by | 10 Oct 2026 | KabarMu |

Ciptakan Ruang Aman Pegawai, UMS Hadirkan Sistem Skrining Kesehatan Mental EMPOWER

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) merilis Employee Mental Health & Wellbeing Center (EMPOWER). Fasilitas digital ini hadir sebagai sistem skrining dan pendampingan kesehatan mental yang ditujukan khusus bagi dosen serta tenaga kependidikan (tendik).

Peluncuran layanan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 yang mengusung tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”. EMPOWER dirancang untuk memberikan ruang aman bagi pegawai dalam mengenali kondisi psikologis mereka secara dini sekaligus memperoleh arahan penanganan yang terstruktur.

Kaur Pengembangan Organisasi DSDMO UMS, Rohyan Al Hani, S.T., mengungkapkan bahwa pembentukan EMPOWER didorong oleh aspirasi pegawai dalam program DSDMO Menyapa. Saat itu, muncul kebutuhan akan wadah pendampingan psikologis pegawai yang setara dengan fasilitas Student Mental Health and Well-being Support (SMHWS) bagi mahasiswa.

“Ketika kegiatan DSDMO Menyapa, ada yang menyampaikan terkait kondisi mental tendik dan dosen. Mahasiswa sudah memiliki SMHWS, sedangkan dosen dan tendik belum memiliki wadah khusus. Oleh karena itu, kami membentuk EMPOWER untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut,” ujar Rohyan.

Layanan EMPOWER dapat diakses oleh dosen dan tendik melalui portal resmi my.ums.ac.id. Pengguna cukup mengisi 40 hingga 50 butir pertanyaan skrining yang mengukur berbagai indikator psikologis, seperti tingkat kecemasan dan pola interaksi sosial. Sistem kemudian mengolah data secara otomatis untuk memberikan hasil berupa skor dan rekomendasi tindakan.

Rekomendasi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kondisi psikologis pengguna. Hasil skrining kategori ringan akan menerima panduan penanganan mandiri seperti istirahat secara terukur. Sementara itu, indikasi kondisi sedang hingga berat akan diarahkan untuk mendapatkan intervensi profesional.

Kaur Asesmen dan Pembinaan SDM DSDMO UMS, Yunita Ayu Ardhani, S.Psi., menjelaskan bahwa tindak lanjut rujukan dilakukan melalui kerja sama dengan Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologi (BKPP) Fakultas Psikologi UMS serta tenaga profesional dari lembaga mitra. Langkah ini diambil untuk menjamin kerahasiaan dan kenyamanan para pegawai.

“Apabila hasil skrining berada di tingkat sedang atau berat, sistem akan langsung menyarankan pengguna untuk berkonsultasi ke BKPP. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah pencegahan dini sebelum gangguan kesehatan mental berkembang menjadi lebih berat,” jelas Yunita Ayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait