by | 1 Oct 2026 | KabarMu |

Gebrakan RoboMind, Mahasiswa UMS Sabet Medali Emas di WICE 2026 Malaysia

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses meraih prestasi internasional dengan menyabet medali emas (Gold Medal) pada kategori Innovative Social Sciences dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.

Capaian bergengsi tersebut diraih berkat inovasi bertajuk “RoboMind: A Neuropsychological Ecosystem to Empower Children’s Prefrontal Cortex Development”. Inovasi ini hadir sebagai solusi nyata atas tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan gawai (gadget) secara berlebihan pada anak usia sekolah dasar.

Ajang internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan SEGi University & Colleges Malaysia ini berlangsung secara daring pada 10–14 September 2026. Tahapan dilanjutkan dengan pameran serta penganugerahan secara luring pada 20–24 September 2026 di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia.

Ketua Tim RoboMind, Deko Bagus Wahyu Handoko, mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan RoboMind bermula dari keprihatinan terhadap interaksi anak dengan teknologi yang sering kali dipandang sebatas masalah perilaku.

“Banyak orang tua melihat penggunaan gawai berlebihan hanya sebagai persoalan perilaku. Padahal, masa kanak-kanak merupakan periode penting bagi perkembangan fungsi eksekutif. Karena itu, kami mencoba menghadirkan RoboMind sebagai media yang mengarahkan interaksi anak dengan teknologi menjadi aktivitas yang lebih produktif,” ujar Deko, Kamis (1/10/2026).

RoboMind dirancang sebagai ekosistem digital terpadu yang menggabungkan instrumen asesmen dan permainan edukatif adaptif. Landasan pengembangannya memfokuskan pada stimulasi Prefrontal Cortex (PFC)—bagian otak yang berperan penting dalam fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengendalian diri, pemecahan masalah, hingga regulasi perilaku anak.

Inovasi ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan tujuh mahasiswa UMS dari Fakultas Psikologi, Pendidikan Teknik Informatika, dan Teknik Informatika. Tim tersebut terdiri atas Deko Bagus Wahyu Handoko, Taufik Imansyah, Muhammad Rayhan Fahlevi, Samantha Aulia Cahyadi, Yuanda Eka Saputra, Mifthahul Amri, dan Onic Agustino.

Deko menjelaskan, tim Psikologi bertanggung jawab menyusun kerangka neuropsikologi, asesmen, intervensi emosi, dan desain perilaku anak. Sementara itu, tim Informatika menerjemahkannya ke dalam bahasa pemrograman, arsitektur sistem digital, serta antarmuka pengguna (UI/UX) yang ramah anak.

Sebelum berlaga di panggung internasional, karya digital ini telah terdaftar dan memperoleh pencatatan Hak Cipta resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI guna menjaga orisinalitas inovasi.

Di ajang WICE 2026, RoboMind mampu memikat dewan juri internasional saat presentasi prototipe berkat keberhasilannya memadukan pendekatan neuropsikologi medis dengan teknologi digital interaktif.

Tim menegaskan bahwa raihan medali emas ini bukan merupakan titik akhir, melainkan awal dari proses implementasi yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Kami berharap RoboMind tidak berhenti sebagai karya yang memenangkan kompetisi. Tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, terutama dalam membantu mereka berinteraksi dengan teknologi secara lebih sehat dan produktif,” pungkas Deko.

Ke depan, RoboMind diharapkan dapat diproduksi dan diterapkan secara masif sebagai instrumen pendampingan anak, baik di lingkungan satuan pendidikan maupun keluarga di era digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait