muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sebanyak 241 peserta didik SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP) menyulap limbah sampah menjadi barang berdaya guna dalam kegiatan kokurikuler bertajuk “Pengelolaan Sampah” yang digelar pada 28 Oktober hingga 2 November 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX ini berlangsung di lingkungan SMP UMP, meliputi ruang kelas hingga halaman sekolah. Selama enam hari berturut-turut, dari pukul 06.45 hingga 15.45 WIB, para siswa mendapatkan pengalaman belajar nyata yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan penanganan limbah.

Program ini dirancang untuk mengombinasikan pemahaman teoritis mengenai jenis-jenis sampah, perbedaan limbah organik dan anorganik, serta dampak buruknya terhadap ekosistem. Pembelajaran diarahkan pada tiga praktik utama: pembuatan ecobrick, pemanfaatan galon bekas menjadi pot tanaman hias, serta pembentukan bank sampah.
Pada praktik ecobrick, siswa diajar memanfaatan sampah plastik yang sulit terurai menjadi benda yang bernilai guna dan bernilai estetis. Sementara pada pengolahan galon bekas, siswa mengolahnya menjadi wadah tanaman hias yang dipadukan dengan pemuatan media tanah siap tanam dan aksi penanaman pohon untuk mendukung penghijauan sekolah. Di sisi lain, perintisan bank sampah ditujukan untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah secara terarah dan terstruktur.
Kepala SMP UMP, Zahra Ikhsanda, S.Sos., M.A., Gr., menegaskan bahwa program kokurikuler ini bertumpu pada pembentukan karakter dan tanggung jawab moral peserta didik terhadap kelestarian alam sekitar.

“Melalui kegiatan kokurikuler berbasis lingkungan ini, diharapkan peserta didik SMP UMP tidak hanya memahami teori pengelolaan sampah organik dan anorganik secara akademis, tetapi juga mampu menginternalisasi karakter peduli lingkungan, kerja sama, gotong royong, serta rasa tanggung jawab menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun rumah,” terang Zahra.
Kelancaran pelaksanaan agenda ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Di bawah koordinasi Tim Akademik sebagai panitia pelaksana, seluruh guru mata pelajaran, guru pengampu, dan karyawan SMP UMP bertindak aktif sebagai fasilitator pendamping. Dukungan juga datang dari para orang tua dan wali murid kelas VII, VIII, dan IX yang membantu perizinan serta penyediaan perlengkapan kegiatan siswa.
Sebagai salah satu sekolah favorit berbasis Islam di Purwokerto, SMP UMP terus berkomitmen menghadirkan model pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan akademik, keterampilan praktis, dan penguatan karakter peduli lingkungan hidup sejak dini.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














