by | 3 Jul 2026 | Pendidikan |

Antisipasi Kegawatdaruratan, Mahasiswa KKN UMS Edukasi Penanganan Anak Tersedak

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 32 menggelar demonstrasi pertolongan pertama pada anak tersedak di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menyasar para ibu balita sebagai upaya preventif menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang kerap mengancam keselamatan anak.

Kasus tersedak diketahui masih menjadi salah satu ancaman utama pada balita yang berada dalam fase aktif mengenal makanan dan benda asing. Keterlambatan penanganan dapat memicu sumbatan jalan napas yang fatal, sehingga edukasi ini dinilai krusial bagi masyarakat setempat.

Ketua KKN UMS Kelompok 32, Ata Rafif Khalifah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan orang tua. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan memiliki keterampilan untuk mengambil tindakan awal yang cepat dan tepat sebelum mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan.

“Sebanyak 20 ibu balita mengikuti kegiatan yang diawali dengan registrasi, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai pengertian tersedak, penyebab, tanda dan gejala sumbatan jalan napas, hingga langkah-langkah pertolongan pertama yang disesuaikan dengan usia anak. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta memahami konsep dasar sebelum memasuki sesi praktik,” ungkap Ata, Rabu (1/7/2026).

Setelah pemaparan teori secara interaktif, mahasiswa KKN memandu sesi praktik menggunakan alat peraga. Tahapan penanganan didemonstrasikan secara sistematis sesuai dengan standar medis penanganan sumbatan jalan napas. Para ibu balita yang hadir juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik tersebut secara langsung di bawah pendampingan ketat para mahasiswa.

Ata menambahkan, penguasaan teknik pertolongan pertama ini tidak hanya sekadar memberikan pemahaman teori, melainkan juga menumbuhkan keberanian mental bagi orang tua saat menghadapi situasi panik di rumah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Berdasarkan evaluasi di akhir kegiatan, sebagian besar ibu balita di Desa Geneng tercatat telah memahami langkah-langkah dasar penanganan anak tersedak dan mampu mempraktikkannya dengan benar.

Melalui program edukasi intensif ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) domestik dapat meningkat, sekaligus memperkuat terwujudnya lingkungan keluarga yang sehat, tanggap, dan peduli terhadap situasi darurat. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait