribusi dalam aspek keilmuan, riset, dan inovasi pembelajaran. Di sisi lain, para guru menghadirkan realitas kebutuhan serta tantangan aktual di sekolah.

Untuk memastikan efektivitas program, Program Studi Magister PAI UMS dilibatkan guna memperkuat arah pendidikan Islam berbasis riset dan profesionalisme. Sementara itu, Unit Penjaminan Mutu Prodi PAI ditugaskan mengawal agar setiap agenda memiliki standar pelaksanaan yang terukur serta mekanisme evaluasi yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antarlembaga Muhammadiyah ini, FAI UMS dan Forum Guru Muhammadiyah berkomitmen menghadirkan ekosistem pendidikan yang adaptif, berkualitas, serta berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.