muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengembangkan dan menyempurnakan dokumen kurikulumnya. Langkah strategis ini dilakukan melalui kegiatan Review Dokumen Kurikulum yang berlangsung pada Kamis hingga Jumat, 9–10 Juli 2026, di Meeting Room Gedung Edutorium UMS.
Penyempurnaan kurikulum ini dirancang agar lebih adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, khususnya dalam mengimplementasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Untuk mendapatkan hasil yang komprehensif, Penjas FKIP UMS menghadirkan dua pakar nasional dari asosiasi pengelola Program Studi Pendidikan Jasmani Indonesia sebagai reviewer eksternal. Kedua pakar tersebut adalah Prof. Caly Setiawan, Ph.D. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Dr. Sri Santoso Sabarini, S.Pd., M.Or. dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Keduanya melakukan telaah mendalam mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, bahan kajian, hingga sistem asesmen.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menegaskan bahwa kurikulum adalah jantung dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, penyusunannya harus dilakukan secara terbuka, berbasis evaluasi objektif, serta melibatkan para ahli.
“Kehadiran reviewer eksternal dari UNY dan UNS menjadi kesempatan berharga bagi Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS untuk memperoleh perspektif baru, mengidentifikasi ruang perbaikan, sekaligus memastikan bahwa kurikulum yang kami susun mampu menjawab tantangan pendidikan, perkembangan ilmu olahraga, serta kebutuhan dunia kerja di masa depan,” ujar Eko saat memberikan keterangan pada Senin, 13 Juli 2026.
Eko menambahkan, penyempurnaan ini tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan standar akreditasi, melainkan komitmen untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik, profesional, dan berkarakter kuat. Ia menekankan pentingnya kurikulum sebagai dokumen hidup yang dinamis mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Sesi review yang dipandu oleh Dr. Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., selaku Unit Penjamin Mutu Prodi, diawali dengan pemaparan draf kurikulum oleh tim internal UMS. Paparan tersebut berbasis pada analisis kebutuhan riil, masukan pemangku kepentingan (stakeholders), hasil pelacakan alumni (tracer study), serta arah kebijakan OBE di lingkungan UMS.
Dalam sesi telaah, Prof. Caly Setiawan menyoroti pentingnya keterkaitan erat (constructive alignment) antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, hingga struktur mata kuliah. Sementara itu, Dr. Sri Santoso Sabarini menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan asesmen autentik, serta mendorong penguatan literasi digital, penelitian, dan pengabdian masyarakat di dalam pengalaman belajar mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Prodi Penjas FKIP UMS mengantongi sejumlah rekomendasi taktis. Beberapa di antaranya meliputi penyelarasan struktur kurikulum, peningkatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan riset, serta penguatan kompetensi abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan penguasaan teknologi digital.
Kegiatan peninjauan ini menjadi bagian krusial dari siklus penjaminan mutu akademik UMS yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif seluruh dosen dan masukan dari para pakar nasional, kurikulum baru ini diharapkan tidak hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), tetapi juga siap menjawab tantangan global di bidang olahraga dan pendidikan.















