by | 10 Oct 2026 | KabarMu |

Rektor UMS Tekankan Kompetensi Holistik dalam Pembukaan Cinta Subuh Perdana 2026/2027

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar kegiatan keagamaan tahunan Cinta Subuh untuk pertama kalinya pada Tahun Ajaran 2026/2027. Acara yang berlangsung di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais pada Sabtu (10/10/2026) mulai pukul 03.00 WIB ini ditujukan untuk membangun karakter Islami serta membina semangat ibadah berjamaah bagi para mahasiswa baru.

Kegiatan perdana tersebut diikuti oleh para mentee dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Keikutsertaan dalam agenda ini dirancang bukan sekadar untuk meramaikan masjid kampus, melainkan menjadi salah satu syarat mutlak bagi kelulusan program mentoring mahasiswa.

Penyelenggaraan acara merupakan hasil kolaborasi antara Pejuang Masjid UMS dan Koordinator Mentoring Pusat (KMP) UMS di bawah naungan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS.

Koordinator Umum KMP UMS, Helmy Ramadhani Putra, menegaskan bahwa Cinta Subuh menjadi bagian terintegrasi dalam sistem penilaian mentoring. Mahasiswa yang memenuhi kuota kehadiran dan dinilai baik dalam ujian akhir dipastikan lulus dengan predikat memuaskan. Sejalan dengan hal itu, Koordinator Umum Pejuang Masjid UMS, Ahmad Fikri Salim, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik pembiasaan bangun pagi dan sholat Subuh berjamaah, baik di lingkungan indekos maupun saat mahasiswa kembali ke daerah asal.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir memberikan arahan spiritual. Pihaknya menekankan pentingnya mahasiswa Muhammadiyah memiliki kompetensi holistik yang mencakup aspek hidup, kehidupan, penghidupan, dan bermasyarakat.

Ia berpesan agar ilmu kesehatan dan kedokteran yang dipelajari para mahasiswa senantiasa diamalkan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, di samping tetap menjaga pola hidup sehat tanpa rokok, menjauhi perilaku mubazir, serta merawat pertemanan yang positif.

Selain pembinaan spiritual dan akademis, panitia juga menerapkan edukasi kepedulian lingkungan. Seluruh peserta diwajibkan membawa botol minum (tumbler) masing-masing guna mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai di kawasan masjid dan kampus. Rangkaian acara yang berlangsung khidmat hingga terbit fajar tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran masa studi para mahasiswa baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait