by | 8 Nov 2026 | KabarMu |

Usung Inovasi Digital dan Ketahanan Pangan, Tim HATTA UMS Raih Prestasi di ADIYC 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Delegasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Tim HATTA sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026. Kegiatan berskala internasional ini berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pujon Hill Camp Ground.

Tiga penghargaan yang berhasil diboyong Tim HATTA UMS meliputi First Winner Best FGD Category Parallel Sub-Theme FGD, Honorable Mention III Digital Poster Competition, serta Best Creative Content II Creative Content Competition (Reels/Shorts).

Capaian tersebut diraih melalui rentetan gagasan inovatif. Pada kategori Digital Poster Competition, tim memaparkan gagasan Nexss: Digital Platform Innovation for Intercultural Cross-Border Project for Skill Exchange and Humanitarian Dialogue. Inovasi tersebut menawarkan platform digital yang memungkinkan masyarakat internasional melakukan pertukaran keterampilan tanpa batas geografis sekaligus membuka ruang dialog kemanusiaan lintas budaya.

Sementara pada kategori Focus Group Discussion (FGD), tim mengangkat topik Optimalisasi Maggot dan Aquaponik untuk Mengatasi Masalah Food Waste dan Climate Change. Gagasan ini menghubungkan pengelolaan sampah makanan dengan pemanfaatan maggot serta sistem aquaponik untuk mendukung ketahanan pangan. Adapun penghargaan ketiga diraih melalui karya video vlog kreatif yang mendokumentasikan seluruh pengalaman selama kegiatan.

Tim HATTA UMS terdiri dari tiga mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Sela Fika Salsabilah dari Program Studi Gizi selaku ketua tim, Muhammad Rama Pratama dari Program Studi Sains Informasi Geografi, dan Nasywa Athiyyatinnaja dari Program Studi Hukum. Dalam pelaksanaannya, tim mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M.

Ketua Tim HATTA, Sela Fika Salsabilah, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam ADIYC 2026 berawal dari penunjukan sebagai delegasi fakultas masing-masing. Kesempatan ini tidak hanya menjadi wadah membawa nama baik kampus, tetapi juga membuka ruang interaksi dan kolaborasi tingkat global.

“Kami bertiga mengikuti ADIYC karena memang ditunjuk sebagai delegasi fakultas masing-masing. Selain itu, kami juga sangat antusias untuk mengikuti camp tersebut karena pasti akan bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda negara,” jelas Sela, Sabtu (7/11/2026).

Mengingat seluruh rangkaian kegiatan ADIYC 2026 diselenggarakan menggunakan bahasa Inggris, persiapan matang dilakukan oleh seluruh anggota tim melalui latihan presentasi dan diskusi perumusan ide.

“Saya latihan untuk presentasi menggunakan bahasa Inggris karena kegiatan 100 persen menggunakan bahasa Inggris.Saya juga melakukan brainstorming ide-ide yang akan digunakan untuk perlombaan, seperti poster digital dan Forum Group Discussion,” ungkap anggota tim, Muhammad Rama Pratama.

Rama menambahkan, keterlibatan dalam ADIYC 2026 memberikan pengalaman berharga dan perspektif baru bagi pengembangan diri setelah berinteraksi langsung dengan para peserta dari berbagai perguruan tinggi dan negara.

“Prestasi yang diraih kemarin memberikan makna bahwa saya masih punya banyak ruang untuk bertumbuh. Melihat berbagai delegasi ADIYC dari berbagai kampus dan negara menunjukkan bahwa banyak hal yang masih bisa ditingkatkan dan dipelajari kedepannya,” tutur Rama.

Partisipasi dan capaian mahasiswa UMS dalam ADIYC 2026 ini menjadi sarana strategis dalam memperluas jangkauan pengalaman internasional, mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun kolaborasi gagasan inovatif sebagai bekal berkontribusi menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait