muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi aktif dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Program Magang Mandiri guna mendukung optimalisasi SIJATIL (Sistem Informasi Jaringan Transaksi Integrasi Layanan Mitra Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor), sebuah inovasi dari Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Ponorogo, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur.
Inovasi SIJATIL dirancang untuk memperluas aksesibilitas pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus mendongkrak optimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Program magang berbasis praktik lapangan (experiential learning) ini diikuti oleh dua mahasiswa FEB UMS, yakni Anindya Putri Annora dan Pebrianti Nurul Azizah. Selama kegiatan berlangsung, keduanya terlibat langsung dalam analisis proses bisnis, pendampingan, hingga pengumpulan data mitra pembayaran.
“Kami tidak hanya mempelajari proses administrasi pelayanan PKB, tetapi juga melakukan observasi, pendampingan, dokumentasi, analisis proses bisnis, serta pengumpulan data pada jaringan Mitra Layanan Pembayaran PKB yang telah tergabung dalam ekosistem SIJATIL,” terang Anindya, Rabu (22/7/2026).
Selain mendapatkan pemahaman empiris terkait pola kerja sama dan mekanisme pelayanan pajak, mahasiswa juga merumuskan rekomendasi berbasis kajian akademis. Hasil observasi tersebut dijadikan referensi pertimbangan bagi UPT PPD Ponorogo untuk memperkuat efektivitas, kecepatan, dan akuntabilitas layanan publik secara berkelanjutan.
Kepala UPT PPD Ponorogo, Sartono, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh para mahasiswa UMS selama bertugas di lapangan. Menurutnya, sinergi ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi penguatan inovasi organisasi.
“Kehadiran mereka tidak hanya untuk memenuhi proses akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui observasi, analisis, dan pendampingan langsung kepada Mitra Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di berbagai titik pelayanan,” ujar Sartono.
Ia menambahkan, keterlibatan akademisi dan generasi muda merupakan elemen kunci dalam membangun budaya inovasi di sektor pemerintahan.
“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, mitra layanan, dan dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi bagian penting,” tambahnya.
Kemitraan strategis antara Bapenda Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPD Ponorogo dan UMS ini diharapkan dapat menjadi rujukan model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak SDM berkualitas sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik yang adaptif.















