by | 14 Oct 2026 | KabarMu |

Ciptakan Inovasi Deteksi Stunting GROWELL, Mahasiswa FK UMS Sabet Dua Penghargaan Internasional

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, berhasil meraih dua penghargaan internasional sekaligus melalui inovasi platform antropometri pintar berbasis IoT bernama GROWELL dalam ajang Biomedical Engineering, Mechatronics, and Innovation International Fair (BMEIIF) 2026.

Dalam ajang tersebut, Aswa memboyong penghargaan Gold Medal with Jury Congratulations—tingkat penghargaan tertinggi di atas Gold Medal reguler—serta Special Award in Recognition of Outstanding Innovation in Biomedical Engineering and Healthcare Technology dari IEEE Engineering in Medicine and Biology Society (EMBS) Thailand Chapter.

Ajang BMEIIF 2026 tersebut diikuti oleh 50 tim inovasi terdaftar yang terdiri dari 107 ketua dan anggota tim dari empat negara, yaitu Thailand, Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Dari seluruh peserta, hanya delapan tim yang berhasil mendapatkan penghargaan Gold Medal with Jury Congratulations.

Inovasi GROWELL (A Low-Cost IoT-Integrated Smart Pediatric Anthropometry Platform for Real-Time Growth Surveillance and Early Stunting Detection) dikembangkan Aswa untuk menjawab kebutuhan pemantauan pertumbuhan anak yang akurat, berkelanjutan, dan terjangkau.

“Inovasi itu saya kembangkan untuk menjawab kebutuhan pemantauan pertumbuhan anak yang akurat, berkelanjutan, dan mudah diakses,” ujar Aswa, Rabu (14/10/2026).

Sistem ini mengintegrasikan alat ukur berat dan tinggi badan anak dengan teknologi digital yang terhubung pada kurva pertumbuhan WHO. Platform GROWELL tidak hanya berfungsi mendeteksi indikasi stunting secara real-time, tetapi juga menghubungkan orang tua, kader posyandu, bidan, dan tenaga kesehatan dalam satu ekosistem edukasi serta penanganan tindak lanjut.

Dokter muda asal Sragen tersebut mengerjakan inovasi ini secara mandiri di bawah bimbingan Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP., FISQua., FISPH., FISCM., dan dr. Yuni Prasetyo, M.MKes., Sp.PA.

Dalam proses perjalanannya ke kompetisi di Jepang, Aswa menghadapi berbagai tantangan operasional, termasuk membawa kotak perangkat GROWELL seberat 21 kilogram dengan panjang 176 sentimeter yang mengharuskan pembayaran biaya bagasi tambahan hingga Rp6 juta untuk penerbangan pulang-pergi. Selain itu, ia juga harus membagi waktu di tengah jadwal pendidikan klinis stase saraf di RSDS Magetan.

Dukungan penuh dari pihak pimpinan FK UMS dan para dosen pembimbing menjadi kunci keberhasilan Aswa dalam menyelesaikan tanggung jawab akademik sekaligus menuntaskan kompetisi internasional.

Ke depan, pengembangan GROWELL akan berfokus pada penyempurnaan perangkat, pengujian akurasi sistem, serta evaluasi kesesuaian hasil skrining sebelum diimplementasikan secara bertahap di posyandu dan fasilitas kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan akses layanan terbatas.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait