by | 8 Nov 2026 | KabarMu |

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Guru Adalah Aktor Utama Kualitas Pendidikan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Pendidik di lingkungan Muhammadiyah diminta untuk terus memelihara integritas, kompetensi, dan idealisme dalam menjalankan tugasnya. Guru memegang peran strategis tidak hanya dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menentukan kualitas pendidikan serta membentuk karakter generasi mendatang.

Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., secara daring melalui tayangan video dalam acara Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),Sabtu (7/11/2026).

Haedar menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama yang menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan.Peningkatan kompetensi pendidik secara langsung akan berdampak positif pada kemajuan lembaga pendidikan, terutama di tengah persaingan nasional maupun global. Menurutnya, guru tidak sekadar bertugas menyampaikan materi pelajaran,melainkan bertindak sebagai sosok teladan atau “buku yang hidup”.

“Dalam tradisi klasik, kita mengenal guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Guru adalah buku yang hidup, buku yang berjalan, dan buku yang menjadi teladan,” tegas Haedar.

Ia menambahkan, keterbatasan fasilitas maupun tantangan geografis yang dihadapi sebagian pendidik tidak boleh memadamkan semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Profesi guru adalah tugas mulia yang tidak semata-mata berorientasi pada imbalan materi atau pengakuan formal seperti sertifikasi.

Secara khusus, Haedar memaparkan tiga pijakan utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap guru di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah:

  1. Paham Agama: Memegang teguh paham keislaman Muhammadiyah berdasarkan Manhaj Tarjih dan prinsip ar-ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah yang melingkupi dimensi akidah, ibadah, akhlak, serta muamalah.

  2. Ideologi Muhammadiyah: Memahami dan mengamalkan prinsip organisasi yang tertuang dalam Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), serta Khittah Muhammadiyah sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa.

  3. Sistem Gerakan: Tetap berada dalam koridor dan aturan Persyarikatan Muhammadiyah demi menjaga keteraturan serta optimalisasi fungsi organisasi.

Melalui ajang Silaturahmi Akbar FGM Jateng ini, Haedar berharap persaudaraan dan komitmen keumatan para guru kian menguat. Ia menutup arahannya dengan mengimbau seluruh pendidik untuk selalu menjalankan tugas pengabdian dengan rasa gembira agar tercipta lingkungan belajar yang positif dan bermakna.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait