by | 7 Nov 2026 | KabarMu |

Dihadiri 12.500 Pendidik, Silaturahmi Akbar FGM Jateng Gaungkan Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Lebih dari 12.500 guru Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai wilayah Jawa Tengah memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam gelaran Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2026). Dalam acara bertema “Guru Muhammadiyah: Profesional, Sejahtera” tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno,M.Hum., menegaskan pentingnya penguatan lima daya utama untuk membentuk pendidik yang unggul dan berkemajuan.

Kelima fondasi yang disampaikan Harun meliputi daya panggil, daya juang, daya saing, daya inovasi tiada henti, dan daya beli. Menurutnya, daya panggil dan daya juang menjadi fondasi awal militansi guru yang lahir dari kecintaan terhadap Muhammadiyah-’Aisyiyah, sementara daya saing dan daya inovasi dibutuhkan untuk menghadapi dinamika zaman, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Jangan sampai hasil survei membuktikan anak-anak kita lebih percaya kepada AI daripada percaya kepada gurunya karena gurunya tidak punya daya inovasi tiada henti,” ujar Harun di hadapan ribuan peserta.

Harun menambahkan bahwa penguatan keempat daya tersebut diharapkan bermuara pada daya beli sebagai indikator kesejahteraan guru. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kualifikasi akademik pendidik, UMS membuka kesempatan bagi guru Muhammadiyah untuk melanjutkan studi magister (S2) dan doktor (S3). Saat ini UMS mengelola 86 program studi, terdiri atas 42 program S1, 23 program S2, 10 program S3, dan 11 program profesi, serta tengah menyiapkan program doktor bidang Kedokteran Umum dan Ilmu Kesehatan.

Ketua FGM Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia, Bambang Kusmiyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh UMS sebagai tuan rumah. UMS menyokong penyediaan fasilitas gedung hingga perlengkapan acara yang diestimasikan mencapai Rp140 juta untuk mendukung kelancaran konsolidasi ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menyoroti peran strategis FGM dalam penyusunan kurikulum nasional Muhammadiyah. Setelah memulai pengembangan buku MIPA bilingual pada 2025, FGM kini terlibat dalam penyusunan buku IPS bilingual (bahasa Inggris) dan Bahasa Inggris bilingual (bahasa Mandarin) pada 2026 untuk diterapkan secara luas pada 2027. Muhammadiyah juga tengah menyiapkan Muhammadiyah Training Center (MTC) di Sentolo, Kulon Progo, sebagai pusat pelatihan profesionalisme pendidik.

Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-14 Prof. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D., serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., sebagai narasumber utama. Melalui ajang ini, UMS semakin memperkuat perannya dalam ekosistem pendidikan Muhammadiyah guna mendorong peningkatan mutu, kapasitas akademik, dan kesejahteraan pendidik secara berkelanjutan.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait