muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas cakupan pemantauan Program Revitalisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Region 1 Jawa Tengah menjadi total 252 sekolah pada Tahun Anggaran 2026. Penambahan penugasan sebanyak 119 sekolah ini diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) usai tim pemantau UMS mencatatkan kinerja dan evaluasi positif pada tahap awal.
Ketua Tim Pelaksana Pemantauan UMS, Ir. Nurhasan, M.T., menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan wujud keberlanjutan kolaborasi sekaligus pengakuan atas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan nasional melalui konsep “Kampus Berdampak”.
“Melalui keterlibatan langsung dalam program revitalisasi sekolah, UMS berupaya menghadirkan keahlian akademik dan profesionalisme sumber daya manusia perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan,” ujar Nurhasan, Rabu (30/9/2026).

Guna mengawal penambahan target menjadi 252 sekolah, UMS memperkuat personel pemantau dari 18 orang menjadi 32 orang. Tim ini terdiri atas dosen Prodi Arsitektur dan Teknik Sipil, alumni, serta tenaga kependidikan yang bertugas sebagai koordinator, fasilitator lapangan, dan administrator.
Berdasarkan kompilasi laporan evaluasi bulan Agustus 2026 pada tahap awal (133 sekolah), progres fisik di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Rata-rata capaian fisik mencapai 14,85 persen, melampaui target rata-rata sebesar 9,51 persen. Rata-rata progres tertinggi dicatatkan oleh Kabupaten Semarang sebesar 37,07 persen.
Secara keseluruhan, sebanyak 106 Satuan Pendidikan (Satpen) atau 80,92 persen mencatatkan deviasi positif (realisasi melebihi target). Tren positif tersebut berlanjut hingga September 2026, di mana sejumlah sekolah pemantauan telah mencapai progres pembangunan fisik di atas 50 persen.
Dari sisi akuntabilitas anggaran, total dana hibah yang dikelola oleh 131 Satpen berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencapai Rp96,14 miliar. Per akhir Agustus 2026, penyerapan dana tercatat sebesar Rp14,17 miliar atau 14,74 persen, seimbang dengan capaian rata-rata progres fisik bangunan.
Seluruh proses perbaikan infrastruktur ini menerapkan sistem swakelola, di mana 100 persen dana ditransfer langsung ke rekening sekolah dan dikerjakan secara mandiri oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Keterlibatan UMS mencakup seluruh tahapan, mulai dari verifikasi dan validasi (verval) kondisi bangunan, pembimbingan dokumen perencanaan (reviewer), hingga pemantauan berkala di lapangan.
Cakupan wilayah pemantauan UMS tersebar di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purworejo, Batang, Pemalang, Magelang, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Semarang, Kudus, Jepara, Rembang, Pati, Blora, serta Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Tegal.
Penugasan yang berlangsung sejak 1 Agustus hingga 31 Desember 2026 ini meneruskan rekam jejak UMS yang pada tahun 2025 lalu juga telah sukses mengawal revitalisasi 311 sekolah di wilayah Jawa Tengah.















